Happy New Year 2009 .. mas Sunny ... Success all the way .. this year n beyond ....
rgds ivonne --- On Tue, 1/6/09, Sunny <[email protected]> wrote: From: Sunny <[email protected]> Subject: CiKEAS> Jelang Imlek, Aneka "Deng Long" Mulai Bermunculan To: [email protected] Date: Tuesday, January 6, 2009, 8:09 PM http://www.sapos. co.id/berita/ index.asp? IDKategori= 279&id=4903 Selasa, 6 Januari 2009 Jelang Imlek, Aneka "Deng Long" Mulai Bermunculan Masyarakat Tionghoa Mulai Persiapkan Diri SAMARINDA. Walaupun bukan merupakan hari raya keagamaan, namun perayaan Tahun Baru Imlek yang akan jatuh pada 26 Januari mendatang, menjadi salah satu hari besar utama bagi warga Tionghoa di seluruh dunia, termasuk di Samarinda. Pasalnya tanpa peduli agama apapun, tradisi Tionghoa menempatkan Tahun Baru Imlek sebagai hari yang penting dan menjadi saat semua anggota keluarga bisa berkumpul serta saling bersilaturahmi. "Istilahnya, mau beragama Buddha Utara atau Selatan (mazhab Tiongkok maupun India, Red), Kristen dan Katolik atau bahkan Muslim sekalipun, bisa merayakan tradisi Tahun Baru Imlek. Tapi terserah masing-masing keluarga, mau merayakan atau tidak," ungkap Ming Yan (dibaca: ming yen), salah satu warga Tionghoa senior Samarinda. Nuansa menjelang Imlek pun sudah mulai terasa di Samarinda, di mana barang-barang keperluan Imlek berupa lampion "Deng Long" (dibaca: teng long), kertas Hongbao (dibaca: hung pao), aneka hiasan dan lain sebagainya sudah mulai marak dijual. "Sebenarnya masih ada barang yang belum disusun, ini kebetulan ada 'Deng Long', sama hiasan-hiasan yang sudah siap, jadi dipasang duluan," ungkap Lu Dongxiang (dibaca: lu tong siang), pengelola Toko Mewah di Jl Pulau Sebatik kemarin sore. Uniknya, karena Tahun Baru Imlek 2560 ini merupakan tahun dengan lambang sapi, maka lampion, hiasan dan bahkan kertas amplop Hongbao pun dipenuhi dengan gambar-gambar sapi. "Memang didatangkan dari Surabaya sudah dengan model begini, karena disesuaikan dengan Xiao (Shio, Red) pada tahun itu," tambahnya. Untuk kisaran harga, barang-barang yang digunakan dalam perayaan Imlek tersebut cenderung dijual dengan harga yang tak berubah dari tahun lalu. Untuk Hongbao, dijual mulai harga Rp1.000 sampai Rp12.000 per bundel. Lalu hiasan dinding dan gantungan dijual mulai dari harga Rp20.000 hingga Rp125.000. Sedangkan untuk lampion, dijual dari yang berharga Rp50.000 hingga yang Rp650.000 dengan diameter hampir semeter. "Nanti makin dekat Imlek, makin banyak barang-barangnya yang datang. Hiasannya juga cantik-cantik, seperti yang di sini, cantik dan bagus karena barang dari luar. Tapi kalau mau yang lokal juga ada," tukasnya mengakhiri. Sekadar informasi, Tahun Baru Imlek kali ini adalah tahun 2560 yang dihitung sejak tahun kelahiran Konfusius. Namun sebenarnya, penanggalan Imlek sudah dijalankan lebih dari 5.000 tahun. Tahun kelahiran Konfusius dijadikan tahun 0 kembali sebagai bentuk rasa hormat dari kaisar yang saat itu berkuasa. (lee
