Ada yang ketinggalan Ny. Mus > eniwei, bukannya McCain ngaku waktu debat kemaren kalo amerika utang 500 billion ke cina. > Ini opa mccain sendiri loh yang bilang, bukan saya.. hi..hi..hi..
btw, saya keberatan kalo Ny. Mus menyertakan quote saya dan mengirimkan reply ke milis lain (kita tahulah, Ny. Mus ini banyak mengikuti milis). Karena miliser milis lain hanya tahu 'versi' Ny. Mus sedangkan 'versi' saya mereka tidak tahu, karena diskusinya (untuk kasus ini) di milis mediacare dan bukan di milis lain. salam, 2008/10/15 Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> > Amerika Berhutang Kepada Rakyatnya Bukan Negara Lain > > Amerika tidak pernah berhutang kepada negara lain karena dana yang > dimiliki oleh rakyat Amerika lebih besar daripada yang dimiliki oleh > negara manapun didunia yang digabungkan sekaligus !!! > > Raksasa2 pemilik sumber dana dunia seperti Bill Gates, Rockefeller, > Ford, dan masih ribuan usaha2 pribadi rakyat Amerika yang tidak > terhitung besarnya yang melebihi apa yang bisa anda perkirakan > merupakan sumber pemerintah Amerika berhutang. > > Janganlah membayangkan negara Amerika ini seperti negara Anda, satu > orang seperti Bill Gates saja bisa membeli 10 negara sebesar Amerika. > Jangan berpikir bahwa pemerintah Amerika paling kuat ekonominya, > karena masih banyak pribadi2 orang Amerika yang memiliki kekayaan dan > sumber ekonomi yang melebihi kekuatan ekonomi Amerika. Mereka2 inilah > yang dinamakan kelompok kapitalist yang sering kali berusaha > mendikte-kan pemerintah Amerika. Namun karena mereka juga dalam > persaingan antara sesama kapitalistnya, maka mereka tidak bisa > mendominasi untuk mendiktekan kemauannya kepada pemerintah Amerika. > > Demikianlah, krisis seberat apapun, tidak akan menghancurkan Amerika > dan tidak akan membutuhkan Amerika untuk berhutang kepada negara > manapun didunia ini selain kepada rakyatnya sendiri. > > Banyak cara untuk mendapatkan pinjaman uang, antara lain adalah > penjualan bond. Penjualan bond juga dilakukan kepada negara2 lain > diluar Amerika namun dibatasi hanya kepada negara2 yang memiliki > ikatan kontrak kerja sama dalam mempertahankan ekonomi negara tsb oleh > Amerika. Itulah sebabnya, yang bisa membeli bond atas nama negara > termasuk Jepang, China, Arab Saudia, dan negara2 besar lainnya. > > > ":: nepha ::" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Oh, ya tentu saja dan karena itulah amerika > > mencari bahan bakar alternatif dan agar timur > > tengah tidak miskin dan kelaparan, amerika > > terpaksa BERHUTANG pada arab saudi 200 billion > > dollar lebih. Jadi kalo arab saudi jatuh miskin, > > dia tinggal nagih utang2nya amerika itu.. ^_^ > > > > Bukan, sama sekali Amerika tidak berhutang kepada Arab Saudia karena > memang ada kontrak pertahanan antara Arab Saudia dan Amerika termasuk > dalam bidang Ekonomi. Tetapi kontrak seperti ini bukan cuma dengan > Arab Saudia juga dengan Cina, Jepang, dan Eropah. Dalam krisis > ekonomi Arab Saudia bukan membantu Amerika justru sebaliknya > memanfaatkan situasi ini untuk memborong bond pemerintah Amerika > karena harganya jatuh dikala pemerintah Amerika membutuhkan dana. > Jadi adanya pengaliran dana dari Arab Saudia bukan berarti hutang > melainkan investasi dalam bond dan stock yang harganya sedang rendah. > > Artinya kalo ada krisis selalu diatasi bersama. Sekarang ini belum ada > Amerika berhutang kepada Arab Saudia karena pemerintah Amerika selalu > berhutang kepada rakyatnya sendiri. > > Jadi kalo anda membaca bahwa hutang negara Amerika itu terbesar > didunia, bukan berarti berhutang kepada negara lain melainkan kepada > rakyatnya sendiri baik melalui bond maupun melalui stock. > > Jadi masih jauh angan2 anda bahwa negara Amerika dengan antek2nya akan > hancur ekonominya karena dunia kita sudah sama sekali tergantung > Amerika disegala bidang. Bahkan semua negara didunia tidak ada > pilihan lain karena Amerika menyebar investasinya kesemua negara2 > didunia termasuk Indonesia sehingga tak mungkin krisis ekonomi Amerika > tidak menggoncangkan seluruh dunia. > > Bahkan dengan cara menanamkan semua investasi pabrik2nya diluar negeri > justru Amerika tidak terlalu parah menerima goncangan ekonomi ini. > > Kebangkrutan satu dua perusahaan raksasa Amerika sama sekali bukan > berarti hancurnya ekonomi Amerika. > > Justru sebaliknya, perusahaan2 yang bangkrut itu malah diberi > tunjangan untuk mengatasi kesulitan bisnisnya. > > Pemerintah Amerika bukan cuma membantu perusahaan2 raksasa yang > bangkrut ini,juga pegawai2 yang kehilangan pekerjaannya sekalipun > ditunjang dengan unemployment benefit. > > Krisis ekonomi Amerika tidak bisa dibayangkan seperti krisis di > Indonesia atau negara lain karena maknanya sama sekali berbeda. > > Krisis ekonomi Amerika cuma berarti: > Pengangguran meningkat dari 4% menjadi 7% > Pemasukan pajak menurun > Pengeluaran pemerintah meningkat untuk menunjang para penganggur > Dunia usaha melesu, daya beli rakyat menurun > Harga rumah turun sekitar 3%-10% > Lebih banyak rakyat menjual rumahnya daripada membelinya. > > Akibat daya beli rakyat Amerika menurun, maka seluruh dunia yang biasa > menjual berbagai produksi ke Amerika akan mengalami juga kebangkrutan > karena tidak bisa menjual produk2nya seperti biasa. Apalagi, Amerika > adalah konsumen terbesar didunia yang tidak ada bandingannya. > > Demikianlah, situasi hanyalah temporer hingga pemilu berlalu dimana > kesemuanya akan kembali menuju normal lagi. Segala krisis akut ini > se-mata2 karena masalahnya tidak bisa tuntas diatasi selama presiden > yang definitive belum dipilih. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > >
