T = Mas Leo, saya mau tanya nih. Saya tadi malem mengalami sesuatu
yang saya terima sebagai sebuah penglihatan, sebuah vision, tapi saya
nggak ngerti artinya. Saya ngerti dikit, tapi saya belum bisa
mencernanya secara utuh. Mungkin Mas Leo bisa bantu saya? Ceritanya
gini, ...

Tadi malem, saya masuk kamar jam 12 lebih dikit. Sebelum tidur saya
meditasi, dan saya mengalami sesuatu yang menurut saya bukan mimpi.
Saya merasa saat itu saya sadar, tidak tidur. 

Saya merasa melihat diri saya sendiri dalam sebuah ruangan buesar di
dalam goa batu. Ruangannya buesar, dindingnya berwarna kuning emas.
Saya melihat diri saya sendiri dari kejauhan sedang berjalan di sebuah
jalan sempit mepet tembok di sebelah kirinya dan jurang di sebelah
kanannya. Lebar jalannya kira-kira 2 meteran lah. Jalan itu menanjak
naik, dan saya melihat diri saya sendiri dari sisi sebelah kanan 'saya'
yang di sana, sedang berjalan mendaki jalan itu. Nggak curam sih
naiknya. Landai, tapi arahnya naik. Can you imagine that? Saya melihat
diri saya sendiri dari kejauhan sedang berjalan naik ke arah kanan
dalam sebuah ruangan besar dalam goa yang dindingnya berwarna kuning
emas.

Nah di situ saya seperti ngomong sama diri saya sendiri dan Tuhan, gini, "I 
understand. God, I understand. Tuhan, aku ngerti."

Lalu setelah itu saya melihat sederetan wayang kulit yang ditata dalam
sebuah tempat yang bertingkat seperti tangga gitu, warna panggungnya
coklat kayak karton, susunannya: wayang yang di sebelah kiri dipasang
menghadap ke sebelah kiri saya dan yang kanan menghadap ke sebelah
kanan saya. Saya nggak apal wayang, tapi satu yang jadi fokus saya
adalah wayang yang di tengah yang menghadap ke kiri, mukanya item dan
kesannya cowok. Agak gede gitu, kira2 tinggi 60 senti. Nggak tau sapa. 

Nah lalu tiba-tiba 'panggung' tempat wayang itu ditata bergetar hebat
sekali. Lalu saya mendengar suara yang bertanya pada saya, "What do you
see?"

Saya jawab, "Saya melihat gempa!"

Waktu itu sempat terbetik juga pikiran, mungkin bukan gempa tapi hanya
getaran panggung yang hebat. Tapi suara itu nggak protes waktu saya
jawab saya melihat gempa. 

Lalu suara itu tanya lagi, "Apa lagi yang kamu lihat?"

Karena saya melihat wayang itu khas Jawa saya jawab, "Saya melihat Jawa!"

Lalu suara itu menyuruh saya gini, "Make a choice!"

Suara itu menyuruh saya memilih di antara wayang-wayang itu. Saya
merasa saya memiih wayang yang berada di pojok kanan dengan cara
menengok ke arah itu. Anehnya, wayang yang saya lihat itu tidak seperti
wayang yang lain. Waktu itu wayang yang lain jadi terlihat seragam
kayak balok-balok kayu kecil ukuran tinggi 10 senti gitu, dan di ujung
kanan ada lima bentuk 3 dimensi dari kayu yang saya liat, kayak wayang
Sunda gitu, tapi kecil-kecil, warnanya coklat muda kayak diplitur gitu.
Bentuknya ada yang tinggi ada yang bulet pendek, dll.

Saya belum ngeh sampai suara itu bilang lagi sama saya, "Hmm, Punakawan. Good 
choice!"

Saya baru ngeh, iya itu emang bentuk punakawan. Yang saya liat jelas
itu yang tinggi satu, mungkin Petruk atau Gareng dan satu yang pendek
bulet, mungkin Bagong atau Semar. Eh, saya baru sadar sekarang, itu
katanya Punakawan tapi kok lima ya? Punakawan kan cuma empat ya? Apa
saya salah liat ya?

Habis itu, saya kembali diperlihatkan panggung wayang yang tadi. Dan
saya melihat getaran panggung itu makin hebat. Suara itu tanya lagi,
"What do you see?"

