AS Tidak Menjajah Irak Tapi Atas Wewenang Resolusi DK PBB
                        
Berita2 yang disebarkan di negara2 Islam terutama di Indonesia yang
menyatakan masuknya tentara Amerika sebagai ilegal karena tidak seizin
Dewan Keamanan PBB adalah tidak benar, berita itu menyesatkan umat
Islam karena yang sebenarnya sejak pertama masuknya tentara Amerika ke
Irak sudah mendapatkan wewenang PBB, bahkan sebenarnya keseluruhan
tentara Amerika sudah siap ditarik pada 2004 dan sudah diserah
terimakan kepada pasukan Dewan Keamanan PBB.  Namun setelah pasukan
PBB ini diserang oleh terroris sehingga banyak anggauta pasukan
perdamaian ini mati jadi korban, maka PBB mengembalikan wewenang
pengamanan Irak ini kepada pasukan Amerika.

Berita dibawah ini adalah bukti bahwa berita2 selama ini yang
disebarkan di Indonesia sama sekali tidak benar.  Fitnah yang
disebarkan oleh media di Indonesia menyatakan se-olah2 Amerika
menjajah Irak.


http://www.mediaindonesia.com/

Kamis, 01 Januari 2009 13:15 WIB
Militer AS Kini di Bawah Wewenang Irak
BAGHDAD--MI: Militer AS di Irak berada di bawah wewenang pemerintah
Irak pada Kamis (1/1), untuk pertama kali sejak serbuan pimpinan AS
menggulingkan Saddam Hussein pada 2003, tonggak sejarah dalam jalur
negara yang dilanda perang itu menuju pemulihan kedaulatan.

Pasukan AS di Irak, yang kini berjumlah lebih dari 140.000 personil,
telah beroperasi sejak 2003 di bawah resolusi Dewan Keamanan PBB yang
berakhir tengah malam pada Malam Tahun Baru. Mulai 1 Januari, tentara
AS beroperasi di bawah wewenang pemerintah Irak, sesuai kesepakatan
yang ditandatangani awal 2007 oleh Washington dan baghdad.

Persetujuan tersebut memberi tentara AS waktu tiga tahun untuk
meninggalkan Irak, mencabut wewenang mereka untuk menahan orang Irak
tanpa surat perintah dari Irak, dan memasukkan kontraktor AS dan,
dalam beberapa kasus, tentara AS ke dalam hukum Irak.

Persyaratan baru dan ketat mengenai kehadiran AS di Irak diperoleh
oleh Perdana Menteri Nuri Al-Maliki, yang kian yakin dan ditempa oleh
demokrasi yang matang, kemenangan militer melawan milisi Syiah dan
kemajuan dalam menghadapi anggota Al-Qaeda.




Kirim email ke