--- In [email protected], "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bagaimana kalau disebut arabisasi atau timurtengahisasi istilahnya? >
Kalau disebut Arabisasi atau Timurtengahhisasi tidaklah ditangkap bukan subversi, tapi kalau anti-Pancasila, anti-kebangsaan dan anti-nasionalisme bisa dipenjara kalo pribumi, dan diusir atau dicabut kewargaan negaranya kalo keturunan Arab. Kalo dizaman Sukarno dan Suharto bisa didor kalo disebut anti-Pancasila. Meskipun artinya hampir sama atau sama, karena penggunaannya lain maka hukumannya juga lain. Begitulah caranya game dalam dunia hukum sehingga pembela dan jaksa bisa mengatur macam, lama, dan besarnya hukuman bagi client-nya. > > ----- Original Message ----- > From: Hafsah Salim > To: [email protected] > Sent: Tuesday, October 14, 2008 6:13 AM > Subject: CiKEAS> Syariah Islam Adalah Anti-Kebangsaan dan Anti-Nasionalist !!! > > > Syariah Islam Adalah Anti-Kebangsaan dan Anti-Nasionalist !!! > > Satu Bangsa yaitu bangsa Islam > Satu Bahasa yaitu bahasa Arab > Satu Tanah Air yaitu tanah Syariah > Satu Agama yaitu agama Islam. > > Islam tidak mengenal batas negara, Islam tidak mengakui hukum buatan > manusia hanya tunduk kepada hukum Allah yaitu Syariah Islam. > > Islam tidak meng-kotak2an manusia dalam kebangsaannya melainkan > membedakan dari keimanannya yaitu Islam atau kafir. > > Bumi kita ini diciptakan oleh Allah, karena itulah hukum yang berlaku > ini hanyalah Syariah Islam yang berasal dari wahyu Allah. > > > Lasma siregar <las032002@> wrote: > > Dalam keadaan kepepet yang masih penuh > > kenangan krisis moneter tempo Orba > > doeloe, kini SBY pun ikut merayakan > > Konghucu bersama wong Indonesia suku > > Tionghoa.... Lantas ratusan pengusaha > > Tionghoa (yang jelas kaya) diundang > > buat "mangan pasti mangan sing penting > > kumpul" alasannya (katanya)"silaturahmi > > Lebaran"! Ya, kalau ada perlunya "We > > love You" kalau sudah tak ada guna > > selalu jadi sasaran laskar ini, itu > > atau font pembela yang ini atau yang itu! > > Apakah sikap "satu nusa, satu bangsa, satu > > bahasa" ini hanya kalau ada perlunya saja? > > Seandainya begitu, alangkah dangkal nurani > > ini! How are you pak SBY? > > Orang Tionghoa yang masuk Islam adalah orang Tionghoa yang bodoh, > adalah orang Tionghoa yang kebingungan, adalah orang Tionghoa yang > ketakutan, adalah orang Tionghoa yang maunya cari selamat hasilnya > malah kena kualat. > > Orang Tionghoa yang masuk Islam selain dia diperas bayar pajak juga > dipaksa bayar zakat. Maksudnya masuk Islam agar usahanya aman dari > pemerasan, tapi setelah masuk Islam tidak bisa keluar lagi dan dipaksa > bayar zakat seumur hidup disamping bayar pajak lebih banyak karena > pembayaran zakatnya dihitung harta lebih yaitu pahala yang berupa > sorga. Sorga itu jadi barang mewah yang tinggi pajaknya. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. >