Saya jawab, "Saya melihat gempa makin hebat!" 

Lalu saya diperlihatkan Candi Borobudur yang keliatan dari kejauhan, keliatan 
kecil gitu.

Suara itu tanya, "Apa yang kamu lihat?"

Saya jawab, "Saya melihat Borobudur. Candi Borobudur!"

Habis itu saya seperti mau diperlihatkan banyak hal lain lagi, tapi
saya menolak. Saya bilang, "Udah Tuhan, udah! Udah cukup! Udah cukup!"

Jujur waktu itu saya takut. Saya takut kalau-kalau ini sebuah ramalan
tentang kejadian buruk yang akan terjadi. Saya menolak, tapi sepertinya
saya terus ditekan untuk melihat. Saya menolak terus, dan akhirnya saya
hanya diem aja dan diem, nggak diperlihatkan apa-apa lagi. Saya diem
sejenak sebelum akhirnya saya membuka mata saya dan ternganga,
bertanya-tanya apa yang baru saja saya alami.

Saya lalu SMS mengirim kata-kata kunci dalam mimpi saya ke seorang
teman saya in case saya bangun tidur nanti lupa. Lalu saya inget saya
punya HP yang bisa buat ngerekam suara, lalu saya rekam apa yang saya
lihat barusan dalam bentuk suara. Waktu saya selesai merekam, waktu
menunjukkan jam 1 tepat. Jadi seluruh penglihatan tadi saya terima
hanya dalam waktu kurang lebih 45 menit.

Saya bertanya-tanya apa arti dari yang barusan saya alami.
Kadang-kadang dalam hal mimpi saya bisa langsung ngeh, dhong arti mimpi
saya, tapi kadang-kadang juga butuh mengalami sesuatu dulu baru saya
ngeh. Dan seperti biasanya, selalu ada kepingan-kepingan puzzle yang
menyatu.

Siang sebelumnya saya membaca di sebuah blog, lupa di mana, topiknya
juga nggak ada hubungannya dengan mimpi saya, tapi yang langsung
nyanthel waktu itu adalah kata-kata yang bunyinya kira-kira gini,
"Tundalah arti. Endapkan. Renungkan."

Lalu saya menunda mengartikan apa yang barusan saya lihat. Saya lalu
mencoba meditasi lagi tapi udah ngantuk. Saya lalu tidur, berharap ada
mimpi yang bisa menjelaskan arti penglihatan itu.

Sayangnya sampai saya bangun tadi pagi saya belum juga ngerti banget
arti penglihatan itu. Mas Leo Ada yang bisa bantu menerjemahkan
penglihatan saya itu? Terima kasih sebelumnya.

J = Terima kasih atas sharing penglihatan yg begitu luar biasa dari Mas
B. Terus terang, saya merasa seperti melihat bayangan Ezekiel. Ini Nabi
Ezekiel yg kitabnya ada di Alkitab bagian Perjanjian Lama dan
menceritakan kisah ketika dia mengalami suatu penglihatan tentang
Baitullah di Yerusalem di "masa depan". Baitullah itu bentuknya akan
seperti Candi Borobudur yg memiliki empat sisi sama panjang. Itu
bayangan yg muncul di dalam pikiran saya ketika membaca tulisan anda
tentang penglihatan yg anda alami.

Ada prolog seperti berjalan di dalam ruangan goa yg besar sekali. Goa
itu simbol dari kehidupan kita di dunia ini. Di dalam dunia fisik,
dimensi ruang dan waktu, kita diibaratkan hidup di dalam "goa". Filsuf
Yunani yg bernama Plato sudah pernah menulis ribuan tahun lalu bahwa
manusia di atas bumi ini seperti manusia yg hidup di dalam goa; artinya
bahwa apa yg kita lihat dan rasakan cuma sebatas dimensi ruang dan
waktu saja, pedahal di luar goa itu ada banyak pemandangan, gunung,
laut, kota-kota, mall, kesenian, dan segala macam hal lainnya yg tidak
terpikirkan oleh manusia penghuni goa yg tidak pernah keluar dari
goanya. Mereka yg menghuni Goa Plato bilang bahwa goa itu adalah
satu-satunya dunia, dan mereka tidak mau keluar dari goa itu. Artinya:
mereka tidak mau keluar dari belief systems mereka bahwa goa itu adalah
segalanya, dan bahwa tidak ada kehidupan di luar goa. Pedahal kita tahu
bahwa goa itu terbatas, dan bahwa dunia yg asli itu jauh lebih luas
daripada sekedar goa belaka.

