Cendrawasih Pos
9 Januari 2009

 
Rumah Ketua LMA Port Numbay di Tanah Hitam Diserang 

6 Orang Luka, 1 Mobil dan 3 Motor Dirusak

JAYAPURA-Rumah Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Port Numbay, George Awi yang 
terletak di depan Gereja Bethel di Kampung Baru, Tanah Hitam, Distrik Abepura, 
Kamis (8/1) kemarin, dilaporkan diserang oleh beberapa orang yang didentitasnya 
belum diketahui. Penyerangan yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIT, 
mengakibatkan, 6 orang mengalami luka-luka. Disamping itu, para pelaku yang 
melakukan penyerangan dengan menggunakan parang, jubi dan batu, juga merusak I 
unit mobil kijang berplat merah dengan omor polisi DS 5554 AM, 1 motor RX King 
plat merah DS 6112 AC, 1 GL Max DS 2588 AN dan 1 Supra Fit X DS 4070 AM.


Kapolsekta Abepura, AKP Dominggus Rumaropen, S.Sos, yang dikonfirmasi 
Cenderawasih Pos membenarkan adanya kasus penyerangan tersebut."Setelah 
mendapat laporan warga, kami langsung meluncur ke ke Tempat Kejadian Perkara 
(TKP) dan melakukan olah TKP," ungkap Rumaropen.
Mengenai kronologis, Kapolsekta mengungkapkan, pada pukul 14.30 WIT, rumah 
korban didatangi oleh beberapa orang yang langsung melakukan penyerangan dan 
pelemparan terhadap salah satu anak dari Ondoafi George Awi. Mendapat serangan 
tersebut, 3 orang dari pihak korban yang mencoba melakukan pembelaan diri, 
mengalami luka-luka. 


"Sementara tercatat, 3 orang korban dari Keluarga George Awi dan 3 lagi dari 
pihak yang melakukan penyerangan dilarikan ke rumah sakit. Untuk menghindari 
keributan meluas, para korban dirawat di rumah sakit yang berbeda,"ujarnya. 
Disinggung mengenai motif penyerangan terebut, Kapolsekta mengatakan motifnya 
masih dalam penyelidikan polisi. Namun dugaan sementara penyerangan itu dipicu 
adanya masalah tanah adat. "Kami belum bisa menentukan siapa tersangkanya. 
Sebab kasus ini masih dalam penyelidikan,"tambahnya.Dari hasil olah TKP yang 
dilakukan kemarin, polisi juga telah menyita beberapa barang bukti diantaranya 
3 buah anak panah, 2 buah parang dan batu yang diduga dilakukan oleh para 
pelaku penyerangan. 


Sementara itu, salah seorang pekerja di rumah Ketua LMA Port Numbay bernama Eko 
mengatakan, kasus penyerangan kemarin berlangsung sangat cepat. Dimana beberapa 
orang yang turun dari mobil langsung berteriak-teriak dan memaki-maki kemudian 
melakukan penyerangan.
"Saat itu, saya tengah bekerja di depan rumah tiba-tiba sekitar 15 orang entah 
datang dari mana turun di depan rumah dan melakukan penyerangan. Mereka 
menggunakan jubi dan anak panah. Karena takut, saya langsung menyelamatkan diri 
dengan berlari ke arah kanan rumah,"ungkapnya kepada Cenderawasih Pos. (ind) 

<<METRO.jpg>>

Kirim email ke