Bung Leo..
Tulisan anda sangat menarik, tetapi kajiannya kurang ilmiah juga. Anda hanya 
ambil sepotong-sepotong dari apa yang anda yakini. Anda hanya mengurai proses 
alam bumi paralel saja..itu falsafah kaum spritualism tingkat bumi.  
Tapi saya lebih percaya akan konsep alpha dan omega, selain kita manusia masih 
ada lagi mahkluk di galaksi lain.

Lemuria itu siapa, Atlantis itu siap juga masih hikayat..ada lagi menyatakan 
mereka 
adalah makhluk planet lain. Seperti anda katakan Lemuria seperti  peri.
Sehingga saya makin percaya adanya proses Penciptaan, siapa Allah mereka
tidak penting tetapi tetap ada Keyakinan disitu..bahwa ada Alpha.

Bila bumi hancur akan ada makhluk yang terselamatkan untuk mendapatkan Planet 
baru.
Amerika sendiri punya banyak riset untuk ruang angkasa, akan kehancuran bumi 
dan evakuasi makhluk bila terjadi. 
Bila kita lihat RAPBN Amerika luar biasa besarnya, paling besar untuk riset 
angkasa luar. 

salam
henss
=======================


--- On Sun, 12/28/08, leonardo rimba <[email protected]> wrote:
From: leonardo rimba <[email protected]>
Subject: CiKEAS> Peace for all, without discrimination based on anything
To: [email protected]
Date: Sunday, December 28, 2008, 10:44 AM










    
            Dua hari lalu saya menulis:



"Kalau mengikuti cerita-cerita legenda atau mitos, maka Lemuria itu
isinya manusia yg terlalu pasif, Atlantis itu manusia yg terlalu aktif,
so dari ekstrim ke ekstrim. Yg jelas, di setiap era peradaban kita
memiliki peluang atau kesempatan untuk berkiprah sebebas-bebasnya
melalui berbagai macam eksperimen."



Lalu seorang teman bertanya:



"Maksud postingan (notes) ini... would u mind explaining in d way u like most 
^^ ? it's fine with me."



Yg akan saya jawab sbb:



+



Menurut sebagian kalangan, Lemuria adalah peradaban pertama yg ada di
atas bumi ini, para manusianya adalah mereka yg sifatnya terlalu pasif
dan selalu berusaha untuk menghindari konflik dengan para makhluk yg
ada di atas bumi pada saat itu. Jadi, penduduk Lemuria sering
diibaratkan sebagai peri yg tidak tampak di permukaan bumi, melainkan
hidup di dalam bumi, di lorong-lorong yg dibuat sambung menyambung,
dengan pos-pos pengintai di tempat-tempat strategis untuk mengamati
kegiatan di atas bumi. Di atas bumi hidup makhluk-makhluk purba seperti
Dinosaurus dan sebagainya yg so jelas seram sekaleh...



Lemuria lalu musnah, tenggelam ke dasar laut. Sebagian pengungsi dari
Lemuria kemudian mendirikan peradaban kedua yg dikenal sebagai
Atlantis. Atlantis ini memiliki manusia yg bersifat kebalikan dari
Lemuria. Kalau Lemuria sifatnya pasif, maka Atlantis berisikan manusia
yg hyperactive, mengandalkan kekuatan supranatural as well as natural
untuk menguasai alam sekitar. Lalu ego meraja-lela dan terjadi
perebutan kekuasaan untuk menguasai alat pemusnah massal yg konon
berupa suatu kristal raksasa pembangkit energi yg gimana gituh. Dalam
perebutan kekuasaan ini sang kristal meledak dan menghancurkan benua
Atlantis yg lalu tenggelam ke dasar lautan.



Peradaban kita yg sekarang adalah yg ketiga kalau menurut mitos ini.
For your information, yg namanya "mitos" sebenarnya cuma hikayat half
truths, ada kebenarannya walaupun banyak juga isapan jempolnya. So,
Lemuria mungkin pernah existed, dan manusianya mungkin masih berupa
setengah hewan, yg jelas lebih hewani (or lebih manusiawi even ?)
daripada sebagian manusia yg memiliki ego dan teknologi seperti mereka
yg hidup di peradaban berikutnya, yaitu Atlantis.



Atlantis memiliki ego dan teknologi as well as agama. Agama orang
Atlantis adalah penyembahan energi yg gimana gituh. Nama Tuhan disana
bukan Allah which is oke-oke saja karena Allah itu baru muncul
belakangan, jauh setelah bumi ini tercipta. Allah juga merupakan mitos
yg bahkan lebih extravagan daripada mitos Lemuria dan Atlantis karena
Allah meng-klaim menciptakan langit dan bumi yg umurnya sudah entah
berapa ribu juta tahun ini. Pedahal, kita semua tahu bahwa paling tua
Allah itu usianya 5,000 tahun, yaitu tidak lebih tua dari Nabi Musa yg
"menganyam" segala macam kisah penciptaan manusia di Taman Firdaus dan
lain sebagainya, termasuk kisah perjalanan Nabi Ibrahim blah blah
blah... yg semuanya ditulis oleh Musa, seorang yg sangat terpelajar dan
terdidik di istana Firaun Mesir.



