Belum Pernah Ada Perjanjian Gencatan Senjata Israel - Hamas
Adalah kebohongan fitnah yang menyatakan bahwa Israel telah
menandatangani perjanjian gencatan senjata dengan Hamas selama 6 bulan.
Memang Mesir telah mengundang Israel untuk membicarakan usul Hamas
untuk melakukan gencatan senjata selama 6 bulan, namun oleh Israel
ditegaskan bahwa Israel tidak mengakui eksistensi Hamas sehingga tak
mungkin bisa menandatangani perjanjian gencatan senjata dengan Hamas.
Israel hanya mengakui pemerintahan Abbas, sehingga kalo mau melakukan
perjanjian gencatan senjata harus dengan Abbas bukan dengan Hamas.
Demikianlah Israel meresponse usul Hamas melalui pihak ketiga yaitu
Mesir karena Israel tidak akan pernah mau bertemu dengan wakil2 Hamas.
Jawaban Israel adalah tidak ada gencatan senjata, asalkan roket2 Hamas
tidak ditembakkan kewilayah Israel, maka Israel juga tidak akan
melakukan serangan apapun juga.
Demikianlah, karena Hamas sedang merestorasi cadangan roket2nya, maka
mereka hanya menembakkan roket2nya beberapa kali saja seminggu, dan
sewaktu dibalas Israel mereka menuduh Israel melanggar gencatan
senjata, namun pihak Hamas kemudian menangkapi mereka yang menembaki
roket2 ke Israel.
Setelah 6 bulan berlalu, mendadak dengan gencar Hamas kembali
menghujani roket2nya kewilayah selatan Israel, untuk hal ini, pihak
Israel mengontak perantaranya di Mesir untuk menanyakan apakah
gencatan senjatanya tidak diperpanjang??? Dalam pertanyaan ini Israel
juga menyampaikan pesan khusus bahwa apabila serangan roket2 ini tidak
segera dihentikan maka Israel akan melakukan serangan besar2an.
Demikianlah, karena Hamas meresponse bahwa tidak ada lagi gencatan
senjata dan akan terus menembaki roket2nya yang sekarang malah
berjarak 30 km padahal sebelumnya roket2nya hanya mampu menempuh
lintasan 10 km saja, maka sudah jelas bahwa Hamas merasa sudah
memiliki roket2 yang lebih canggih untuk menghancurkan Israel.
Setelah response Hamas kepada pihak Mesir menolak perpanjangan
gencatan senjata yang sebelumnya diusulkannya sendiri, maka Israel
mulai membalas serangan2 ini setelah berkonsultasi dengan pihak United
Nation, Amerika Serikat, Mesir, Arab Saudia, dan Syria. Semua pihak
kemudian berusaha menekan agar Hamas memperpanjang gencatan senjatanya
untuk mencegah serangan yang mematikan sebagai akibatnya.
Demikianlah, setelah serangan2 berlangsung, pihak Hamas kalang kabut,
Meshal sebagai pemimpin Hamas di pelariannya di Syria ber-teriak2 agar
Israel menghentikan serangannya dan Hamas bersedia merundingkan
pembaharuan gencatan senjata.
Sebagai jawabannya, Israel menjawab, ada waktunya damai ada waktunya
berperang, dan saatnya sekarang adalah menghancurkan total kekuatan
Hamas di Gaza.
Demikianlah, dari chronologis kejadian diatas bisa disimpulkan bahwa
Israel tidak akan menghentikan serangan2nya hingga mencapai target
yang direncanakannya.
Kecil sekali liga Arab akan bisa bersatu memberi response yang
mengutuk tindakan Israel karena pihak Israel sudah melakukan
pembicaraan mendalam dalam serangan yang dilancarkannya ini dengan
pihak Mesir, Arab Saudia, UN, dan Syria sehingga tak ada satupun yang
menghalangi lagi serangan2 Israel yang begitu terencana ini.
Kali ini keberhasilan Israel adalah melindungi sipil dari serangan2nya
yang akurat, petinggi2 Hamas dan panglima tertinggi pasukan Hamas mati
dalam serangan udara. Hamas betul2 mengalami nasib yang apes, tidak
ada satupun infrastruktur miliknya yang bisa bekerja lagi, kantor2
hancur, terowongan2 dibawah tanah hancur oleh smart bomb yang
disumbangkan Amerika dalam serangan ini.
Hingga detik ini kecaman2 hanya datang dari segelintir negara2 Islam
saja yang antara lain Indonesia. Semua negara2 Islam hanya ber-basa
basi agar Israel cepat menghentikan serangan2nya untuk mencegah
jatuhnya lebih banyak korban2 sipil. Namun semua korban sipil sudah
berhasil diatasi oleh Israel.
Setelah membungkam roket2 Hamas, Israel akan segera mengoperasikan
pasukan darat2nya, tank2 sudah berderet disepanjang perbatasan
menunggu perintah untuk masuk ke Gaza melalukan sapu bersih semua
pendukung Hamas.
SekJen PBB Ban Ki Moon sudah dengan tegas menyatakan, gencatan senjata
hanya bisa berlangsung apabila Hamas menghentikan tembakan2 roketnya
ke Israel dan menolak resolusi beberapa negara Islam yang hanya
sepihak menyalahkan Israel dan sepihak menekan Israel menghentikan
serangan2nya.
Ny. Muslim binti Muskitawati.