http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2008122723341916
Minggu, 28 Desember 2008
BURAS
Kian Mendekati Sistem Distrik!
H. Bambang Eka Wijaya
"PERUBAHAN penentuan calon legislatif terpilih dari nomor urut ke suara
terbanyak, kian mendekati sistem distrik!" ujar Umar. "Bedanya cuma pada daerah
pemilihan (dapil) yang terlalu luas dibanding sistem distrik! Dalam sistem
distrik setiap anggota DPR hanya mewakili satu kabupaten atau kota, sehingga
kampanyenya tak menghabiskan dana terlalu banyak dibanding sistem dapil bisa
tiga sampai lima kabupaten-kota!"
"Dalam tugasnya juga setiap anggota DPR bisa lebih praktis karena fokus
mengemban kepentingan satu kabupaten-kota!" sambut Amir. "Dengan sistem distrik
warga kabupaten-kota juga tahu persis siapa wakilnya di DPR! Memang tak semua
kabupaten-kota diwakili hanya satu anggota DPR, karena jumlahnya tergantung
kelipatan per 250 ribu penduduk! Kabupaten berpenduduk satu juta, diwakili
empat anggota DPR peraih suara terbanyak!"
"Dengan penerapan suara terbanyak, arah menuju ke sistem distrik nantinya
bisa terus menguat, terutama demi kepraktisan dan keefisienan caleg baik dalam
kampanye maupun dalam pelaksanaan tugas wakil rakyat!" tukas Umar. "Selain itu,
hal terpenting dalam sistem politik tercipta pada sistem distrik, politisi
menjadi lebih dekat dengan rakyat konstituennya--dibanding model dapil yang
wilayahnya lebih luas!"
"Lebih dari itu, dengan sistem distrik program penyederhanaan jumlah
parpol akan berjalan lebih alamiah, karena dengan satu kabupaten-kota diwakili
hanya satu sampai empat anggota DPR, peluang parpol kecil menjadi lebih
sempit!" tegas Amir. "Sulit sekali mengimbangi perolehan suara partai besar
yang sudah berakar!"
"Tapi tergantung ketokohan calegnya di kabupaten-kota!" timpal Umar.
"Jika partai kecil memiliki tokoh-tokoh kuat di kabupaten-kota, justru sistem
distrik memberi mereka peluang lebih baik! Ketokohan dalam wilayah terbatas
yang homogen justru lebih cenderung dimiliki partai kecil, karena partai besar
ketokohannya lebih menasional, heterogen oriented, orientasinya kawasan yang
luas!"
"Dilihat dari pendekatan orientasi ketokohan itu, memang ada
kecenderungan logika terbalik dalam sistem distrik!" sambut Amir. "Semakin
heterogen suatu wilayah, semakin kecil jumlah partainya seperti di Amerika
Serikat! Sebaliknya, semakin homogen suatu wilayah, sistem multipartai dengan
banyak partai kecil berkembang seperti di India!"
"Maka itu, asumsimu sistem distrik bisa menjadi seleksi alamiah partai
kecil hanya berlaku dalam masyarakat heterogen yang pandangan warganya lebih
menasional!" tukas Umar. "Sedang negeri kita, meski banyak kawasan yang
heterogen, tapi juga banyak yang homogen dengan orientasi kedaerahan yang kuat!
Jadi, kita tak bisa begitu saja mengacu Amerika atau India, tapi harus membuat
model sendiri! Cuma dalam membuat model yang khas itu kita seperti belajar
membuat ketupat--setiap kali anyamannya bubrah lagi, bubrah lagi!"
<<bening.gif>>
<<buras.jpg>>