Musa adalah seorang manusia yg menciptakan suatu sintesa yg akhirnya
melahirkan agama-agama Timur Tengah (Yahudi, Kristen, Islam, dan segala
macam derivative-nya, termasuk Ahmadiyah blah blah blah...). Di India
ada juga para brahmana yg menciptakan agama-agama Hindu yg akhirnya
melahirkan agama Buddha juga dan segala macam derivative-nya seperti
Zen, blah blah blah... Di Amerika Pre-Columbus juga ada agama-agama
asli. Di Cina agama aslinya adalah Tao dan Konghucu. Di Jepang agama
aslinya disebut Shinto. Di Indonesia agama aslinya adalah yg sekarang
dikenal sebagai Kejawen dan segala macam alirannya, plus berbagai macam
agama-agama kafir lainnnya di luar Pulau Jawa.



So, kisah tentang peradaban manusia adalah kisah sambung menyambung
bersifat half truths tentang bagaimana manusia tercipta, tentang
bagaimana ada sang pencipta, tentang segala macam perbuatan halal dan
haram blah blah blah... yg semuanya merupakan IDE belaka. Karena ide
akhirnya kita mengenal istilah "ideologi". Ideologi is none other than
ideas yg disembah maybe sepuluh kali sehari, lengkap dengan segala
macam ritual berupa hari raya, dsb... Agama-agama itu semuanya ideologi
karena manusianya biasanya akan lupa daratan dan tidak menggunakan akal
pikirannya karena akan tertutup oleh segala macam "roh" yg dikirimkan
oleh Allah atau siapapun yg dianggap sebagai Dewa or Dewi di ideologi
itu. 



Nah, kita sebagai suatu peradaban sudah bergerak dari ekstrim ke
ekstrim. Lemuria dengan agamanya yg ekstrim pasif. Atlantis dengan
agamanya yg ekstrim aktif. Dan era kontemporer sekarang yg mungkin
bermula sejak 10,000 tahun yang lalu dengan peradabannya yg terkadang
pasif, terkadang aktif, dan terkadang fanatik juga, dan terkadang
bahkan bisa belajar juga dari kesalahan sendiri di masa lalu.



Kalau kita mau, maka kita semua bisa menggabungkan apa yg terbaik dari
ide-ide yg kita miliki. Kita tahu bahwa segalanya merupakan buatan
saja, bahkan ide tentang Allah, bahkan ide tentang agama yg terakhir
dan sempurna, bahkan segala macam puja puj terhadap nabi ini dan itu.
Kita mengerti bahwa segalanya itu buatan saja yg mungkin telah pernah
berjasa bagi masyarakat banyak ketika peradaban kita masih primitif.
Dibandingkan dengan saat ini, maka 1,500 tahun yg lalu itu termasuk
masa primitif walaupun kita juga tahu bahwa telah ada perdagangan bebas
menggunakan kafilah onta, dlsb... 



Tetapi, segala macam ide-ide yg berasal dari 1,500 tahun yang lalu
jelas sudah tidak relevan lagi di masa sekarang. Dulu manusia masih
takjub mendengar kisah petualangan Allah yg menciptakan Adam dan Hawa
di Taman Firdaus. Kita sekarang tidak takjub lagi karena kita tahu
bahwa semuanya itu cuma isapan jempol saja yg dikarang oleh Musa, yg
juga kemungkinan besar seorang plagiator. Kisah itu sudah ada ribuan
tahun sebelumnya lagi bahkan sebelum Musa menconteknya; contekan mana
sayangnya akhirnya menjadi bagian dari "kitab suci" di sebagian agama.
Dan itu semuanya terjadi dalam peradaban kontemporer, di era kita saat
ini, dan bukan di Lemuria ataupun Atlantis.



Hikmahnya itu cuma satu sebenarnya. Kalau Lemuria dan Atlantis akhirnya
hilang lenyap tenggelam ke dalam lautan karena manusianya itu bersifat
ekstrim, maka kita yg hidup di peradaban terakhir ini memiliki
kesempatan yg sama untuk berbuat sesuatu yg berbeda. Kita bisa belajar
dari kesalahan peradaban masa lalu. Ekstrim selalu menyakitkan, baik
bagi diri sendiri maupun bagi kita sebagai suatu komunitas. So,
akhirnya kita akan menjadi moderat saja. Kita akan biasa-biasa saja
tanpa menyembah ini dan itu, tetapi menjalani saja apa yg bisa dan
harus dijalani, tanpa ngotot bahwa harus ada Allah blah blah blah... yg
juga tidak akan protes ketika kita akhirnya menciptakan ide-ide baru yg
akan memberikan kedamaian dan ketenteraman bagi seluruh dunia. 



Peace for all, without discrimination based on anything. 



Leo

Milis Spiritual Indonesia <http://groups. yahoo.com/ group/spiritual- 
indonesia>.



Image
dari benua legendaris Lemuria. Terlihat di peta itu bahwa sebagian dari
present-day Indonesia pernah menjadi bagian dari Lemuria, termasuk
Pulau Jawa bagian Barat dan Jakarta.

        New Email names for you!  

Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.

Hurry before someone else does!
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke