Minggu, 28 Desember 2008 Jakarta-berdikari online (28/12/08): di sela-sela acara orasi catatan akhir tahun (28/12) di Hotel Santika, di Jakarta, Gus Dur menyempatkan untuk menerima perwakilan petani suluk bongkal, Bengkalis, Riau, didampingi istri dan anaknya. Pada kesempatan tersebut, Gusdur memberikan kesempatan kepada petani untuk berdialog dan menyampaikan kronologis aksi kekerasan yang dilakukan oleh PT. Arara Abadi dan Polda Riau (18/12/08). Perwakilan petani yang terdiri dari Pak Khalifah, Tengku Muthalib, Pak Pongah, dan Rasyidin lansung menyampaikan latar belakang kasus dan berbagai bentuk aksi kekerasan yang dilakukan polisi.
Menurut Pak Pongah, pertemuan dengan Gusdur, mantan presiden RI kedua ini, menghasilkan sejumlah point, yaitu pihak gusdur menyatakan prihatin dengan kejadian tersebut, dan selanjutnya akan menyurati Kapolri dan Polda Riau terkait kejadian ini. Bagi pak pongah, mudah-mudahan pertemuan dengan Gusdur ini membuka jalan penyelesaian politik terhadap konflik dengan PT. Arara Abadi dan sekaligus penyelesaian mengenai aksi kekerasan yang dilakukan kepolisian. Menurut rencana, perwakilan petani Suluk Bongkal masih akan berkunjung dan bertemu sejumlah tokoh politik nasional, sekaligus menarik komitmen mereka terhadap penderitaan mereka. (ulf) baca selengkapnya di http://papernas.org/berdikari/content/view/149/1/
