WTC 9/11, Tragedi ataukah Pengkhianatan?
9
September 2003, tiga tahun yang lalu sebuah insiden tragis mengguncang
tak hanya AS, namun juga dunia. Para manusia yang hidup di lima benua
terhenyak menyaksikan sebuah kebanggaan Amerika luluh lantak diserbu
teroris. Ribuan orang berakhir hidupnya di antara reruntuhan menara
kembar itu. 
Dunia pun mulai menyatakan perang terhadap teroris, Say
No to Teroris, mungkin begitulah slogan-slogan yang dijejalkan pada
masyarakat. Tak lama kemudian dimulailah 'operasi pembersihan' di
negara-negara yang dituduh sebagai 'pabrik' teroris, Irak dan
Afganistan (yang mengherankan keduanya adalah negara muslim). Dunia pun
saling curiga, siapa gerangan yang menyembunyikan Osama Bin Laden, pria
berjenggot yang dituduh sebagai biang kekacauan itu.
Namun
seperti kata pepatah, 'Sepandai-pandainya tupai melompat suatu saat
pasti jatuh'. Setelah sekian lama mencari-cari sesuatu yang tak pasti,
perlahan orang mulai menyadari 'ada sesuatu yang salah' dalam cerita
tragedi kemanusiaan itu. 
PENTAGON:
Dimulai dengan
fakta penyerangan Pentagon, pusat militer AS. Menurut versi resmi
pemerintah, Pentagon ditubruk oleh pesawat penumpang Boeing 757 yang
dibajak oleh teroris. Namun anehnya jika memang demikian faktanya,
mengapa kerusakan yang timbul tak sedemikian parah. Bagaimana mungkin
burung besi sepanjang 44 kaki dan selebar 124 kaki itu hanya mampu
menciptakan lubang berdiamater 16 kaki? 
Lalu mengapa di TKP tak
ada bangkai pesawat, serpihan mesin, roda dan kursi penumpang,
mungkinkah mereka terbakar habis. Lalu kemana juga para penumpangnya,
mengapa tak ada petunjuk tentang keberadaan mereka?
Untuk
memperkuat berita penyerangan itu, warga Amerika dan dunia disuguhi
foto tentang sebuah objek kecil yang digadang-gadang sebagai serpihan
pesawat Boeing 757. Namun gambar sebuah kipas pesawat yang diabadikan
oleh Jocelyn Augustino, fotografer FEMA memunculkan kecurigaan,
pasalnya kipas mesin 757 yang asli sangat berbeda dengan yang ada di
foto tersebut. 
Demikian dikatakan John W. Brown, jurubicara
Rolls Royce. Lho kenapa perusahaan otomotif ikutan berkomentar tentang
insiden penyerangan yang dilakukan teroris kelas tinggi ini? Pasalnya
setelah diusut-usut, ternyata Pratt & Whitney dan Rolls Royce
menjalin kerjasama untuk memproduksi mesin yang dipakai si burung besi
ini. Kipas mesin yang asli berdiamater 7 kaki, sementara foto FEMA
menunjukkan kipas singel yang hanya berdiameter 3 kaki. 
Para
saksi mata rata-rata menyatakan bahwa 'si penyerang' bukanlah pesawat.
Lon Rains mengatakan, “Aku mendengar suara yang sangat keras, seperti
sesuatu yang lewat dengan sangat cepat. Awalnya aku mengira itu sebuah
missil." Sementara itu Don Parkal berpendapat, “Itu adalah sebuah bom,
aku bisa mencium bau cordite (bahan pembuat bom). Aku tahu saat itu ada
bom meledak di sesuatu tempat." 
Dengarkan pula Tom Seibert yang
bersikeras bahwa dirinya yakin suara yang didengarnya adalah suara
missil. Meski bukti-bukti ini cukup untuk mempertanyakan keabsahan
pernyataan bahwa Pentagon ditabrak sebuah pesawat, namun para pejabat
militer AS tetap mempertahankan apa yang telah diumumkannya. 
Entah
mana yang benar, tapi marilah kita berfikir dengan logika sederhana.
