Kesakitan ini semoga mendatangkan kebahagiaan Bersama. I. Konflik yang siap menerjang. Tahun 2009 adalah tahun berpolitik bagi indonesia sayangnya ekonomi dunia sedang hancur sehingga gesekan politik bisa merusak perekonomian nasional secara nyata. Keuntungannya dengan keterbatasan penggelontoran uang maka masyarakat akan lebih rasional walaupun akibat kesulitan perekonomian ini maka gesekan gesekan akan mudah melintir kearah gangguan kepada perusahaan. Padahal diperusahaan saat ini juga sedang terjadi ketegangan yang luar biasa akibat banyaknya PHK karyawan, sehingga gesekan diluar bisa mempengaruhi kondisi didalam. Terlebih lagi perusahaan juga sedang berusaha menurunkan costnya salah satu langkahnya memberhentikan pendukung yang tidak utama dan ini akan makin membuat ketegangan. Semoga saja tidak terjadi sesuatu tetapi dengan hitungan sederhana dari situasi saat ini sebenarnya jika tidak hati hati kecelakaan meletusnya situasi berbagai konflik sangat mudah terjadi apalagi jika perusahaannya teledor dan tidak paham budaya serta karakter dan penanganan konfliknya masih model lama bukan tidak mungkin konflik yang tidak pernah dibayangkannya bisa terjadi. Hal ini terutama pada usaha usaha yang memperkerjakan orang banyak atau pada usaha usaha pertambangan serta pengolahan sumber daya alam lainnya dimana kemungkinan konflik nya cukup tinggi. II. Pemerintahan SBY- JK Tidak banyak pemerintahan yang dalam waktu 4 tahunnya memerintah mengalami 3 tahun di terpa bencana secara terus menerus mulai dari kejadian bencana kecil ketika awal akan pergi ke Istana lalu bencana maha besar yaitu Tsunami di Aceh sampai Gempa di Yogyakarta. Gempa dan Tsunami Pangangdaran, Gempa Nias dll, termasuk Flu Burung, banjir Morowalli dll . pokoknya dalam tiga tahun dihimpit tekanan termasuk kenaikan harga minyak yang sungguh diluar kebiasaan, melompat dan menyesakan dada. Sungguh berat melihat tekanan yang di terima pemerintahan SBY-JK dalam 3 tahun pertama. Akibat begitu seringnya terkena bencana maka bukan hanya media massa tidak terlalu berminat lagi angkat berita soal bencana tetapi kepekaan masyarakat juga dalam menolong yang terkena bencana menurun drastis sampai bensin untuk membantu menolong bencana saja Wapres musti bilang Pertamina yang nanggung?. Padahal makin nyata pantai tenggelam , longsor dan banjir?. Seperti yang telah ditulis sebelumnya bahwa jika tidak ada perubahan apapun sangat mungkin bencana terus datang mendera.. Ditahun keempat mulai tidak tertekan bencana seperti ditahun sebelumnya tetapi menjelang tahun keempat habis datang kembali bencana keuangan di USA yang tidak lama setelahnya masuk kembali secara nyata menekan kondisi keuangan di Indonesia. Pada kondisi tertekan ini terjadi penurunan harga minyak dunia dan harga BBM di Indonesiapun diturunkan sayangnya tidak seperti ketika terjadi kenaikan harga BBM dimana mana langsung menaikan harga , pada saat penurunan harga para pihak tidak menurunkan harga, apakah alasannya harga barang belum turun, tidak mungkin menurunkan gaji karyawan yang sudah terlanjur naik akibat biaya hidup naik dan kontrakan naik. Disisi lain ditahun kelima bencana kembali mulai datang diawali dengan gempa bumi di manokwari dan tenggelamnya kapal laut (KM Teratai Prima) di Sulawesi Tenggara dengan korban ratusan orang. Bencana ini dibarengi dengan banjir dan longsor serta air laut naik ke permukaan daratan yang memang sudah dipredikasi sebagai "dampak perubahan iklim" sungguh disayangkan peliputan bencana ini tidak luas diberitakan media . Pada tahun sebelum 2004, ketika ada bencana maka dimana mana orang berusaha saling tolong menolong tetapi saat ini sudah tidak "segotong royong itu lagi" bahkan media massa saja meliputnya selintas saja ?, apakah dikhawatirkan ketika tidak tertangani terekpose atau sudah lancar penangannya sehingga tidak perlu diekpose. Pemerintahan saat ini benar benar sangat berat karena dihantam bencana terus, baru akan kampanye dan menyampaikan keberhasilannya Gempa manokwari datang dan banjir serta