Refleksi: Sangat bagus kalau ada banyak perempuan menduduki posisi utama dalam 
institusi negara maupun di luar institusi tsb., tetapi kalau cuma kwantitas 
yang diutamakan, mungkin sekali tidak alan banyak membawa faedah untuk 
perbaikan kwalitas hidup anggota masyarakat. Jadi yang dibutuhkan ialah banyak 
dan lebih banyak lagi perempuan  atau wanita terkemuka yang berada digaris 
depan pembela kepentingan perempuan. Kurang lebih 50% penduduk Indonesia adalah 
wanita, dan wanita adalah pendidik pertama tiap anak, kalau penidiknya hebat 
kwalitasnya maka kemungkinan perbaikan kwalitas kehihidupan masyarakat, antara 
lain yaitu sejahtera, damai dan aman akan lebih mudah dicapai dan  difaedahkan. 
 

Megawati,  anggota DPR dan juga pernah menjabat presiden NKRI, tentu orang yang 
tidak tahu  akan bertanya apa saja  yang telah dilaksanakan oleh Megawati untuk 
memperbaiki situasi kaum wanita selama ini?

Golput atau non-Golput adalah penilaian pribadi.

http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=2527

2008-12-16 
Perempuan Jangan Golput


[JAKARTA] Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Menneg PP) Meutia Hatta 
Swasono mengimbau kaum perempuan untuk menggunakan hak pilih mereka pada 
Pemilihan Umum (Pemilu) 2009. Putri proklamator, Muhammad Hatta itu juga 
mengajak perempuan untuk memilih calon anggota legislatif (caleg) perempuan, 
sebab mereka yang akan memperjuangkan dan membela kepentingan kaum perempuan di 
Indonesia.

"Kaum perempuan jangan golput (golongan putih, Red). Perempuan sebaiknya 
memilih caleg perempuan, karena mereka pasti membela kepentingan perempuan," 
ujarnya kepada SP di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Senin (15/12).

Menurutnya, kalau perempuan tidak cukup terwakili di parlemen, mereka tidak 
bisa mengawasi aturan yang bias gender serta tidak mengetahui apa yang harus 
diberdayakan dari perempuan. Hal itu, lanjutnya, mengakibatkan selama 63 tahun 
perempuan Indonesia tertinggal dibanding kaum pria. 

Oleh karena itu, dia berharap pada masa mendatang semua partai memiliki 
keterwakilan perempuan di parlemen. Dari sisi kualitas, kaum perempuan sudah 
cukup memadai untuk terjun ke panggung politik. Apalagi, partai politik tentu 
telah membekali caleg mereka yang bakal masuk ke parlemen. Kantor Menneg PP pun 
terus menyosialisasikan dan memberdayakan caleg perempuan.

"Kita jangan berpikir bahwa caleg perempuan itu tidak berkualitas. Kaum pria 
pun banyak yang tidak berkualitas. Namun, setelah masuk ke parlemen, mereka mau 
belajar dan memperbaiki diri. Kaum perempuan pun pasti bisa," ujarnya. Meutia 
juga mengimbau pemilih perempuan untuk rajin mendengar langsung kampanye para 
caleg agar tahu kualitas mereka. Namun, Menneg PP mengatakan, orang yang golput 
bukan musuh negara, karena bisa saja mereka masih bingung untuk menentukan 
pilihan. [M-17]

Kirim email ke