Kesakitan ini semoga mendatangkan kebahagiaan Bersama.
 
I.                   Konflik yang siap menerjang.
 
Tahun 2009 adalah tahun berpolitik bagi indonesia sayangnya ekonomi
dunia sedang hancur sehingga gesekan politik bisa merusak perekonomian
nasional secara nyata. Keuntungannya dengan keterbatasan
penggelontoran uang maka masyarakat akan lebih rasional walaupun
akibat kesulitan perekonomian ini maka gesekan gesekan akan mudah
melintir kearah gangguan kepada perusahaan. Padahal diperusahaan saat
ini juga sedang terjadi ketegangan yang luar biasa akibat banyaknya
PHK karyawan, sehingga gesekan diluar bisa mempengaruhi kondisi
didalam. Terlebih lagi perusahaan juga sedang berusaha menurunkan
costnya salah satu langkahnya memberhentikan pendukung yang tidak
utama dan ini akan makin membuat ketegangan.
 
Semoga saja tidak terjadi sesuatu tetapi dengan hitungan sederhana
dari situasi saat ini sebenarnya jika tidak hati hati kecelakaan
meletusnya situasi berbagai konflik sangat mudah terjadi apalagi jika
perusahaannya teledor dan tidak paham budaya serta karakter dan
penanganan konfliknya masih model lama bukan tidak mungkin konflik
yang tidak pernah dibayangkannya bisa terjadi. Hal ini terutama pada
usaha usaha yang memperkerjakan orang banyak atau pada usaha usaha
pertambangan serta pengolahan sumber daya alam lainnya dimana
kemungkinan konflik nya cukup tinggi.
 
 
II.                Pemerintahan SBY- JK
 
Tidak banyak pemerintahan yang dalam waktu 4 tahunnya memerintah
mengalami 3 tahun di terpa bencana secara terus menerus mulai dari
kejadian bencana kecil ketika awal akan pergi ke Istana lalu bencana
maha besar yaitu Tsunami di Aceh sampai Gempa di Yogyakarta. Gempa dan
Tsunami  Pangangdaran, Gempa Nias dll, termasuk Flu Burung, banjir
Morowalli dll . pokoknya dalam tiga tahun dihimpit tekanan termasuk
kenaikan harga minyak yang sungguh diluar kebiasaan, melompat dan
menyesakan dada. Sungguh berat melihat tekanan yang di terima
pemerintahan SBY-JK dalam 3 tahun pertama. Akibat begitu seringnya
terkena bencana maka bukan hanya media massa tidak terlalu berminat
lagi angkat berita soal bencana tetapi kepekaan masyarakat juga dalam
menolong yang terkena bencana menurun drastis sampai bensin untuk
membantu menolong bencana saja Wapres musti bilang Pertamina yang
nanggung?. Padahal makin nyata pantai tenggelam , longsor dan banjir?.
Seperti yang telah ditulis sebelumnya bahwa jika tidak ada perubahan
apapun sangat mungkin bencana terus datang mendera..
 
Ditahun keempat mulai tidak tertekan bencana seperti ditahun
sebelumnya tetapi menjelang tahun keempat habis datang kembali bencana
keuangan di USA yang tidak lama setelahnya masuk kembali secara nyata
menekan kondisi keuangan di Indonesia. Pada kondisi tertekan ini
terjadi penurunan harga minyak dunia dan harga BBM di Indonesiapun
diturunkan sayangnya tidak seperti ketika terjadi kenaikan harga BBM
dimana mana langsung menaikan harga , pada saat penurunan harga para
pihak tidak menurunkan harga, apakah alasannya harga barang belum
turun, tidak mungkin menurunkan gaji karyawan yang sudah terlanjur
naik akibat biaya hidup naik dan kontrakan naik. 
 