Banyak orang yg sampai sekarang masih hidup di dalam goa. Ada mereka yg
ngotot dan ngoyo memegang belief systems mereka bahwa kita akan menjadi
"tamu Allah" kalau pergi ke sudut tertentu dari goa itu, dan akan
tercatat di dalam buku perhitungan yg dipegang oleh Allah the
accountant sehingga nanti setelah mati akan masuk ke dalam Sorga yg
letaknya juga di goa itu, cuma maybe di tingkat lebih atas, blah blah
blah...

Ada belief system semacam itu dan banyak jenis belief systems lainnya
yg semuanya memiliki "Cave Paradigm" alias Paradigma Goa. Mereka yg
ber-paradigma goa akan memegang patokan bahwa goa adalah satu-satunya
tempat kita hidup, dan memang berlapis emas sehingga rasanya gimana
gituh... 

Mereka yg hidup di goa selalu menolak untuk keluar karena di luar goa
berisikan segala macam "Setan". Pedahal Setan itu adanya di dalam
pikiran mereka sendiri. Kalau mereka takut, maka sumber ketakutan itu
mereka sebut sebagai "Setan". Kalau mereka takut keluar goa, maka
mereka akan bilang bahwa di luar goa ada "Setan". Pedahal yg namanya
"Setan" itu adalah FEAR atau ketakutan yg adanya di dalam diri mereka
sendiri. Manusia goa punya ketakutan untuk keluar goa karena kalau
keluar maka tidak akan bisa masuk "Sorga" yg letaknya di dalam goa juga
cuma sedikit lebih tinggi, but still in a cave.

Anda melihat diri anda sendiri berjalan di dalam goa berlapis emas itu,
dan berjalannya ke atas. Ini adalah simbol bahwa diri anda yg sekarang
ternyata menapaki spiritualitas dengan tetap berpegang pada paradigma
goa. Jadi, anda tetap memegang belief systems tentang adanya Sorga dan
Neraka, dan maybe juga Amal dan Ibadah.

Diri anda yg berjalan menapaki spiritualitas goa atau spiritualitas
keagamaan itu ternyata sifatnya konservatif sekali, yg disini
disimbolkan dengan dinding kiri. Anda berjalan ke arah atas di dalam
goa dengan berpegang pada dinding kiri. Artinya anda itu konservatif,
tradisional, karena anda percaya bahwa di sebelah kanan itu ada jurang
yg terlihat juga di dalam penglihatan itu. 

Sisi kanan adalah simbol dari ide-ide revolusioner, dan anda terlihat
menghindari itu. Anda menghindari jurang di sebelah kanan, artinya anda
menjauh dari ide revolusioner yg mungkin juga akan bersifat destruktif.
Kalau terlalu revolusioner maka akan jatuh, dan jatuhnya ke dalam
jurang yg anda sendiri lihat di dalam penglihatan.

Setelah anda sampai di puncak perjalananan anda, anda melihat susunan
wayang kulit. Wayang-wayang itu tersusun seperti pada awal pagelaran
wayang, rapi berderet-deret. Yg di sebelah kiri anda menghadap ke arah
kiri, dan di sebelah kanan anda menghadap ke arah kanan. Dalam realita
sehari-hari, seharusnya semua wayang itu menghadap ke tengah, jadi yg
di sebelah kiri akan menghadap ke kanan, dan yg di sebelah kanan akan
menghadap ke kiri. 

Anyway, arti dari segment penglihatan itu juga jelas sekali, yaitu anda
beranggapan bahwa orang yg ada di kiri atau konservatif semuanya akan
berjalan ke arah kiri, dan yg ada di sebelah kanan atau bersifat
revolusioner semuanya akan berjalan ke arah kanan. Arah perjalanan
mereka diperlihatkan oleh arah mereka memandang. Yg di kiri memandang
ke kiri, dan yg di kanan memandang ke kanan.

