Kalau tidak salah, untuk sekali aktivitas rapat itu pun setiap individu DPR 
juga mendapat uang rapat/transportasi/konsumsi, barangkali ada info yang lebih 
detil apakah hal tersebut benar?

Jika benar berapa jumlah atau rincian uang tersebut?


Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Sunny" <[email protected]>

Date: Mon, 12 Jan 2009 00:57:41 
To: <Undisclosed-Recipient:;><Invalid address>
Subject: CiKEAS> Anggota yang Selalu Hadir Hanya 116 Orang


Refleksi: Bukankah para anggota Dewan Penipu Rakyat ini sudah menyumbang uang 
untuk partai politik mereka, jadi uang tsb adalah investasi yang harus 
dikembalikan.  Prinsip sedikit kerja atau samasekali tidak kerja berkat 
dilimpahkan.  Jadi tentu tidak ada keperluan untuk hadir! Kalau dibilang mereka 
makan gaji buta, apakah mereka ambil pusing. Mereka ini tentunya bilang 
syukuralhamduillah, rejekiku nomplok tanpa keringat. Dirgahayu NKRI!! 

http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/10/0737476/anggota.yang.selalu.hadir.hanya.116.orang


Anggota yang Selalu Hadir Hanya 116 Orang

 
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Ketua DPR Agung Laksono meninggalkan ruang rapat paripurna seusai memimpin 
rapat memperingati hari ulang tahun ke-63 MPR/DPR di Jakarta, Jumat (29/8). 
Dari 550 anggota Dewan, hanya 131 anggota yang mengikuti rapat itu. 
/Sabtu, 10 Januari 2009 | 07:37 WIB
JAKARTA, SABTU - Kinerja anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 2004-2009 
memprihatinkan. Pada masa sidang II, 24 November-19 Desember 2008, anggota 
Dewan yang selalu hadir dalam lima kali rapat paripurna hanya 116 orang dari 
total 550 anggota.

Selebihnya, berdasarkan data yang dihimpun Kompas, 434 orang pernah sekali 
hingga lima kali tidak menghadiri rapat paripurna dengan alasan izin, sakit, 
atau tanpa keterangan.

Anggota yang pernah tidak hadir sekali dari lima kali rapat paripurna yang 
digelar sebanyak 165, tidak hadir dua kali (86), tidak hadir tiga kali (71), 
tidak hadir empat kali (57), dan tidak hadir lima kali (34). Adapun anggota DPR 
yang tiga kali berturut-turut atau lebih tidak hadir di rapat paripurna tanpa 
memberikan keterangan ada 21 orang.

Dibahas

Menyikapi rendahnya tingkat kehadiran anggota Dewan itu, Rabu pekan depan, 
pimpinan DPR akan menggelar rapat konsultasi dengan pimpinan fraksi, Badan 
Kehormatan, dan pimpinan panitia khusus.

Menurut Sekretaris Jenderal DPR Nining Indra Shaleh, rapat akan digelar Rabu 
siang. "Salah satu agendanya adalah membicarakan persoalan absensi ini tanggung 
jawab siapa," ucapnya.

Rapat juga akan membicarakan adanya desakan masyarakat untuk memublikasikan 
daftar hadir anggota dalam rapat-rapat.

Ketua Badan Kehormatan DPR Irsyad Sudiro pernah mengusulkan untuk memperberat 
sanksi bagi anggota Dewan yang mangkir di persidangan. Sanksi itu berupa sanksi 
keuangan atau pemotongan gaji atau honor.

Wakil Ketua Badan Kehormatan Gayus Lumbuun sebelumnya juga mengusulkan 
pengetatan pemberian izin atau sakit. Izin baru bisa diberikan kalau alasannya 
spesifik dan urgen, sedangkan keterangan sakit harus melampirkan surat dokter.

Disalahgunakan

Ronald Rofiandri dari Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Indonesia 
mengingatkan, ketidakhadiran anggota Dewan dalam sidang sesungguhnya merupakan 
salah satu bentuk penyimpangan dari fungsi representasi.

Maraknya anggota DPR yang berkunjung ke daerah menjelang pemilu dan 
meninggalkan sidang sesungguhnya tidak bisa ditoleransi karena semua anggota 
DPR sudah mendapatkan waktu untuk menemui konstituen pada masa reses dan 
dibiayai negara. Namun, masa reses juga sering disalahgunakan. "Sering kali 
masa reses dimanfaatkan hanya untuk bertemu fungsionaris partai," katanya.

Pada masa mendatang, PSHK mengusulkan harus ada skema rencana pemanfaatan masa 
reses yang lebih terukur sehingga bisa dievaluasi, termasuk pemberian dana 
resesnya.

Sulit dihindari

Anggota DPR dari Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi (Partai Bulan Bintang) Ali 
Mochtar Ngabalin berpandangan, ketidakhadiran anggota DPR dalam persidangan 
menjelang pemilu sulit dihindari. "Tidak bisa dimungkiri kader-kader terbaik 
partai itu ada di parlemen. Jadi, mau tidak mau, banyak yang harus turun," 
ujarnya.

Terlebih lagi dirinya dari PBB yang hanya memiliki 11 anggota Dewan sehingga 
harus banyak turun ke daerah. Namun, dirinya selalu mengajukan surat izin 
apabila tidak bisa menghadiri rapat.

Dia juga mendukung usulan pimpinan Badan Kehormatan untuk memberi sanksi 
keuangan kepada anggota Dewan yang tidak hadir. "Jangan pernah kita itu makan 
uang yang bukan hak kita. Cuma, harus dibuat sistemnya yang tegas," ujarnya.

Kirim email ke