Disisi lain ditahun kelima bencana kembali mulai datang diawali dengan
gempa bumi di manokwari dan tenggelamnya kapal laut (KM Teratai Prima)
di Sulawesi Tenggara dengan korban ratusan orang. Bencana ini
dibarengi dengan banjir dan longsor serta air laut naik ke permukaan
daratan yang memang sudah dipredikasi sebagai "dampak perubahan iklim"
sungguh disayangkan peliputan bencana ini tidak luas diberitakan media
. Pada tahun sebelum 2004, ketika ada bencana maka dimana mana orang
berusaha saling tolong menolong tetapi saat ini sudah tidak "segotong
royong itu lagi" bahkan media massa saja meliputnya selintas saja ?,
apakah dikhawatirkan ketika tidak tertangani terekpose atau sudah
lancar penangannya sehingga tidak perlu diekpose.  Pemerintahan saat
ini benar benar sangat berat karena dihantam bencana terus, baru akan
kampanye  dan menyampaikan keberhasilannya Gempa manokwari datang dan
banjir serta longsor serta air laut mulai datang mengganggu. 
 
Jika dilihat dari segi ini untuk apa menjadi Presiden dan wakil lagi,
bukankah Cuma cape dan jadi bulan bulanan saja. Apakah diyakini jika
naik lagi menjadi Presiden 2009 s/d 2014 maka akan kebagian memerintah
tidak dalam kondisi dimana bencana mendera seperti saat ini sehingga
akan mendapatkan keberhasilan dan kebaikan yang luar biasa.
 
Yang aneh dan menarik pada tahun keempat ketika SBY-JK hanya kerja dan
tidak banyak berbicara semua pekerjaan cenderung lancar dan malahan
diyakini belum ada calon pasangan presiden dan wakilnya yang akan
menandingi, hanya begitu kampanye lagi dan dikesankan jor joran maka
bukan hanya terjadi rebutan mendapatkan keberhasilan tetapi juga
selain mulai banyak yang mengatakan bahwa SBY-JK sudah gagal  tetapi
bencana alam datang menerpa dimana mana.  Yang lucu dan getir juga
adalah ketika setelah satu jam SBY memberikan sambutan dan pejelasan
(itu dalam bahasa kenegaraan) (kalau dalam bahasa sederhana masyarakat
lagi kampanye) dan hampir terjadi anggota legiun veteran RI hampir
pingsan, apakah ini karena kondisi kesehatannya , terlalu lama
kampanyenya, atau pusing mendengar perubahan kata yang banya "akan
"nya pada biasanya sekarang menjadi banyak kata "telah" nya karena
sudah empat tahun kan sudah ada perubahan, seharusnya dan pastinya.
 
Sayangnya mau minta pendapat kepada ulama mengenai fenomena apa yang
terjadi mereka juga sudah menjadi bagian dari perebutan kekuasaan
akibat banyak yang mencalonkan dirinya menjadi anggota legistativ (
nanti menjadi bagian dari politiking), sehingga kalau ulamanya bagian
dari pemerintahan sekarang akan dibelanya begitu jika sebaliknya akan
berpendapat menyerangnya. Sampai saat ini belum dapat jawabannya, soal
bencana yang terjadi, kenapa sudah didera bencana dan sepertinya tidak
juga diterima kasihi padahal sudah kerja keras tapi masih mau
mencalonkan diri lagi?. 
 
Memang repot jadi pemimpin sudah tertekan juga tidak boleh marah dan
berperilaku berlebihan jika dikritik, namanya juga pemimpin jadi harus
iklas saja . begitu juga ketika mulai dibilangi mencontreng partai dan
caleg itu adalah cara mengangkat partainya. Silakan lihat nanti jika
seperti yang sekarang dipersepsikan dimana hanya mencontreng calon
anggota legistative saja kelihatannya partainya tidak akan setinggi
hasil survey, nantinya. Hanya namanya juga analisa kok jadi terlalu
seurius kan sudah jelas hanya contreng caleg atau partai. Dan sudah
terbukti contreng atau dulu coblos caleg hasilnya kelaut  karena tidak
ada yang merasa dipilih rakyat sehingga ugal ugalan. Apalagi mentang
mentang berkuasa kalau calon anggota legistative partai lawan langsung
dibersihkan dari pemandangan dengan berbagai alasan. Hanya jika partai
yang diusung dan diharaplkan sama sekali tidak disentuh malahan secara
terang terang sekan akan ikut mensosialisasikannya. Kondisi kondisi
seperti ini maklum saja dan ini tidak bisa dikatakan sepihak karena
pada kenyataannya sampai kedaerah pemerintahan terdiri dari para pihak
yang berbeda koalisinya.
 