Yg menarik, ternyata anda melihat bahwa wayang yg terdapat di tengah
berwajah hitam dan menghadap ke arah kiri. Wayang yg di tengah itu
simbol dari pemimpin keagamaan yg sekarang ada. Wajahnya hitam legam
karena hanya mau mementingkan kekuasaan institusi saja. Bukan
keselamatan jasmani dan rohani dari umat, bukan kesehatan jiwa dari
masyarakat banyak, melainkan hanya kesejahteraan dan kekuasaan dari
lembaga agama yg dipimpinnya saja. Hal itu diperlihatkan secara jelas
dengan simbol berupa wajahnya yg berwarna hitam. Menghadap ke arah kiri
lagi. Kiri adalah simbol dari konservatisme, kekolotan dalam memandang
segala sesuatu. Bukan ke arah masa depan di kanan, melainkan ke arah
masa lalu di kiri. Bukan ke arah pembaharuan di kanan, melainkan ke
arah pelestarian nilai-nilai tradisi belaka yg berasal dari masa lalu
yg sebenarnya juga sudah tidak relevan lagi.

Tetapi lalu panggung wayang itu bergetar hebat. Dan anda diberikan
kesempatan memilih. Getaran itu cuma simbol bahwa ada sesuatu yg sudah
saatnya bergerak. Ada pengambilan keputusan yg harus dilakukan,
termasuk oleh anda juga. Dan anda disitu diberikan kesempatan untuk
memilih wayang yg mana. Wayang adalah simbol dari peranan yg akan kita
mainkan di dalam dunia ini. Dan, ternyata anda mengambil wayang yg
berada di sisi kanan alias yg di sisi revolusioner. Dengan kata lain,
anda memilih untuk menjadi liberal sebagai anti-thesis dari mereka yg
konservatif dan berbaris di arah kiri.

Dan ternyata peran yg anda ambil untuk mainkan di dimensi ruang dan
waktu ini adalah sebagai seorang punakawan. Ada empat orang punakawan,
dan anda lihat semuanya, tetapi ada satu lagi punakawan yg anda lihat
yg, setahu anda, itu tidak ada. Nah, keempat punakawan itu adalah
simbol dari empat elemen dasar pembentuk alam semesta as well as diri
kita, yaitu Udara, Air, Api, dan Tanah. Tetapi of course ada elemen
kelima, yaitu Elemen Roh atau Spirit yg merupakan gabungan dari keempat
elemen itu. So, anda melihat elemen dasar Alam Semesta plus Spirit
sebagai bagian dari cluster wayang atau peran yg anda pilih yg letaknya
di sebelah kanan, di sudut liberalisme.

Lalu, ketika anda sudah memilih wayang atau peran apa yg akan anda
mainkan di dunia ini, anda ternyata masih diberikan bentuk penglihatan
terakhir, yaitu Candi Borobudur. Nah, Candi Borobudur itu simbol dari
Mandala. Keeempat sisinya itu sama, sama panjang dan sama lebar. Kalau
dilihat dari arah depan, maka Borobudur itu akan tampak sebagai suatu
gunung. Gunung atau Gunungan itu simbol dari Alam Semesta. Tetapi kalau
dilihat dari atas maka Borobudur itu akan tampak sebagai suatu Mandala.
Mandala juga merupakan simbol dari Alam Semesta, atau makrokosmos.
Simbol dari diri kita sendiri ketika kita menyatu dengan Alam Semesta
atau Buwana Ageng atau Jagad Gede.

Nah, Borobudur di dalam sistem kebudayaan Jawa itu sinonim dengan
Baitullah di dalam sistem kebudayaan Yahudi. Nabi Ezekiel diperlihatkan
ukuran-ukuran bagi Baitullah di Yerusalem. Baitullah di Yerusalem itu
simbol dari Alam Semesta juga, tidak ada bedanya dengan Candi Borobudur.

So, kesimpulannya apa ? Kesimpulannya very simple sebenarnya, yaitu
bahwa anda memang menapaki semuanya secara fisik dari dalam belief
system yg berupa ajaran-ajaran "Goa" (agama-agama itu semuanya
berisikan ajaran "Goa"), dan anda berjalan menapak ke atas dengan
hati-hati sekali sampai anda diberikan pilihan untuk mengambil peran
apa. Ternyata peran yg anda ambil adalah sebagai seorang yg liberal.
Mungkin juga seseorang dengan ide-ide revolusioner (disimbolkan oleh
wayang di sebelah kanan yg anda pilih).