Jika benar ada Boeing 757 yang berisi ribuan liter avtur (bahan bakar
pesawat) ditubrukan ke sebuah bangunan, maka 'seharusnya' sekitar TKP
mengalami kebakakaran hebat dengan suhu mencapai 3.000 derajat celcius.
Dalam kondisi ini benda-benda yang ada disekitar lokasi akan hangus
terbakar atau meleleh karena terkena panas.
Tapi dari tampilan
yang ada, tampak nyata kalau benda-benda seperti meja, buku telepon
yang seharusnya hangus terbakar justru sehat wal-afiat. Mereka hanya
rusak!!! Demikian juga pesawat telepon yang terbuat dari plastik, ia
tidak meleleh terkena panas api dan tetap 'nongrong' rapi di tempatnya
semula. 
Lucunya lagi, foto yang mempertunjukkan keanehan ini
dirilis resmi oleh Pentagon sendiri. Lalu pada foto lain yang diambil
dari kamera keamanan, terlihat gedung tersebut meledak dengan dahsyat,
namun anehnya … dalam foto tersebut tidak ditemui pesawat yang menubruk
gedung. Ini sangat tidak masuk akal.
Enam bulan kemudian sesudah
penyerangan, orang Amerika mulai pulih dari keterkejutannya dan
menyadari adanya keanehan. Pentagon segera saja menjawab
pertanyaan-pertanyaan itu dengan merilis foto-foto yang diambil dari
peristiwa 'bunuh diri' Boeing 757 itu. Bukannya puas, foto-foto itu
justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan. 
Seperti misalnya,
mengapa semua foto itu bertanggal 12 September 2001 pukul 5:37 PM
(lebih satu hari dan delapan jam dari peristiwa yang sesungguhnya).
Kedua, meski tahu bahwa gambar-gambar itu memiliki resolusi yang sangat
rendah para ofisial Pentagon tidak memperkenankan diadakan analisa
lebih lanjut pada foto tersebut. 
Ketiga, di sudut sebuah foto
ada label 'pesawat' (untuk menunjukkan posisi pesawat penyerang), namun
tidak ada tanda-tanda keberadaan sesuatu yang mirip atau dapat disebut
sebagai Boeing 757. Keempat, mengapa foto-foto itu berasal dari satu
kamera pengawas, dimana foto-foto dari kamera pengawas yang lain. 
Sebuah
tempat yang menjadi pusat pertahanan Amerika pastinya dilengkapi
belasan kamera pengawas di setiap sudutnya yang pastinya juga merekam
adegan penabrakan itu. Okelah bila Pentagon terlalu pelit untuk membagi
foto-foto dari kamera pengawasnya, namun ternyata ada tiga kamera
pengawas diluar Pentagon yang sempat merekam penyerangan ini. 
Kamera
pengawas di sebuah pos bensin di seberang I-135, kamera pengawas di
atap Hilton International Hotel dan sebuah kamera pengawas di
Departemen Transportasi Virginia Department seharusnya juga merekam
adegan penabrakan (jika memang benar-benar terjadi) bangunan pemerintah
di Interstate 135 itu. Namun sayangnya tak lama setelah kejadian, para
agen federal keburu muncul untuk mengambil rekaman dari ketiga kamera
pengawas itu. 
Hingga kini isi ketiga rekaman video itu tak pernah muncul ke masyarakat.
THE WORLD TRADE CENTER:
Kejanggalan
pun muncul dari peristiwa penyerangan menara kembar WTC, Marc Bernback,
staf Fox News yang menayangkan langsung adegan ini mengatakan bahwa
pesawat yang menyerang Tower Selatan itu tak memiliki jendela. Berdasar
keterangan ini, diperoleh kesimpulan bahwa si penyerang bukan pesawat
penumpang, melainkan sebuah pesawat kargo. 
Marc menggambarkan
pesawat itu berwarna biru dengan logo bulat di depan pesawat.
"Sepertinya pesawat itu bukan berasal dari bandara umum," tambahnya
sambil berspekulasi bahwa pesawat itu mungkin berasal dari bandara
militer."