III.             Politisi dan partai politik
 
Banyak benar sekarang orang dipartai politik yang duduk sebagai
pejabat teras kehilangan terasnya sehingga tidak lagi dihargai dan
dihormati seperti sebelumnya. Bagaimana tidak , sebelum keputusan MK
sudah begitu yakin sehingga berani memberikan jaminan kepada seseorang
untuk "bersedakoh atau menyumbang partai" dalam jumlah lumayan tetapi
sejak keputusan mahkamah konstitusi "previllage" kesempatan utama di
nomor urut kecil masuk ke Dewan Perwakilan Rakyat di hapus dan
digantikan suara terbanyak. Artinya setiap calon anggota legistative
harus kerja keras sendiri mendapatkan suaranya.  Aduh muka ini ditaruh
dimana mau jadi cacing masuk kedalam tanah tidak bisa karena bukan
alamnya.
 
Dulu kampanye partai bisa beramai ramai dan tinggal tunggu hasilnya
bersama, saat ini jika Cuma kampanye bersama pasti tidak akan menarik
masyarakat dan kalau yang diunggulkan sebagian maka yang sebagian
lainnya bagaimana?. Kampanye ke rumah rumah dan komunitas menjadi
tugas setiap calon anggota legistative.
 
Hebatnya para ketua partai dan politisi di Indonesia mereka semuanya
menyetujuinya dan menjalankan keputusan MK itu dan bukannya berusaha
membubarkan MK yang jelas merugikan mereka. Kerugian ini yang paling
fatal adalah dalam soal kepastian dan kewibawaan partai serta ketua
partai, bagaimana tidak ditengah perjalanan proses secara tiba tiba
terjadi perubahan ketentuan yang sangat mendasar dan merubah peta
secara menyeluruh. Ketua partai dan pengurus partai tidak lagi punya
wibawa seperti sebelumnya dan sebenarnya inilah kesempatan mengubah
kepemimpinan yang ada didunia politisi dari pola menggunakan otoritas
menjadi kepemimpinan visioner dan moral. Hanya kembali lagi semua
perubahan ini terjadi ditengah jalan sehingga sungguh menyakitkan. 
 
Jika kalah dalam pemilihan dengan pola sebelumnya maka itulah
sejarahnya tetapi ketika kalah ketika peraturannya dirubah ditengah
jalan, ini sungguh kenyataan yang tidak terbayangkan sebelumnya.
Apakah ketua, DPR, WK Ket DPR dan ketua fraksi bahkan ketua MPR tidak
akan terpilih lagi?......, sudah memberikan kepada yang diharapkan 
mendulang suara  hanya dengan perubahan situasi ini bisa jadi tidak
ada yang tahu yang mana yang akan terpilih karena semuanya dirubah
tiba tiba.
 
Dalam doa tentunya semoga hasilnya membawa kebaikan bagi bangsa dan
negara ini dan pengalaman ini tentu bagi Calon anggota legistative
seperti juga pengalaman Al Gore dalam pemilihan Presiden USA dimana
ketika dikalahkan malahan mendapatkan kebahagiaan dan nama baik yang
mendunia.
 
Politisi dan partai politik sedang mendapatkan cobaan nyata saat ini,
apakah nantinya suaranya caleg hilang, tidak tertulis, berubah dijalan
atau kertas suara rusak serta sistim informasi yang belum ketahuan
juntrungannya akan menghantui pikiran partai dan calegnya. Konflik
didalam partai antar calon atau dengan calon dari partai lain
merupakan fenomena yang harus diantisipasi oleh KPU dan aparat keamanan.
 
Partai dan calon anggota legistative sekarang seperti sedang kena jet
leg akibat dari perubahan ketentuan dalam pemilihan umum ini, semoga
saja ini membuahkan hasil yang terbaik buat bangsa Indonesia dan
memberikan rejeki juga bagi calon calon yang akhirnya kalah akibat
perubahan ketentuan ditengah jalan ini. Kita sebenarnya lebih baik
dengan ketentuan yang pasti kalaupun pahit tetapi semua orang sudah
tahu dan mempersiapkannya, perubahan ditengah jalan bukan hanya
menyengsarakan tetapi juga bisa menjebak dan ini yang kurang baik,
semoga tidak ada perubahan yang sebaliknya lagi dimasa depan. Sebelum
ada fakta yang benar benar kuat bahwa ketentuan ini layak dirubah.
 
