========================================================  
THE WAHANA DHARMA NUSA CENTER [WDN_Center] 
Seri : "Membangun Ekonomi Rakyat, 
           Demokrasi, Kebangsaan dan Pruralisme Indonesia."  
======================================================== 
[Economic, Democration, Nationalism and Pruralisme Indonesia Quotient] 
BANK KAUM MISKIN 
Pidato Muhammad Yunus 
Saat Menerima Hadiah NOBEL Perdamaian 2006 
Belajar dari : 
Kisah Muhammad Yunus dan Grameen Bank, dalam 
Memerangi Kemiskinan 
DALAM RANGKA : 
MEMPERINGATI 100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL  
MENYAMBUT 80 TAHUN SUMPAH PEMUDA   
DAN MERAYAKAN HUT KEMERDEKAAN RI KE - 63   
119. Kemiskinan Adalah Ancaman Bagi Perdamaian 
OSLO, 10 DESEMBER 2006 
“Bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, 
Dengan memberi kami penghargaan ini, Komite Nobel Norwegia telah memberi 
peneguhan penting pada keyakinan bahwa perdamaian secara tak terelakkan terkait 
dengan kemiskinan. Kemiskinan adalah ancaman bagi perdamaian. 
Distribusi pendapatan dunia bisa memberi gambaran yang amat jelas. Sembilan 
puluh empat persen pendapatan dunia dinikmati oleh 40 persen penduduk dunia 
sementara 60 persen penduduk dunia sisanya hidup hanya dengan 6 persen 
pendapatan dunia. Separuh penduduk dunia hidup hanya dengan AS$2 sehari. Lebih 
dari satu miliar orang hidup dengan kurang dari AS$ 1 sehari. Ini bukanlah 
rumus untuk perdamaian. 
Milenjum baru dibuka dengan impian global yang megah. Para pemimpin dunia 
berkumpul di PBB pada tahun 2000 dan mengadopsi, antara lain, tekad bersejarah 
untuk mengurangi kemiskinan sampai separuhnya pada 2015. Belum pernah sepanjang 
sejarah umat manusia tujuan yang sedemikian jelas diemban oleh seluruh dunia 
dalam satu suara, tujuan yang punya ketetapan waktu dan jumlah. Lantas 
terjadilah peristiwa 11 September dan Perang Irak, dan sekonyong-konyong dunia 
tergelincir keluar dari upaya mengejar impian ini. Perhatian para pemimpin 
dunia beralih dari perang melawan kemiskinan menjadi perang melawan terorisme. 
Hingga kini lebih dari AS$530 miliar dihabiskan untuk perang di Irak oleh AS 
saja. 
Saya yakin terorisme tidak bisa dimenangkan lewat aksi militer. Terorisme harus 
dikecam dengan kata-kata yang paling keras. Kita harus bersatu padu 
menentangnya dan menemukan segala cara untuk mengakhirinya. Kita harus mencari 
akar-akar penyebab terorisme untuk mengakhirinya sampai selama-lamanya. Saya 
percaya bahwa menyalurkan sumber daya untuk meningkatkan peri kehidupan kaum 
miskin adalah strategi yang lebih baik ketimbang membelanjakannya buat senjata. 
[ bersambung ] 
  
* * * * * 
“Ego yang kuat akan membangun, 
sedangkan ego yang besar akan menghancurkan.” 
[Lee Iacocca – CEO Chrysler, Seorang Legenda Manajemen Dunia] 
  
