http://www.liputan6.com/ibukota/?id=166565

 
Senin, 20 Oktober 2008 - 15:50 WIB 
| 
 
Tawuran mahasiswa UKI dan YAI di Salemba, Jakpus.

14/10/2008 15:05 - 

Kasus Tawuran
Mahasiswa UKI-YAI Tawuran

Liputan6.com, Jakarta: Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia dan YAI Persada 
kembali tawuran di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (14/10) siang. Para 
calon intelektual itu saling serang menggunakan batu dan bom molotov. Sejumlah 
mahasiswa dari kedua universitas itu luka-luka.

Tawuran juga menyebabkan kemacetan parah di jalan-jalan di sekitar kampus. Tak 
hanya itu, satu unit mobil yang tengah mengantar pasien Rumah Sakit Cipto 
Mangunkusumo juga hancur terkena lemparan batu.

Lebih dari 100 polisi yang diterjunkan untuk melerai tawuran tak dapat berbuat 
banyak. Mereka bahkan turut menjadi sasaran lemparan batu. Tawuran baru 
berhenti setelah polisi mengambil tindakan tegas dan mengejar para mahasiswa. 
Enam mahasiswa ditangkap dalam tawuran ini.

Bukan kali ini saja mahasiswa UKI dan YAI Persada terlibat tawuran. Akhir Mei 
silam, mereka juga terlibat perkelahian massal. Sejumlah mahasiswa tampak 
membawa senjata tajam dan batang besi. Dalam bentrokan itu, bahkan terlihat bom 
molotov dilemparkan mahasiswa [baca: Lagi-Lagi, Mahasiswa UKI-YAI Tawuran].

Polisi yang berhasil membubarkan tawuran antara mahasiswa UKI dan YAI beberapa 
jam kemudian kembali direpotkan dengan tawuran mahasiswa. Kali ini mahasiswa 
UKI bentrok dengan mahasiswa Universitas Bung Karno. Lokasi ketiga kampus ini 
memang berdekatan.

Sementara itu, seorang mahasiswa UKI yang takut ditangkap polisi lari 
menceburkan diri ke sungai. Marloly Starly menderita luka-luka karena 
menceburkan diri ke sungai. Marloly mengaku terpaksa menceburkan diri ke sungai 
karena takut ditangkap polisi yang sempat memukulnya.

Selain Marloy, Endro Bawono, seorang wartawan televisi Indosiar mengalami luka 
lebam di bagian perut setelah ditendang mahasiswa UKI, Frans Alpader Alfonso 
ketika meliput tawuran antar mahasiswa UKI dan YAI. Menurut Endro dirinya yang 
sedang mengambil gambar tiba-tiba dilarang oleh Frans. Tak diduga mahasiswa 
tersebut langsung menendang bagian perutnya. Tadi malam Endro sudah melaporkan 
kasus penganiayaan itu ke Mapolres Metro Jakarta Pusat.(BOG/Donvito Samarta) 

<<081014bterk-tawuran1.jpg>>

Kirim email ke