Jangan lagi terjadi pembelokan termasuk mengharuskan mencontreng
gambar partai dan calon anggota legistative, ingat hal itu akan
membingungkan dan bisa menjadikan pintu masuk bagi manipulasi suara
dan kebijakan dilapangan.
 
IV.             Pengusaha
 
Mau usaha apa dizaman kaya gini?. Ini namanya pengusaha gadungan dan
terbiasa dapat rente?. Jika perubahan zaman dibacanya begitu. Tenang
saja kita harus mendapatkan peluangnya karena dibalik kesulitan
biasanya ada peluang, ini namanya pengusaha teoritis. Setahu saya
pengusaha itu banyak usahanya daripada kasih komentar dan selalu bisa
mendapatkan peluangnya. 
 
Dalam kondisi 2009 ini, usaha apa yang akan laku?. Tidak mudah
menjawabnya hanya yang pasti sangat berat. Bagi produsen maka usaha
menurunkan biaya sangat strategis diusahakan disamping mendapatkan
pasar yang baru atau memperluas pasar yang ada bagi produknya
sedangkan diberbagai tempat juga terjadi penciutan daya beli
masyarakat akibat krisis financial ini.
 
Jika dilihat dari jauh seakan akan semua usah akan ambruk seperti
ketika kondisi ekonomi meningkat tajam seakan akan semua akan naik,
padahal nantinya ketika krisis berakhir akan ada juga pengusaha yang
usahanya meningkat pada masa krisis ini seperti juga ketika masa panen
berakhir ada juga pengusaha yang merugi usahanya akibat sebuah
kesalahan dan kekeliruannya.
 
Dalam situasi yang sulit ini maka sebaiknya pemerintah justru
mengurangi beban situasi dan ketidakpastian sehingga kalaupun
kondisinya sulit tetapi pemerinah Indonesia jelas jelas mendorong para
usahawannya supaya survive.
 
Stimulus dari pemerintah berupa keringanan dan kemudahan yang membuat
usahanya menjadi bersemangat dan punya harapan kembali. 2009 merupakan
tahun dimana pemilihan umum dan pilihan presiden di lakukan. Aksinya
Jusuf Kalla ketika meminta menteri dan hadirin rapatnya supaya
mencopot sepatu dan memperlihatkan sepatunya dengan tujuan
mengapresiasi Produk dalam negeri bagus untuk didorong menjadi
ketentuan di Birokrasi dan partai politik sacara moral termasuk
Ketentuan menggunakan alat alat peraga kampanye buatan dalam negeri,
juga iklan dll sehingga lumayan hasilnya bagi pengusaha indonesia.
 
V.                Penurunan harga BBM bukti dollar lebih berdaulat
 
Soal ini tidak ada kesalahan pemerintahan saat ini, dimana ketika
harga diturunkan tetapi harga harga yang ditentukan pedagang ayau
masyarakat tidak mau turun. Alasannya macam macam mulai ketika
kenaikan harga kasih kenaikan gaji sehingga tidak mungkin diturunkan
lagi. Harga harga lainnya termasuk suku cadang tidak turun , tingkat
suku bunga tinggi begitu juga dollar terhadap rupiah dan terjadinya
kenaikan Upah Buruh di january 2009 ini sehingga usulan pengusaha
akibat keadaan tidak stabil ini pemerintah juga silakan saja turunkan
dulu harga harga yang dikontrol Pemerintah. Nanti pengusaha akan
melihat dulu perkembangannya....nach lo.  Pemerintah jangan merasa
bersalah karena inilah buktinya jika kedaulatan diserahkan kepada
pasar. Lain lagi ketika BBM naik semua naik dan mereka diam diam ambil
untung dari kenaikan harga BBM ketika itu, yang paling rugi dari semua
ini adalah masyarakat yang penghasilannya sangat terbatas.
 
Pemerintah Indonesia terbukti kalah sama berdaulat dibandngkan dollar
kalau tidak percaya silakan lihat harga barang barang yang dihargai
berdasarkan kurs dollar dengan rupiah begitu dollarnya turun harga
komputernya turun dalam rupiah. 
 
