http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=2900:nasihat-untuk-ibu-hamil-oleh--dr-anyta-p-pardede&catid=78:umum&Itemid=139
Nasihat untuk Ibu Hamil.
Oleh : dr. Anyta P. Pardede
KEHAMILAN adalah masa yang istimewa. Dan kelahiran si buah hati pun
menjadi momen yang sangat ditunggu oleh seluruh anggota keluarga.
Para calon ibu baru pasti bertanya-tanya, hal apa sajakah yang perlu
diperhatikan selama hamil..?
Semua ibu hamil dan menyusui harus betul-betul memperhatikan asupan
makanannya, terutama mengenai jumlah kalori, dan protein yang berguna untuk
pertumbuhan janin dan kesehatan ibu. Zat-zat yang diperlukan sang ibu selama
masa kehamilan adalah protein, kar-bohidrat, zat lemak, vitamin, air, dan
mineral terutama kalsium, fosfor, dan zat besi (Fe).
Semua zat tersebut dapat diperoleh dari makanan yang ibu makan
sehari-hari ataupun dari pengobatan tambahan yang diberikan bila ada
kekurangan. Yang sebenarnya penting untuk diperhatikan yaitu bagaimana cara
mengatur menu dan cara pengolahan menu makanan. Menu sebaiknya disusun menurut
petunjuk 4 sehat 5 sempurna. Perlu diketahui bahwa makanan yang mahal harganya
belum tentu tinggi nilai gizinya, namun sebaliknya, banyak bahan makanan yang
murah harganya mempunyai nilai gizi yang tinggi. Ibu hendaknya selalu makan
sayur-sayuran dan buah-buahan yang berwarna karena nilai gizinya tinggi untuk
kesehatan.
Banyak wanita berpendapat bahwa selagi hamil, makan dikurangi karena
mereka takut janin menjadi besar sehingga sulit melahirkan. Pendapat ini tidak
mempunyai dasar, sebenarnya ibu hamil memerlukan tambahan beberapa zat-zat
untuk pertumbuhan janinnya agar sehat dan ini hanya bisa diperoleh dari
makanan.
Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan terjadinya anemia, keguguran
(abortus), lahir prematur (kurang bulan), perdarahan pasca per-salinan, dan
lain-lain. Tidak jarang juga ibu yang makan berlebihan karena dianggap untuk
dua orang sehingga dapat mengakibatkan komplikasi seperti gemuk, pre-eklampsia
(suatu bentuk keracunan kehamilan yang dapat menyebabkan kejang dan koma pada
ibu hamil), janin besar, dan sebagainya. Sebagai pengawasan akan kecukupan gizi
ibu hamil dan pertumbuhan kandungannya dapat diukur berdasarkan kenaikan berat
badan.
Timbanglah berat badan setiap kali periksa kehamilan, berat badan akan
bertambah sesuai dengan pertumbuhan bayi dalam kandungan. Kenaikan berat badan
rata-rata antara 6.5 sampai 16 kg (10-12 kg). Kenaikan berat badan yang
berlebihan atau bila berat badan ibu turun setelah kehamilan triwulan kedua,
haruslah menjadi perhatian.
Hindari Merokok!!
Pada prinsipnya, merokok adalah kebiasaan yang dapat merugikan kesehatan,
baik bagi pria maupun wanita. Hubungan erat antara penyakit jantung, paru-paru,
dan kanker dengan kebiasaan merokok tentunya sudah menjadi pengetahuan umum.
Sayangnya, dampak negatif rokok terhadap wanita tidak sesempit itu. Pada
wanita perokok terjadi peningkatan risiko munculnya kasus kehamilan di luar
kandungan dan keguguran. Selain itu, sebagaimana yang tertulis dengan jelas
dalam setiap kemasan rokok, kebiasaan merokok dapat menyebabkan timbulnya
kecacatan pada janin.
Nikotin menyebabkan gangguan pada proses pelepasan ovum dan memperlambat
motilitas tuba, sehingga risiko seorang wanita perokok untuk mengalami
kehamilan di luar kandungan menjadi 2-4 kali lebih tinggi dibandingkan wanita
bukan perokok.