* * * * * 
The Flag 
Air minum COLDA - Higienis n Fresh ! 
ERDBEBEN Alarm 
========================================================   
THE WAHANA DHARMA NUSA CENTER [WDN_Center] 
[ Seri : "Membangun Demokrasi, Kebangsasan & Pruralisme  Indonesia" ]  
======================================================== 
[Economic, Democration, Nationalism and Pruralisme Indonesia Quotient] 
Dorong Minat Membaca 
Kamis, 18 September 2008 | 03:00 WIB 
Menyandang gelar doktor ilmu hukum pemerintahan, Gubernur Sulawesi Selatan 
Syahrul Yasin Limpo (53) kerap kali ”geram” dan gundah melihat birokrat yang 
kurang akrab dengan buku atau bahan bacaan yang mencerahkan di tengah 
masyarakat yang kian kritis. 
”Bagaimana bisa menempatkan diri sebagai pelayan publik kalau kalau mindset 
mereka lebih berat sebagai orang yang dilayani. Ini diperparah dengan kian 
banyaknya orang yang tiba-tiba jadi bupati/wali kota tanpa terlebih dulu 
tertempa sebagai sosok yang akrab dengan kegiatan intelektual,” ujarnya saat 
menerima Panitia Kompas Gramedia Fair 2008 di Makassar, Selasa (16/9). 
Demi mengurangi kegundahan itu, sebuah bangunan peninggalan kolonial Belanda di 
sebelah gubernuran di Makassar akan disulapnya menjadi perpustakaan bernuansa 
kafe. Di bangunan berlabel ”Mulo” itu, produk-produk intelektual berupa karya 
ilmiah bisa di-launching dalam suasana sarat canda. 
”Di ruang publik itu kita ingin semua pejabat terbiasa membaca buku tanpa 
merasa diwajibkan membeli dan memiliki bukunya,” kata Syahrul. 
Tema tentang etika dan perilaku pejabat publik merupakan bagian dari prioritas 
yang akan mengisi ruang baca tersebut. ”Gerakan intelektual seperti ini juga 
perlu didorong di semua kabupaten/kota. Kalau ada yang ingin membuka 
gerai-gerai buku di daerah, saya siap memfasilitasi,” tantang gubernur pasangan 
Wagub Agus Arifin Nu’mang ini. (NAR) 
------                        

JAKSA AGUNG 

Kamis, 18 September 2008 | 09:08 WIB 
“Jaksa Agung kini membentuk sepuluh satuan khusus, yaitu Satuan Khusus 
Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi (Satsus PPTPK). Disebut khusus karena 
personelnya direkrut dari 50 jaksa ”miskin”, ”tahan banting” dan ”tak doyan 
duit”. ”Jika usaha ini pun gagal, saya tidak tahu lagi harus berbuat apa, ya 
mundur saja,” kata Jaksa Agung Hendarman Supandji. 
Tidak tanggung-tanggung 
Mengingat hal ini merupakan usaha yang konon terakhir, ada beberapa pesan untuk 
Jaksa Agung agar tidak tanggung-tanggung dengan proyek Satsus PPTPK. Sesudah 
membentuk 10 satsus yang terdiri dari jaksa ”miskin dan tahan banting”, maka 
pasukan itu juga perlu dibekali tip untuk berani bertindak luar biasa. Alasan 
besar, untuk - jika perlu - bertindak luar cara biasa adalah para koruptor di 
Indonesia sudah mengkhianati dan mencederai konsep keadilan menurut 
Undang-Undang Dasar 1945. Mereka tidak hanya ”merugikan keuangan negara, tetapi 
sudah mencederai Undang-Undang Dasar 1945”. 
Teringat pula kata-kata Prof Taverne, ”berikan kepadaku jaksa dan hakim yang 
baik, maka dengan hukum yang buruk pun saya dapat membuat putusan yang baik”. 
Versi Indonesia dari Taverne, menurut Jaksa Agung Hendarman, adalah ”berikan 
kepadaku jaksa-jaksa yang miskin dan tahan banting, maka di tengah iklim yang 
korup ini pun saya bisa menegakkan hukum dengan baik”. 
Jaksa Agung Hendarman, jangan ragu bertindak! Korupsi di Indonesia yang sudah 
menimbulkan kerusakan amat besar dan saatnya dihadapi secara progresif oleh 
personel hukum yang luar biasa, dengan cara luar biasa pula. Jika kita serius 
ingin memberantas korupsi, jangan ada upaya mengganggu dan mementahkan langkah 
progresif itu.” [Satjipto Rahardjo Guru Besar Emeritus Sosiologi Hukum 
Universitas Diponegoro, Semarang] 

------ 
  
Menuju Indonesia sejahtera, maju dan bermartabat! 
  
Best Regards, 
  
Retno Kintoko 
  
The Flag 
Air minum COLDA - Higienis n Fresh ! 
ERDBEBEN Alarm



 
SONETA INDONESIA <www.soneta.org>
Retno Kintoko Hp. 0818-942644
Aminta Plaza Lt. 10
Jl. TB. Simatupang Kav. 10, Jakarta Selatan
Ph. 62 21-7511402-3 
 


      

Kirim email ke