Fenomena ini harus dijadikan pelajaran berharga bagi siapapun yang
akan memerintah bahwa pada kondisi tertentu "beginilah kenyataan"
dimana kalau sudah terlanjur maka sukar dikembalikan atau dikendalikan.
Ketika harga BBM naik maka banyak yang bunuh diri akibat kehilangan
harapan dan ketika itu mereka memang sudah kehilangan harapannya, saat
ini mereka tidak bisa hidup lagi ketika bbm diturunkan. Begitu juga
bagi orang orang yang kehilangan berbagai macam hal ketika itu dan
ketika harga bbm yang sudah turun juga , sesuatu yang telah hilang
tidak bisa kembali lagi.
 
Soal penurunan harga bbm ini kita perlu belajar dari penetapan waktu
belajar anak anak sekolah di DKI jam 6.30 sebelum ditetapkan atau pas
uji coba tetapi ketika sudah ditetapkan jelas ada manfaatnya, begitu
juga busway yang ketika di masa awal debat dan penentangannya ramai
sekali tetapi saat ini Busway sudah diterima dan jika dilaksanakan
sepenuhnya maka Indonesia akan menjadi negara terbesar dalam
menggunakan Busway. Kejadian ini sama dengan keputusan MK soal suara
terbanyak dan Indonesia memilih Demokrasi seperti saat ini. Artinya
ketika niatnya benar dan tepat serta tidak ada kongkalikong maka
bangsa Indonesia sangat siap berubah atau menuruti keputusannya
sepanjang itu demi kebaikan dan kemaslahatan. Ini barangkali
pelajarannya. Dalam soal menurunkan harga harga untuk memudahkan
kehidupan masyarakat maka pemerintah harus belajar dari kasus tadi dan
bertindak tepat.
.
VI.             KPU (Komisi Pemilihan UMUM )
 
Komisi Pemilihan umum mulai disoroti pada minggu ini, semua sorotan
masih dalam kerangka kasih sayang dan memotivasi supaya KPU berkerja
profesional, menjunjung tinggi kepercayaan yang diberikan masyartakat
serta tidak menganggap enteng persoalan. Dalam hal mengaplikasikan
soal teknis nanti pada kenyataannya tidak sesederhana teorinya.
 
Begitu kertas suara jadi tercetak dan nama calon tidak bisa dilihat
mudah atau akibat dilipat sehingga tidak terbaca, apakah
ditolelir?.belum lagi bebrbagai persoalan yang sebaiknya diwaspadai
sehingga Pemilu dan Pilpres bisa berjalan lancar. 
KPU jangan banyak jawab dan bertengkar tapi jalani saja amanah itu dan
buktikan bahwa pada pemilu 2009, prosesnya berjalan lancar dan bukan
anggota KPU yang disusupkan siapapun sehingga hasilnya dijamin jujur
dan adil begitu juga perangkatnya sampai ke daerah dan Bawaslu.. 
 
 
VII.          Dunia pendidikan 
 
Pada dunia pendidikan persoalan yang mendasar itu bukan lagi hanya
soal UU badan hukum Pendidikan tetapi kalaupun saat ini 2009, dimana
anggaran pendidikan sudah 20% banyak soal lain lagi yang harus menjadi
perhatian dan perlu langkah luar biasa dalam memperbaiki moral anak
anak melalui guru, lingkungan dan para orang tua termasuk perbaikan
pola perilaku sejak sekolah dasar salah satu yang memprihatinkan
tersebut adalah 
 
Ketahuan Jadi PSK, 18 Siswi SMP Tambora Keluar dari Sekolah
Chazizah Gusnita - detikNews
 
Jakarta - 18 Siswi salah satu SMP di Tambora Jakarta Barat ketahuan
menjajakan dirinya ke buaya darat. Perbuatan mereka diketahui oleh
pihak Pemkot Jakarta Barat, Diknas, dan sekolah tersebut. 18 siswi
yang menjadi korban prostitusi ini akhirnya mengundurkan diri dari
sekolah.

"Siswi itu sendiri yang mengundurkan diri. Mereka sadar kalau langkah
mereka tidak pada tempatnya," ujar Kepala Dinas Pendidikan Dasar
Depdiknas Taufik Yudi kepada detikcom, Selasa (13/1/2009).

Taufik mengatakan, seluruh siswi tersebut nantinya akan ditempatkan di
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Di sana, mereka akan
diajarkan pendidikan formal masyarakat dan dari dinas pendidikan akan
melakukan pembinaan.

