MayJen Muchdi Master of Terrors
Yang tidak bisa dipungkiri adalah Munir Mati Diracuni dengan racun
yang biasa digunakan kopasus untuk meracuni kepala2 desa di Timor
Timur yang dicurigai membantu pemberontakan Xanana.
Muchdi ini merupakan anggauta Kopasus yang khusus mendapat pendidikan
terror dengan menyebarkan racun kedalam bir bintang yang produksinya
dibantu oleh pabrik bir bingang di Jakarta.
http://www.yayasanhak.minihub.org/mot/Muchdi%20PR.htm
Ramos Horta memberi gelar kepada Muchdi sebagai Master of Terror, jadi
jauh sebelum terjadi pembunuhan terhadap Munir, Muchdi memang sudah
terkenal sebagai pembunuh berdarah dingin yang membunuh hanya
berdasarkan order dari atasannya.
http://www.komnasham.go.id/portal/en/content/plot-murder-munir-revealed-muchdi-trial
Jadi Muchdi ini membunuh Munir sama sekali tidak terkait dengan
masalah pribadi. Penuntut Umum diancam untuk tidak melebarkan
permasalahan tapi cukup membatasinya sebatas dendam pribadi Muchdi.
Pada mulanya penuntut umum mengira bahwa dia bisa berhasil membawa
Muchdi ke Penjara seperti yang dijanjikan oleh seseorang perwira yang
menghubunginya, namun pada saat pembacaan pledoi sang penuntut malah
diancam untuk membebaskannya.
Munir dianggap musuh negara, dia dianggap pengkhianat negara, karena
dunia Internasional sedang gencar2nya menuntut para jendral yang
terlibat dalam pembunuhan massal di Timor Timur, pemerintah RI
mendadak mendirikan lembaga HAM untuk mentuntaskan masalahnya dengan
pura2 menyidik untuk kemudian membebaskan semua tuduhan2 yang menimpa
negara ini.
Muchdi bertugas untuk melindungi kepentingan negara, dan untuk itulah
dia ditunjuk untuk menjadi pelaksana pembunuhan munir tanpa dicurigai.
Pengalaman Muchdi di Timor Timur sangatlah khas, persis seperti apa
yang dilakukan kepada Munir.
Kepala2 Desa yang dicurigai membantu Xanana biasa diajak pesta2 minum
bir sesuai dengan tradisi orang2 di Timor Timur. Pada saat pesta2
itulah disajikan bir dalam can yang tertutup rapat yang berasal dari
pabrik bir bintang di Jakarta. Can2 bir bintang itu juga telah
diisikan racun2 yang sama seperti yang diberikan kepada Munir.
Bilamana para kepala Desa itu sakit perut, maka oleh Muchdi
dipanggilkan dokter2 Kopasus untuk mengobatinya dan dokter yang
mengepalai proyek ini juga berpangkat LetKol yang bernama Dr.Bambang.
Setelah diracuni kemudian diobati dan sembuh, hal ini terjadi
berulangkali dan dokter akan menanamkan kepada pasiennya bahwa mereka
memang mengidap penyakit tertentu sehingga satu waktu kepala2 Desa ini
mati dengan catatan bahwa memang sudah sakit kronis sebelumnya
beberapa waktu lamanya sehingga kematian para kepala desa ini se-olah2
alamiah berasal dari penyakit yang telah beberapa lama dideritanya dan
keluarga dari kepala2 desa ini tidak mencurigai. Racun yang digunakan
ini adalah jenis senyawa Arsenicum.
Ditinjau baik dari latar belakang dan pengalaman Muchdi, maka tidak
ada alternative orang lain yang punya kemampuan membunuh Munir dengan
cara2 seperti ini. Pesawat Garuda berisi penumpang yang selama
perjalanan tidak berubah isinya dan dari penyidikan semua
penumpang2nya tidak satupun yang mempunyai motive untuk melakukan
pembunuhan ini kecuali satu orang yang tidak seharusnya berada dalam
pesawat ini yaitu Pollycarpus. Penyidikan terhadap Pollycarpus ini
akhirnya menguak berbagai bukti2 keterkaitan Muchdi dibelakangnya.
Jadi apabila pengadilan membebaskan tuduhan kepada Muchdi, seharusnya
mereka mampu membuat kambing hitam baru !!! Namun karena terbatasnya
penumpang yang bisa dijadikan kambing Hitam maka pengadilan merasa
riskan untuk mencari kambing hitam baru.
Namun tanpa kambing hitam baru, celakalah keputusan membebaskan Muchdi
ini karena akan menjadi terbongkar permainan sandiwara yang memalukan ini.
Kegagalan Muchdi disini adalah keberhasilan petugas2 Belanda
menganalisa makanan Munir yang masuk kedalam perutnya berisi racun
dari senyawa arsenicum ini. Hal ini betul2 diluar dugaan Muchdi dan
juga pollycarpus karena dalam rencananya, mayat Muchdi tidak
seharusnya diautopsi oleh dokter2 Belanda melainkan seharusnya
langsung dibawa kembali ke Indonesia. Kecelakaan kecil inilah yang
membawa terkuaknya pembunuhan Munir yang dilakukan oleh konspirasi
negara yang dilaksanakan oleh Muchdi.
Muchdi adalah pahlawan bangsa dan Munir adalah pengkhianat bangsa,
begitulah visi dari korps kopasus Indonesia.
Ny. Muslim binti Muskitawati.