Berdebat Itu Ukuran Pemahaman Capres Dalam Solusi Problem 
                                                  
Jadi berdebat itu bukan tindakan, bukan kebijaksanaan, juga bukan
pelaksanaan dari planning seorang Capres.  Berdebat itu hanyalah
ukuran untuk membandingkan pemahaman satu Capres dibandingkan Capres
lainnya dalam mengusulkan solusi yang terbaik dalam memberi
kesejahteraan rakyatnya.

Meskipun pemahaman tentang solusi itu baik, artinya, meskipun pandai
berdebat, bukanlah berarti pelaksanaan nantinya bisa dikerjakan, atau
bisa berjalan.

Namun berjalan atau tidaknya solusi atau rencana seorang capres, yang
patut dikuasainya dulu adalah pemahamannya itu.  Kalo berdebat saja
tidak bisa, artinya kalo pemahamannya saja tidak ada, lalu apanya yang
bisa diharapkan dari seorang capres yang tidak mengerti solusi
permasalahan yang harus dikerjakannnya dalam memberi kesejahteraan
kepada rakyatnya????

Inilah salah satu bukti, bahwa Megawati tidak memahami pentingnya
kemampuan berdebat, karena dia tidak memahami bahwa untuk bisa
berdebat itu harus mempunyai pemahaman yang mendalam tentang
permasalahan dan solusinya yang harus diadu antara satu capres dengan
capres lainnya dan dari sinilah rakyat bisa menilai mana yang lebih
masuk akal dan capres yang mana yang tidak punya akal sama sekali.


> Indra Lisman <indra.lis...@...> wrote:
> Rakyat juga tidak mau lah kalau pemimpin
> cuma sekedar  jago debat saja, namun debat
> sangat diperlukan karena dari debat
> tersebut akan terlihat kualitas, pemikiran,
> visi, misi bahkan sikap. Kalau saat debat
> pemikirannya jelek apalagi saat bertindak. 


Berdebat itu adalah mengadu program yang direncanakan para kandidat
kalo nantinya dia menjadi presiden.

Jadi kemampuan berdebat itu bukan urusan jadi jagoan melainkan urusan
yang terkait kemampuan seorang kandidat dalam mensejahterakan
rakyatnya kalo nantinya sang kandidat jadi presiden.

Jadi kalo kandidat PDIP menganggap berdebat itu tidak penting, maka
samalah artinya bahwa mensejahterakan rakyat itu tidak penting, memang
lebih penting menambah jumlah pomp bensin, dan yang lebih penting
adalah mengkorupsi sumbangan bank dunia.

Jadi menurut PDIP, kemampuan berdebat itu tidak perlu, sama artinya,
mensejahterakan rakyat tidak perlu.

Memang kenyataannya calon yang diajukan PDIP ini bukan cuma tidak bisa
berdebat, tapi tidak mengerti kenapa harus berdebat, tidak mengerti
bahwa berdebat itu merupakan ukuran kemampuan setiap kandidat untuk
memahami apa yang seharusnya dilakukan dalam mensejahterakan rakyatnya.

Jadi kalo tidak bisa berdebat sama saja artinya sang kandidat tidak
mengerti tugasnya jadi presiden dalam mensejahterakan rakyatnya dan
menyelamatkan negaranya bersamaan dengan juga memajukan negaranya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





Kirim email ke