longsor serta air laut mulai datang mengganggu. Jika dilihat dari segi ini untuk apa menjadi Presiden dan wakil lagi, bukankah Cuma cape dan jadi bulan bulanan saja. Apakah diyakini jika naik lagi menjadi Presiden 2009 s/d 2014 maka akan kebagian memerintah tidak dalam kondisi dimana bencana mendera seperti saat ini sehingga akan mendapatkan keberhasilan dan kebaikan yang luar biasa. Yang aneh dan menarik pada tahun keempat ketika SBY-JK hanya kerja dan tidak banyak berbicara semua pekerjaan cenderung lancar dan malahan diyakini belum ada calon pasangan presiden dan wakilnya yang akan menandingi, hanya begitu kampanye lagi dan dikesankan jor joran maka bukan hanya terjadi rebutan mendapatkan keberhasilan tetapi juga selain mulai banyak yang mengatakan bahwa SBY-JK sudah gagal tetapi bencana alam datang menerpa dimana mana. Yang lucu dan getir juga adalah ketika setelah satu jam SBY memberikan sambutan dan pejelasan (itu dalam bahasa kenegaraan) (kalau dalam bahasa sederhana masyarakat lagi kampanye) dan hampir terjadi anggota legiun veteran RI hampir pingsan, apakah ini karena kondisi kesehatannya , terlalu lama kampanyenya, atau pusing mendengar perubahan kata yang banya "akan "nya pada biasanya sekarang menjadi banyak kata "telah" nya karena sudah empat tahun kan sudah ada perubahan, seharusnya dan pastinya. Sayangnya mau minta pendapat kepada ulama mengenai fenomena apa yang terjadi mereka juga sudah menjadi bagian dari perebutan kekuasaan akibat banyak yang mencalonkan dirinya menjadi anggota legistativ ( nanti menjadi bagian dari politiking), sehingga kalau ulamanya bagian dari pemerintahan sekarang akan dibelanya begitu jika sebaliknya akan berpendapat menyerangnya. Sampai saat ini belum dapat jawabannya, soal bencana yang terjadi, kenapa sudah didera bencana dan sepertinya tidak juga diterima kasihi padahal sudah kerja keras tapi masih mau mencalonkan diri lagi?. Memang repot jadi pemimpin sudah tertekan juga tidak boleh marah dan berperilaku berlebihan jika dikritik, namanya juga pemimpin jadi harus iklas saja . begitu juga ketika mulai dibilangi mencontreng partai dan caleg itu adalah cara mengangkat partainya. Silakan lihat nanti jika seperti yang sekarang dipersepsikan dimana hanya mencontreng calon anggota legistative saja kelihatannya partainya tidak akan setinggi hasil survey, nantinya. Hanya namanya juga analisa kok jadi terlalu seurius kan sudah jelas hanya contreng caleg atau partai. Dan sudah terbukti contreng atau dulu coblos caleg hasilnya kelaut karena tidak ada yang merasa dipilih rakyat sehingga ugal ugalan. Apalagi mentang mentang berkuasa kalau calon anggota legistative partai lawan langsung dibersihkan dari pemandangan dengan berbagai alasan. Hanya jika partai yang diusung dan diharaplkan sama sekali tidak disentuh malahan secara terang terang sekan akan ikut mensosialisasikannya. Kondisi kondisi seperti ini maklum saja dan ini tidak bisa dikatakan sepihak karena pada kenyataannya sampai kedaerah pemerintahan terdiri dari para pihak yang berbeda koalisinya. III. Politisi dan partai politik Banyak benar sekarang orang dipartai politik yang duduk sebagai pejabat teras kehilangan terasnya sehingga tidak lagi dihargai dan dihormati seperti sebelumnya. Bagaimana tidak , sebelum keputusan MK sudah begitu yakin sehingga berani memberikan jaminan kepada seseorang untuk "bersedakoh atau menyumbang partai" dalam jumlah lumayan tetapi sejak keputusan mahkamah konstitusi "previllage" kesempatan utama di nomor urut kecil masuk ke Dewan Perwakilan Rakyat di hapus dan digantikan suara terbanyak. Artinya setiap calon anggota legistative harus kerja keras sendiri mendapatkan suaranya. Aduh muka ini ditaruh dimana mau jadi cacing masuk kedalam tanah tidak bisa karena bukan alamnya. Dulu kampanye partai bisa beramai ramai dan tinggal tunggu hasilnya bersama, saat ini jika Cuma kampanye bersama pasti tidak akan menarik masyarakat dan kalau yang diunggulkan sebagian maka yang sebagian lainnya bagaimana?. Kampanye ke rumah rumah dan