"Mereka juga akan mendapatkan dan mengikuti kejar paket B sehingga
bisa mendapatkan ijazah SMP seperti sekolah lainnya," katanya.

Menurut Taufik, 18 siswi ini hanya korban dari lingkungan dan
orang-orang sekeliling mereka yang memanfaatkan mereka. Sehingga perlu
ada pembinaan langsung baik dari orangtua, sekolah, diknas secara
komprehensif. Diknas sendiri memikirkan bagaimana mereka bisa kembali
belajar. Siswi tidak boleh kehilangan kesempatan belajar mereka. 

"Mereka itu dirayu, diiming-imingi oleh penghubung dan pengguna. Itu
yang menyebabkan mereka seperti itu. Yang mesti dikejar adalah mereka
(pengguna dan penghubung). Kita dari diknas melakukan pendekatan
edukatif, memberitakan keterampilan, pendidikan moral, keagamaan,
etiket dan lainnya," imbuhnya.(gus/iy)
 
Jangan anggap enteng ini, walaupun sudah dianggap biasa dan ini
bencana besar jika terus dianggap sebagai hal yang biasa. Semoga
segera diperbaiki.
 
VIII.       Penutup.
 
Sulit memang dianggap menyampaikan sesuatu yang beda di ERA kampanye
ini apalagi bagi yang posisinya harus merebut kekuasaan maka
tulisannya harus menyerang yang berkuasa seperti sebaliknya bagi para
pembela maka tulisannya harus menyampaikan keberhasilan penguasa dan
perseptif baiknya. Hanya di antara celah itu jika kita akan
menyampaikan kebenaran maka awalnya akan menjadi perseptif yang serba
keliru dan semoga saja yang paling penting itu kan, kebaikannya. Oleh
karenanya soal persepsi biar saja tidak diurus dan belakangan akan
muncul juga kebenarnanya..
 
Dan yang paling menarik adalah ketakutan mailing untuk menerima wacana
untuk mendiskusikan yang sebanarnya biasa saja. Semakin hari semakin
banyak para moderator yang tidak lagi meloloskan buah pikiran ini. 
 
Kelihatannya aneh sekali, seperti tidak percaya kepada akal sehat para
pembacanya. Apakah buah pikiran ini akan merubah banyak hal?
Saya kira kita harus lebih rajin mengkritik penguasa dalam rangka
memperlihatkan yang pada ujungnya akan mengungkapkan sesuatu yang
akhirnya akan bermanfaat.
Dan dalam rangka perbaikan kedepan juga dengan berbagai kesakitan ini
semoga saja bangsa Indonesia kedepan menjadi tidak semakin kesakitan
lagi tetapi malahan mendapatkan keberkahan dan kepemimpinan yang
didukung oleh alam semesta.
 
Para alim ulama dan orang suxci yang mendoakan NKRI dan bangsa
Indonessia sehingga negara dan bangsa terselamatkan. Kita juga semoga
terhindar dari tipu daya dan sihir yang merajalela melalui berbabagi
media perantara.
 
Khusus untuk soal kepemimpinan nasional , kenapa jangan takut dan
marah dikritisi karena dengan melihat persoalan ini dari sudut orang
lain sesungguhnya akan melihat persoalan menjadi lebih jelas dan
memperbaiki situasi yang bisa diperbaiki.
 
Disisi praktisi masih mengatakan bahwa jika Pemilihan Presidennya hari
ini tanpa harus pusing pusing menunggu hasilnya sampai tuntas Pasangan
hari ini masih menang mutlak. Yang lain tidak ada , apakah
perencanaannya , hasil kerjanya , Tim nya dll. Sehingga keiklasan
selagi dan seorang pemimpin nasional memang sangat diharapkan dan
sebaiknya mampu melihat cara pandang ini dari orang yang ternyata
belum tahu maksud baik dan belum bisa melihat program nasional secara
lebih detail dan dalam.
 
Oleh karenanya implementasi yang semakin membaik, perubahan nasib
rakyat secara nyata sehingga semakin nyata berubah itulah harapan
banyak pihak dan semua pemimpin Indonesia.
 
Sebagai rakyat biasa selain wajib mengungkapkan kebenaran juga patut
mendoakan pemimpin Indonesia supaya sehat dan dilindungini NYA.
 
Agus muldya natakusumah.
Indosolution.



Kirim email ke