=================================================  
THE WAHANA DHARMA NUSA CENTER [WDN_Center] 
Seri : "Membangun spirit, demokrasi, konservasi sumber daya, 
           nasionalisme, kebangsaan dan pruralisme Indonesia."  
================================================= 
[Spiritualism, Nationalism, Democration & Pruralism Indonesia Quotient] 
Menyambut Pesta Demokrasi 5 Tahunan - PEMILU 2009.  
"Belajar menyelamatkan sumberdaya negara untuk kebaikan rakyat Indonesia." 
  
Jalan Stimulus Indonesia 
Banyak jalan menuju roma.... 
Demikian pula banyak jalan dan cara untuk mencapai suatu tujuan. 
Indonesia negara berpenduduk padat di dunia, tentu mempunyai aktifitas 
perekonomian yang padat pula. Terpaan badai krisis ekonomi global pun tak dapat 
dihindari sehingga memerlukan ‘jalan-jalan/trans’ mulus sebagai jalan 
keluarnya.   
Stimulus fiskal di bidang ekonomi adalah salah satu jalan keluarnya, aplikasi 
prioritas stimulus fiskal pun menjadi perhatian banyak pihak, sehingga langkah 
kebijakan pemerintah diharapkan dapat dipraktikkan secara cermat, benar dan 
tepat guna bagi masyarakat luas. 
Tentu kita semua tidak ingin saat ini terlahir stimulus fiskal ala krisis 
ekonomi 1998, serupa ‘stimulus BLBI’, yang sangat tidak adil, dengan dana luar 
biasa besar namun tidak berdampak langsung bagi pemberdayaan perekonomian 
rakyat Indonesia. 
Pemikiran dan perhatian berbagai pihak menjadi masukan penting bagi pemerintah, 
salah satu jalan keluarnya stimulus fiskal; bagaimana agar praktik dan 
aplikasinya yang dapat berdampak langsung membuka lapangan kerja dan mendorong 
tumbuhnya laju roda-roda perekonomian di berbagai daerah di Indonesia, dapat 
bergerak lancar dan maju. Sehingga kepentingan jangka pendek dan jangka panjang 
pun sekaligus terpenuhi dan terfasilitasi. 
Tulisan di bawah ini menarik untuk kita cermati, pemerintah pun tentu akan 
mendapat dukungan masyarakat luas dan banyak pihak terkait dengan pembangunan 
dengan stimulus fiskal tersebut. – Terciptalah jalan ‘trans-trans Indonesia’ di 
berbagai daerah – sehingga roda-roda perekonomian di daerah-daerah pun 
berputar, bergerak cepat. 
Dan itulah yang disebut stimulus pembangunan jalan Indonesia untuk maju!   
  
Menuju Indonesia sejahtera, maju dan bermartabat! 
  
Best Regards, 
Retno Kintoko 
  
The Flag 
Air minum COLDA - Higienis n Fresh ! 
ERDBEBEN Alarm 
---- 
 
Stimulasi Fiskal 
Kamis, 15 Januari 2009 | 00:17 WIB 
Oleh : Cyrillus Harinowo 
Tahun 1986, Malaysia dilanda resesi. Untuk mengatasi permasalahan itu, 
Pemerintah Malaysia melakukan stimulasi fiskal dengan melakukan pembangunan 
besar-besaran. 
Jalan tol Johor-Trengganu yang dikenal dengan Pusat Lebuhraya Utara Selatan 
(PLUS) dibangun pada masa itu. Pembangunan itu menciptakan lapangan kerja, 
menciptakan multiplier perekonomian, dan yang paling penting menghasilkan 
prasarana baru yang siap untuk melayani boom perekonomian yang datang kemudian. 
Tahun 1997, saat Korea Selatan dilanda krisis Asia, saya menyaksikan 
pembangunan secara besar-besaran di negara itu. Pelabuhan Udara Incheon 
dibangun pada masa itu beserta fasilitas pendukungnya, seperti jalan tol, 
hotel, dan perumahan karyawan. Setelah krisis selesai, pelabuhan udara itu 
dengan gagah menyambut para tamu yang melakukan kunjungan ke negara itu atau 
melakukan transit ke negara lain. Krisis Asia ternyata dimanfaatkan untuk 
menciptakan prasarana yang menambah kapasitas perekonomian secara menyeluruh. 
Oktober 2008, Pemerintah Malaysia mengumumkan akan melakukan stimulasi fiskal 
sejumlah tujuh miliar ringgit atau sekitar Rp 20 triliun. Yang menarik, target 
penggunaan dana itu amat spesifik dan terukur. Misalnya, pembangunan rumah 
murah sebanyak 22.000 unit dan pembangunan jalan sekian kilometer. 
Dengan demikian, masyarakat dan media bisa ikut membantu memonitor pelaksanaan 
pembangunan untuk menghindari terjadinya penyimpangan. 
Stimulasi fiskal Indonesia 
Karena itu, saya merasa kecewa dengan rencana penggunaan sisa anggaran untuk 
melakukan stimulasi fiskal yang tidak jelas bentuknya. Bayangkan, Rp 12 triliun 
digunakan untuk menanggung pajak maupun bea masuk berbagai perusahaan. 
Sementara itu, hampir Rp 40 triliun belum tentu lagi juntrungnya. Secara 
keseluruhan, jumlah Rp 51,3 triliun merupakan jumlah yang disiapkan untuk 
melakukan stimulasi yang menurut salah satu pengamat bisa saja akan menjadi 
”pepesan kosong”. 
Untuk pembangunan jalan tol layang Bandara Cengkareng yang ke arah bandara 
sepanjang 8 kilometer dan memiliki dua jalur, biaya yang dikeluarkan hanya 
sekitar Rp 260 miliar. Ini berarti seluruh proyek sebanyak empat jalur 
memerlukan dana sekitar Rp 500 miliar. 
Jika tidak ada biaya pembebasan tanah, ini berarti dengan jumlah sisa anggaran 
sebesar Rp 51,3 triliun akan mampu dibangun lebih dari 100 jalan setara jalan 
tol layang bandara atau lebih kurang 800 kilometer. Dengan biaya pembebasan 
lahannya, katakan saja memakan biaya separuhnya, akan mampu dibangun jalan 
setara itu (yaitu elevated yang biayanya lebih mahal) untuk panjang 400 
kilometer. 
Karena sebagian besar jalan tol trans-Jawa tidak dibangun secara elevated, 
berarti jalan tol trans-Jawa akan mampu dibiayai oleh dana sejumlah itu. Dengan 
pembangunan jalan tersebut, dua atau tiga tahun kemudian kita akan menikmati 
perjalanan dari Jakarta ke Surabaya dalam jangka waktu sekitar tujuh atau 
delapan jam berkendara yang amat banyak meningkatkan efisiensi perekonomian. 
Dan, itu hanya dengan hitungan dana stimulasi fiskal selama satu tahun yang 
bahkan saat ini sudah tersedia dan tinggal dimanfaatkan. 
Saya memahami bahwa banyak ruas jalan tol ditenderkan dan dimenangi banyak 
pihak swasta. Meski demikian, ada beberapa ruas yang dapat dipercepat 
pembangunannya dengan bantuan dana sisa anggaran itu dengan melakukan negosiasi 
dengan para pengelola jalan tol (yang dalam keadaan krisis semacam ini tentu 
menemui berbagai kesulitan), yang sedang melakukan proses pembebasan lahan, 
konstruksi awal, maupun tahapan lainnya. 
Untuk kepentingan rakyat 
Pada akhirnya, kerja sama pemerintah dan swasta dengan cara win-win akan 
mempercepat pembangunan proyek jalan tol tersebut. 
Jumlah dana itu bisa juga dimanfaatkan untuk pembangunan prasarana lain, 
seperti pembangunan irigasi, pelabuhan, dan jalan raya non-tol. Hanya dengan 
jumlah dana yang tidak terlalu banyak, jalan trans-Kalimantan antara Pontianak 
dan Tayan akan dapat diselesaikan dengan amat cepat. 
Pembangunan ruas jalan ini akan banyak sekali membantu proses percepatan 
pembangunan daerah dalam (hinterland) Kalimantan Barat sehingga pada waktunya 
nanti masyarakat luas akan banyak terbantu karenanya. Demikian juga ruas jalan 
trans-Sulawesi yang banyak memberi manfaat kepada masyarakat luas di daerah 
itu. 
Karena itu, saya sungguh banyak berharap munculnya kearifan pemerintah untuk 
memanfaatkan dana yang ada sebaik-baiknya. Sebagian terbesar dana anggaran 
pemerintah dibiayai pajak. Karena itu, sangat layak jika dana yang ada tersebut 
dapat dimanfaatkan seluas-luasnya untuk kepentingan rakyat. [Cyrillus Harinowo, 
Pemerhati Ekonomi] 
----- 

The Flag 
Air minum COLDA - Higienis n Fresh ! 
ERDBEBEN Alarm



 
SONETA INDONESIA <www.soneta.org>
Retno Kintoko Hp. 0818-942644
Aminta Plaza Lt. 10
Jl. TB. Simatupang Kav. 10, Jakarta Selatan
Ph. 62 21-7511402-3 
 


      

Kirim email ke