Merokok juga berhubungan dengan risiko tinggi untuk mengalami kelainan
dalam kehamilan, antara lain ketuban pecah sebelum waktunya dan gangguan pada
plasenta (ari-ari). Kebiasaan merokok pun dikaitkan dengan kelahiran prematur
dan berat badan bayi yang dilahirkan akan cenderung rendah. Bayi yang terlahir
dengan berat badan yang rendah biasanya memiliki risiko tinggi untuk mengalami
kesakitan bahkan kematian. Seluruh fakta tentang dampak negatif rokok terhadap
kesehatan ibu hamil ini sangat penting untuk diketahui. Namun perlu diingat,
sedalam apapun pengetahuan tersebut kita miliki, tentu tidak akan banyak
artinya jika tidak disertai dengan upaya konkret untuk berhenti merokok.
Bagaimana dengan Obat-obatan?
Untuk pemakaian obat-obatan, jika mungkin dihindari selama kehamilan
terutama dalam triwulan pertama. Sebelumnya perlu dipertanyakan mana yang lebih
besar manfaatnya dibandingkan bahayanya terhadap janin, oleh karena itu harus
dipertimbangkan pemakaian obat-obatan tersebut.
Selama hamil, fungsi ekskresi dan keringat ibu akan bertambah. Oleh sebab
itu, mandi sangat diperlukan untuk kebersihan/hygiene terutama perawatan kulit
ibu. Sebaiknya menggunakan sabun yang lembut atau ringan dan tetap jagalah
kebersihan serta keamanannya, jangan sampai tergelincir.
Douche dan mandi berendam tidak dianjurkan untuk ibu hamil. Gosok gigi
juga perlu dilakukan secara teratur untuk mencegah sakit gigi. Dan pakaian yang
digunakan pun harus longgar, bersih dan tidak ada ikatan yang ketat pada daerah
perut.
Perawatan buah dada juga jangan disepelekan. Buah dada merupakan sumber
air susu ibu yang akan menjadi makanan utama bagi bayi, karena itu jauh
sebelumnya sudah harus dirawat. Pakaian dalam yang dipakai harus sesuai dengan
pembesaran buah dada ibu, dan sifatnya adalah menyokong buah dada dari bawah,
bukan menekan dari depan. Pada dua bulan terakhir perlu dilakukan massage
karena kolostrum harus dikeluarkan untuk mencegah penyumbatan. Untuk mencegah
puting susu menjadi kering dan mudah pecah, maka puting susu dan areola
payudara harus dirawat baik-baik dengan cara dibersihkan dengan air sabun dan
biocream atau alkohol.
Sedangkan bila puting susu masuk ke dalam, hal ini diperbaiki dengan
jalan menarik-narik keluar.
Kondisi hamil pun bukan berarti sang ibu tidak boleh beraktivitas sama
sekali. Justru, gerak badan tersebut banyak kegunaannya, antara lain sirkulasi
darah menjadi baik, nafsu makan bertambah, pencernaan menjadi lebih baik, dan
tidur pun lebih nyenyak. Ibu hamil dianjurkan untuk berjalan-jalan pada pagi
hari dalam udara yang masih segar dan melakukan gerak badan di tempat, seperti
berdiri-jongkok, telentang-kaki diangkat, telentang-perut diangkat, dan melatih
pernafasan. Ibu hamil boleh bekerja seperti biasa, tetapi harus sering
istirahat, makan teratur, dan melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin dan
teratur. Istirahat tidur siang sangat menguntungkan dan baik untuk kesehatan.
Istirahat berbaring sedikitnya 1 jam pada siang hari akan memulihkan tenaga
ibu. Sedangkan duduk terlalu lama dapat menyebabkan statis pembuluh darah vena
(vena stagnasi) sehingga mengakibatkan kaki bengkak dan tromboflebitis.
Bukan hanya latihan-latihan fisik saja yang perlu dilakukan sang ibu
namun juga latihan kejiwaan karena ketenangan jiwa sangat penting dalam
menghadapi persalinan. Hamil memang merupakan suatu peristiwa yang fisiologis,
namun banyak ibu-ibu yang tidak tenang dan selalu merasa khawatir akan
kandungannya. Untuk itu, dokter harus dapat menanamkan kepercayaan kepada ibu
hamil dan menerangkan apa yang harus diketahuinya karena rasa takut dan
khawatir yang berlebihan dapat menyebabkan rasa sakit pada waktu persalinan.
Hal ini tentu akan menganggu jalannya persalinan sehingga ibu akan menjadi
lelah dan hilang kekuatan.
Untuk menghilangkan rasa cemas, harus ditanamkan kerja sama yang baik
antara si ibu hamil dan penolong (dokter, bidan) dan diberikan penjelasan
selagi hamil dengan tujuan menghilangkan ketidaktahuan ibu hamil tersebut.