Tetapi ternyata panggung wayang sebagai simbol dari dimensi ruang dan
waktu itu bergetar terus. Bergetar sebelum anda diberikan kesempatan
memilih, dan bahkan tetap bergetar setelah anda memilih peran apa yg
akan anda mainkan. Getaran itu anda sebut sebagai "gempa" yg juga tidak
salah. Gempa artinya gonjang ganjing, bergerak. Ada yg gonjang-ganjing
di Jawa saat ini karena terjadi pertukaran peran. Banyak orang yg
tadinya tidak memainkan peran apapun atau mengikuti saja sekarang
akhirnya diberikan "kesempatan" untuk memilih. Dan anda mungkin
membawakan pesan yg juga muncul di banyak teman-teman lainnya; yaitu
bahwa ketika kita diberikan kesempatan untuk memilih peran akhirnya
kita akan memilih peran di sebelah kanan, yaitu peran sebagai
pembaharu. 

Terakhir anda diberikan penglihatan berupa Candi Borobudur yg merupakan
simbol dari Alam Semesta atau dunia luas. For your information, kalau
anda sudah melihat Candi Borobudur, maka artinya anda sudah keluar dari
dalam goa. You are now OUTSIDE the cave.

Apa yg akan anda lakukan di Alam Semesta itu rupanya berkaitan dengan
wayang yg anda pilih. Anda pilih wayang punakawan yg memiliki ide-ide
liberal dan revolusioner. Jalani saja, anda akan bisa naik dan turun di
Candi Borobudur atau Alam Semesta ini dengan peran sebagai seorang
punakawan yg sebenarnya merupakan inkarnasi dewata. Punakawan itu
ngeyel to bring their points, caranya dengan ngeyel-ngeyel, tetapi
membawakan nurani yg sering terlupakan oleh mereka yg memegang
kekuasaan dan berkhotbah tentang kebaikan pedahal sebenarnya tentang
penumpukan kekuasaan institusi belaka.

Dan penglihatan yg anda alami merupakan suatu "replika" yg mirip sekali
dengan penglihatan yg diperoleh oleh Nabi Ezekiel ribuan tahun lalu.
Ezekiel melihat Baitullah di Yerusalem, anda melihat Candi Borobudur di
Jawa. Candi Borobudur dan Baitullah di Yerusalem merupakan simbol dari
Alam Semesta. Kabah di Mekkah juga merupakan simbol dari Alam Semesta.
Ketika anda memperoleh penglihatan tentang Candi Borobudur, itu sama
saja artinya ketika anda memperoleh penglihatan tentang Baitullah di
Yerusalem (seperti diperoleh oleh Nabi Ezekiel). Dan itu sama saja
seperti anda memperoleh penglihatan tentang Kabah di Mekkah. Candi
Borobudur, Baitullah di Yerusalem, dan Kabah di Mekkah merupakan simbol
belaka yg artinya adalah keutuhan atau wholeness. 

Walaupun segalanya itu bermula dengan berat yg disimbolkan oleh jalan
menanjak di dalam goa. Dan ketika terjadi juga segala macam
getaran-getaran yg anda sebut sebagai "gempa", anda akhirnya terpaksa
harus mengambil suatu peran tertentu yg simbolnya adalah wayang
punakawan. Ketika semuanya sudah anda lakukan, akhirnya anda akan
mencapai juga keutuhan atau wholeness itu. Whole atau utuh artinya
complete, lacking nothing.

Leo
Milis Spiritual Indonesia <http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>.


Image
dari bagan Candi Borobudur yg dilihat dari arah atas. Kalau dilihat
dari atas, maka Borobudur merupakan suatu MANDALA. Mandala adalah
simbol dari Alam Semesta yg utuh dan memiliki pusat di tengahnya.
Keempat sisinya sama panjang, dan ada satu titik pusat di tengah yaitu
Roh atau Spirit dari segalanya. Spirit kita sebagai manusia berada di
puncak Borobudur yg di diagram ini letaknya persis di tengah. Puncak
artinya tengah, tidak ke kiri maupun ke kanan, tidak ke atas maupun ke
bawah, melainkan tetap di tengah. Diam saja, mengamati saja. Disini dan
saat ini saja. Here and now...


      Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. 
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke