Juni 1967:
Israel mencaplok Jalur Gaza yang sebelumnya dikuasai oleh Mesir selama 
perang. Menurut sensus Israel saat itu, populasi penduduk di Jalur Gaza 
hanya 380.000 jiwa, dan setengahnya merupakan pengungsi dari Israel. Saat 
ini, populasi di wilayah seluas 360 km persegi tersebut mencapai 1,5 juta 
jiwa, dengan jumlah pengungsi beserta keluarganya mencapai 1 juta jiwa.

Desember 1987:
Perselisihan di kamp pengungsi Jebaliya memicu pemberontakan warga 
Palestina, yang berakhir pada tahun 1993. Kelompok militan Islam Hamas 
merupakan yang pertama kali muncul pada masa-masa awal pemberontakan.

September 2005:
Israel menarik pasukannya beserta 8.500 pendatang Yahudi dari Jalur Gaza. 
Namun, Israel tetap menguasai wilayah udara, perairan di garis pantai, dan 
perbatasan. Hal ini menyebabkan ahli-ahli hukum Palestina dan beberapa 
dari Israel menuduh Israel masih menduduki Jalur Gaza

Juni 2007:
Hamas mengambil alih Jalur Gaza dari tangan Presiden Palestina Mahmoud 
Abbas.

Juni 2008:
Kelompok militan Hamas dan Israel sepakat untuk melakukan gencatan senjata 
untuk menghentikan pertempuran.

November 2008:
Hamas kembali melontarkan roket dan mortir ke wilayah Israel SEBAGAI 
BALASAN SERANGAN MENDADAK YANG DILANCARKAN ISRAEL beberapa saat setelah 
perjanjian gencatan senjata berakhir.

27 Desember 2008:
Israel membombardir Jalur Gaza, dan menyebabkan lebih 200 warga Palestina 
tewas pada hari pertama penyerangan.  Korban tewas hingga Senin mencapai 
300 orang lebih. 

Kirim email ke