Pilgub Puteran Kedua Kofifah Makin Jeblok-Protest Lagi
                                 
Rupanya para pemilih itu juga makin muak dengan favoritnya sebelumnya,
buktinya, pada puteran pertama Kofifah mendapatkan 21 angka yang lebih
tinggi dari puteran kedua.  Namun dalam puteran kedua justru terbalik,
lawannya mendapatkan 11 angka lebih tinggi dari angka pada puteran
pertama.

Waktu kalah diputeran pertama, Kofifah memprotes dan menuntut
perhitungan ulang.  Tapi setelah diulang ternyata kekalahan angkanya
makin besar, akibatnya dia kembali protes agar diulang lagi diputeran
ketiga.

Prinsipnya Kofifah dia harus menang, kalo belum menang harus selalu
diulang.  Masalahnya sebelum perhitungan suara, Kofifah memimpin doa
bersama para supporternya, dan dalam doa itu dia bilang bahwa Allah
telah menunjukkan kekuasaannya dengan memilih dia yang jadi Gubernur.
 Dan sewaktu poll juga dia menang angka tipis dari lawannya.  Kemudian
melihat kenyataan ternyata dia kalah terus, maka dia yakin terjadi
kecurangan karena Allah itu enggak pernah salah memilih dia jadi
pemenang pemilihan Gubernur Jatim.

Sebenarnya, dari kejadian ini sudah bisa dijadikan contoh untuk
disimpulkan bahwa agama tidak boleh masuk politik apalagi diikut
sertakan dalam kegiatan bernegara.  Akibatnya terjadi vested interest
seperti yang menjangkiti Kofifah ini.  Contoh yang lebih ekstreem lagi
adalah Hamas yang menembaki negara tetangganya sepanjang masa sampai
katanya negara Israel musnah.  Tapi waktu negara tetangganya membalas,
malah dituduhnya keji, dituduhnya melanggar HAM, dituduhnya melanggar
perjanjian Geneva.

Tapi memang rupanya para pemimpin negara ini sudah demikian keracunan
agama sehingga tidak bisa lagi belajar dari contoh, tidak bisa lagi
belajar dari pengalaman.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





Kirim email ke