Fox News, CNN, MSNBC dan jaringan berita
lainnya merekam penuturan para saksi yang mengatakan mereka mendengar
bunyi ledakan lain di sekitar World Trade Center SETELAH kedua pesawat
pembajak itu menabrak target masing-masing. Para saksi mata yang
terdiri dari anggota polisi, petugas pemadam kebakaran, reporter dan
para pelaku bisnis yang ada di sekitar lokasi. 
Posisi mereka
saat kejadian memungkinkan mereka dapat mengetahui secara jelas tentang
apa yang tengah terjadi. Bahkan untuk meyakinkan diri, mereka saling
bertanya satu sama lain apakah itu suara gedung runtuh ataukan suara
ledakan. Keesokan harinya saat kembali ke lokasi peristiwa, orang-orang
mulai yakin bahwa apa yang mereka dengar sehari sebelumnya adalah bunyi
ledakan. 
“Suaranya seperti bom .. ledakannya sangat keras."
Salah seorang saksi mata, seorang ahli fisika yang diwawancarai Fox
News mengatakan, “Aku yakin itu suara bom .. aku sungguh sangat yakin."
Saksi
mata lainnya, Louie Cacchioli, 51, seorang petugas pemadam kebakaran
yang bertugas di mobil PMK nomor 47 yang sempat 'nongol' di majalah
People edisi 24 September 2001 mengisahkan, "Kami yang pertamakali
datang ke menara kedua setelah pesawat itu menabraknya. Aku bersama
sejumlah rekan-rekanku tengah berada di lantai 24 untuk membantu
mengevakuasi para korban. Saat itulah kami mendengar suara ledakan bom."
Dalam
dokumentasi "The Filmmakers Commemorative Edition", sebuah film yang
mengisahkan tentang para petugas pemadam kebakaran New York yang dibuat
oleh Gedeon dan Jules Naudet, ada petugas PMK yang membeberkan analisa
tentang kemungkinan bahwa ada bahan peledak dalam jumlah besar yang
ditanam di menara utara dan menara selatan. 
"Lantai demi lantai
satu persatu rontok, ini biasanya terjadi jika bom itu dipasang dengan
tujuan merontokkan bangunan itu." Para petugas pemadam kebakaran itu
bukan satu-satunya yang menyadari ada hal yang tidak biasa pada
peristiwa runtuhnya menara kembar itu. Sejumlah peliput berita dan
reporter siaran langsung juga mulai memberi komentar pada liputannya
tentang runtuhnya menara selatan dan menara utara itu. 
Masing-masing
berusaha memberikan perbandingan bagaimana kedua menara itu perlahan
ambruk laksana sebuah penghancuran yang terkendali. mainan yang
dikontrol. Satu persatu para reporter memberikan laporan pandangan
mata. "Kami mendengar bunyi ledakan keras, dan kini kami melaporkan
ledakan kedua." "Oh kini namapknya ada empat ledakan, atap menara itu
baru saja runtuh. " 
"Kami mendengar sebuah ledakan besar. Belum
diketahui bagaimana ledakan itu bisa terjadi." Rick Sanchez, yang
melaporkan langsung untuk MSNBC, mengatakan, “Aku berbincang dengan
beberapa petugas polisi beberapa saat lalu dan mereka mengatakan bahwa
mereka yakin bahwa salah satu ledakan di World Trade Center, selain
ditabrak pesawat juga berasal dari sebuah van yang diparkir di gedung.
Mereka
yakin mobil itu memuat sejenis bahan peledak. Dalam kesempatan terpisah
ia juga menuturkan bahwa polisi yang tengah menyisir TKP menemukan
'Obyek mencurigakan' yang dikhawatirkan akan menimbulkan ledakan lagi.
Demikian mencurigakannya 'obyek' tersebut hingga orang enggan meyakini
bahwa ledakan ini dipicu oleh teroris yang membajak pesawat setelah
berhasil mengancam pilot dengan bantuan pisau pemotong kertas (cutter). 
Mereka yakin ada hal lain yang tersembunyi di balik insiden WTC 11 September 
2001.
KEJANGGALAN PENERBANGAN 175 :
Ada
rekaman video yang sangat kontroversial yang didapat dari empat sumber
berbeda. “America Remembers” (CNN), “Why The Towers Fell” (BBC), “Son
of Al Qaeda” (PBS) dan “The Filmmakers Commemorative Edition” (Gedeon
and Jules Naudet). Rekaman ini juga diperkuat oleh rekaman independen,
yaitu rekaman yang dibuat para warga New York.
Dalam rekaman yang
ditayangkan CNN terlihat bahwa Pesawat Boeing 767 itu masuk dari sisi
kiri dan menerjang sudut menara selatan dengan kecepatan penuh. Image
ini sempat tampil di lusinan majalah nasional yang beredar di seluruh
negara dan juga menjadi 'dokumen wajib' yang menghiasi film-film
tentang tragedi 9/11. 
Namun banyak orang tidak tahu bahwa
dibagian bawah pesawat, tepat di sebelah kanan tangki bahan bakar,
nampak ada 'obyek aneh' yang berformat tiga-dimensi. Jika dibandingkan,
'tonjolan' ini nampak sedikit lebih kecil daripada mesin pesawat.
Ingatlah bahwa mesin 767 kira-kira diameternya sebesar 9 kaki dengan
panjang 12 kaki.
Kesan pertama yang muncul adalah 'obyek' itu
muncul akibat pantulan cahaya dan bayangan, namun tidak demikian
menurut para ahli. La Vanguardia, majalah terbitan Barcelona, Spanyol,
menerbitkan laporan dari Spanish University pada Juni 2003 yang
menegaskan bahwa 'obyek' itu memang berbentuk tiga dimensi dan BUKAN
akiibat pantulan ataupun bayangan. 
Kesimpulan ini diperoleh
lewat analisis digital menyeluruh. Hal ini menimbulkan suatu hal
menarik untuk dipertanyakan, benda apakah yang 'nongkrong' di bawah
perut pesawat penerbangan 175? Apa hubungan benda itu dengan serangan
9/11? Bagaimana mungkin pesawat 'aneh' itu bisa lepas landas dari
bandara komersial tanpa terdeteksi adanya suatu keanehan?
Marilah
merenung sebentar dan bertanya, "Apakah pesawat ini berangkat dari
bandara komersil?". Salah seorang karyawan Fox News menyatakan bahwa
pesawat tersebut tidak memiliki jendela penumpang. Lalu pertanyaannya
adalah, perusahaan penerbangan apa yang tidak menyediakan jendela
penumpang? Dan jawabannya hanya satu : TIDAK ADA. 
Seorang
pembaca berita Fox News melontarkan pemikirannya pada para pemirsa,
"Apakah mungkin pesawat itu merupakan pesawat kargo? Setelah pencarian
selama beberapa minggu, akhirnya sebuah tim peneliti independen
berhasil mendapat foto pesawat militer Boeing 767. Pesawat ini dibeli
AU AS dari pihak Boeing untuk mengantikan pesawat seri KC-130. 
Dan
fakta paling mengejutkan adalah bahwa pesawat ini tidak memiliki
jendela penumpang dan bahwa sebenarnya ini adalah pesawat pengisi bahan
bakar. Apakah pesawat ini sama jenisnya dengan yang yang menabrak
Menara Selatan? 
Pada penyelidikan lebih lanjut tentang pesawat
yang menabrak menara kedua tidak ditemui sesuatu yang aneh, atau
sebenarnya ada namun kita tidak menyadarinya? Saat rekaman video
runtuhnya menara kembar WTC diputar dengan kecepatan normal, yaitu 30
gambar per detik, memang semuanya tampak biasa saja. 
Keanehan
baru muncul saat rekaman itu diputar lebih lambat, dari 100% ke 2%.
Yaitu ketika pesawat menabrak menara, tepat di sebelah kanan hidung
pesawat, terlihat cahaya merah yang sangat terang. Beberapa orang
berspekulasi bahwa cahaya ini adalah cahaya oleh matahari yang
terpantul pada permukaan pesawat yang terbuat dari logam. 
Benarkah
demikian? Mari kita lihat sekali lagi perihal bagaimana sebuah pantulan
dapat tercipta. Pantulan hanya dapat terlihat dari sudut tertentu.
