> "Rinaldi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Tiada Bulan seindah Ramadhan > Izinkan Tangan Bertangkup memohon maaf > untuk Lisan Yang Tak Terjaga > Janji Yang Terabaikan > Hati Yang Buruk Berprasangka > Semua Sikap Yang Pernah Menyakitkan >
Bulan Ramadhan adalah bulan bahagia bagi umat Islam, karena dibulan inilah Allah mem-bagi2kan pahala kepada mereka yang berhasil membunuhi kafir2. Memang, bagi anda sebagai muslim merasa bahagia dibulan Ramadhan terutama tentunya yang berhasil merebut pahala dalam membasmi kafir. Namun dilain pihak bagi orang2 kafir, maka hati2lah karena bulan Ramadhan adalah bulan malapetaka. Juga bagi umat Islam yang beda alirannya dengan yang mayoritas tentunya juga harus sangat hati2 sekali terutama tentunya umat Islam Ahmadiah. Israel dan pasukan Amerika meningkatkan kewaspadaannya untuk menghadapi serangan2 jihad bulan puasa oleh kaum muslimin yang tidak pernah mengabaikan kontraknya dengan Allah dalam menyebarkan malapetaka kepada kaum yang menolak menyembah Allah. Sementara itu di China terus menerus dilakukan pengejaran2 pada para pelaku jihad dalam pemboman di Xinjiang. Ahli2 Islam di China sudah memerintahkan tentara untuk melakukan sweeping dan berhasil menangkap jihad terror yang belum sempat meledakkan bomb2nya. Bulan puasa diseluruh dunia dihantui ketegangan2 munculnya bencana2 kemanusiaan oleh manusia2 yang dirasuk oleh setan2 yang bernama Allah. Di Irak, seorang anak perempuan 10 tahun menyerahkan diri kepada polisi karena dibadannya diikatkan bomb2 bunuh diri. Gadis ini mengaku belum mau mati tapi dipaksa untuk mati oleh ibunya. Banyak sekali anak2 dan ibu2 yang mati dengan bomb bunuh diri yang dibawanya yang sesungguhnya sama sekali tidak diketahuinya berisi bomb. Sama halnya yang dikerjakan Amrozi yang memberi orang idiot sebuah ransel untuk dibawanya masuk ke cafe disuruh membeli rokok dan kemudian diledakkan setelah gembel idiot ini berada didalam cafe. Ny. Muslim binti Muskitawati.