Misalnya dengan memakai bantuan cermin kita dapat memantulkan sinar
matahari dan mengarahkannya ke berbagai titik di angkasa. Ini adalah
hasil langsung pemantulan satu permukaan yang hanya dapat dilihat dari
satu sudut saja. Singkatnya, suatu pantulan hanya dapat dilihat dari
sudut tertentu. 
Jika kita menjauhi posisi tersebut, maka
pantulan itu tidak akan terlihat lagi. Dalam sebuah pengujian dengan
bantuan empat rekaman dari sudut yang berbeda dapat ditarik kesimpulan
bahwa cahaya itu bukan pantulan cahaya. Faktanya, dalam salah satu
rekaman paling spektakuler, penonton dapat melihat bahwa cahaya merah
itu diarahkan tepat ke saluran bahan bakar.
Ada juga beberapa
pendapat yang mengukuhkan bahwa cahaya tersebut adalah lampu pendaratan
yang dipasang dibawah tiap sayap pesawat dan lampu inilah yang
menerangi permukaan gedung. Teori ini kedengarannya masuk akal. Namun
jika rekaman yang diambil dari sudut di bawah pesawat itu diamati lebih
lanjut maka akan terlihat sisi pesawat yang lain. 
Lalu apakah
ada cahaya, pantulan atau percikan cahaya pada sisi kiri pesawat? Sama
sekali tidak ada. Jadi jika kita hapus kemungkinan bahwa cahaya
tersebut berasala dari pantulan maupun lampu pendaratan, apakah hal ini
membawa penjelasan yang lebih jauh terhadap misteri ini? 
KEJANGGALAN MENARA SATU
Yang
kita butuhkan adalah konfirmasi lebih jauh bahwa ada sesuatu yang aneh
tengah terjadi. Sekarang mari kita alihkan perhatian pada menara utara,
bangunan pertama yang ditabrak oleh pesawat. Manakala rekaman ini
diputar lambat, akan terlihat kejanggalan. 
Muncul ledakan
cahaya sangat kuat, yang terjadi sesaat sebelum pesawat menyentuh
bangunan. Dalam kasus ini, ledakan cahaya itu nampak seperti ledakan
asap putih raksasa. Kesan pertama yang muncul adalah bahwa ledakan ini
berasal dari dinding luar gedung yang hancur membentuk suatu kumpulan
debu raksasa. 
Teori ini juga bisa diterima sampai rekaman itu
diputar mundur dalam gerakan lambat. Tampak jelas dalam rekaman itu
bahwa pesawat berusaha menghindari bangunan sebelum ledakan terjadi.
Ada sebuahsumber yang mengkonfirmasi bahwa ledakan cahaya misterius itu
bukan hanya sekali, tetapi dua kali.
Lalu apa arti
semua ini? Mudah saja, bahwa ada lebih banyak hal yang tersembunyi di
balik tragedi pagi itu, bahkan lebih banyak dari apa yang dipercayai
oleh warga Amerika. Kami tak mampu dan tak berniat menjawab semua
pertanyaan yang muncul dalam ulasan ini, namun kami hanya ingin
bertanya. 
Semua orang yang membaca artikel ini berhak
memutuskan apakah apa yang mereka ketahui baru saja ini membutuhkan
penelitian lebih lanjut. Suatu hari nanti ketika semua pertanyaan itu
telah terjawab, rakyat Amerika akan merasa dikhianati.
Pertanyaan-pertanyaan serius akan bermunculan menghantam para pejabat
yang mereka percayai untuk menjalankan negara adidaya itu. 
Rekaman
video dan foto adalah fakta yang sesungguhnya, yang menjadi bukti
adanya konspirasi untuk menutupi fakta lain pada tragedi 9/11. Wartakan
fakta baru ini pada semua orang yang anda kenal, tanyakanlah pula
bagaimana nasib orang-orang yang berada di pesawat tersebut. Jika anda
yakin 'ada yang salah', maka buka cakrawala anda .. cari tahu apa yang
sebenarnya terjadi. Namun jika anda tetap yakin bahwa teroris yang
melakukan 9/11, maka hapus semua bayangan yang muncul seusai anda
membaca ulasan ini. (WTC/tut/ari)


      

Kirim email ke