komunitas menjadi tugas setiap calon anggota legistative. Hebatnya para ketua partai dan politisi di Indonesia mereka semuanya menyetujuinya dan menjalankan keputusan MK itu dan bukannya berusaha membubarkan MK yang jelas merugikan mereka. Kerugian ini yang paling fatal adalah dalam soal kepastian dan kewibawaan partai serta ketua partai, bagaimana tidak ditengah perjalanan proses secara tiba tiba terjadi perubahan ketentuan yang sangat mendasar dan merubah peta secara menyeluruh. Ketua partai dan pengurus partai tidak lagi punya wibawa seperti sebelumnya dan sebenarnya inilah kesempatan mengubah kepemimpinan yang ada didunia politisi dari pola menggunakan otoritas menjadi kepemimpinan visioner dan moral. Hanya kembali lagi semua perubahan ini terjadi ditengah jalan sehingga sungguh menyakitkan. Jika kalah dalam pemilihan dengan pola sebelumnya maka itulah sejarahnya tetapi ketika kalah ketika peraturannya dirubah ditengah jalan, ini sungguh kenyataan yang tidak terbayangkan sebelumnya. Apakah ketua, DPR, WK Ket DPR dan ketua fraksi bahkan ketua MPR tidak akan terpilih lagi?......, sudah memberikan kepada yang diharapkan mendulang suara hanya dengan perubahan situasi ini bisa jadi tidak ada yang tahu yang mana yang akan terpilih karena semuanya dirubah tiba tiba. Dalam doa tentunya semoga hasilnya membawa kebaikan bagi bangsa dan negara ini dan pengalaman ini tentu bagi Calon anggota legistative seperti juga pengalaman Al Gore dalam pemilihan Presiden USA dimana ketika dikalahkan malahan mendapatkan kebahagiaan dan nama baik yang mendunia. Politisi dan partai politik sedang mendapatkan cobaan nyata saat ini, apakah nantinya suaranya caleg hilang, tidak tertulis, berubah dijalan atau kertas suara rusak serta sistim informasi yang belum ketahuan juntrungannya akan menghantui pikiran partai dan calegnya. Konflik didalam partai antar calon atau dengan calon dari partai lain merupakan fenomena yang harus diantisipasi oleh KPU dan aparat keamanan. Partai dan calon anggota legistative sekarang seperti sedang kena jet leg akibat dari perubahan ketentuan dalam pemilihan umum ini, semoga saja ini membuahkan hasil yang terbaik buat bangsa Indonesia dan memberikan rejeki juga bagi calon calon yang akhirnya kalah akibat perubahan ketentuan ditengah jalan ini. Kita sebenarnya lebih baik dengan ketentuan yang pasti kalaupun pahit tetapi semua orang sudah tahu dan mempersiapkannya, perubahan ditengah jalan bukan hanya menyengsarakan tetapi juga bisa menjebak dan ini yang kurang baik, semoga tidak ada perubahan yang sebaliknya lagi dimasa depan. Sebelum ada fakta yang benar benar kuat bahwa ketentuan ini layak dirubah. Jangan lagi terjadi pembelokan termasuk mengharuskan mencontreng gambar partai dan calon anggota legistative, ingat hal itu akan membingungkan dan bisa menjadikan pintu masuk bagi manipulasi suara dan kebijakan dilapangan. IV. Pengusaha Mau usaha apa dizaman kaya gini?. Ini namanya pengusaha gadungan dan terbiasa dapat rente?. Jika perubahan zaman dibacanya begitu. Tenang saja kita harus mendapatkan peluangnya karena dibalik kesulitan biasanya ada peluang, ini namanya pengusaha teoritis. Setahu saya pengusaha itu banyak usahanya daripada kasih komentar dan selalu bisa mendapatkan peluangnya. Dalam kondisi 2009 ini, usaha apa yang akan laku?. Tidak mudah menjawabnya hanya yang pasti sangat berat. Bagi produsen maka usaha menurunkan biaya sangat strategis diusahakan disamping mendapatkan pasar yang baru atau memperluas pasar yang ada bagi produknya sedangkan diberbagai tempat juga terjadi penciutan daya beli masyarakat akibat krisis financial ini. Jika dilihat dari jauh seakan akan semua usah akan ambruk seperti ketika kondisi ekonomi meningkat tajam seakan akan semua akan naik, padahal nantinya ketika krisis berakhir akan ada juga pengusaha yang usahanya meningkat pada masa krisis ini seperti juga ketika masa panen berakhir ada juga pengusaha yang merugi usahanya akibat sebuah kesalahan dan kekeliruannya. Dalam situasi yang sulit ini maka sebaiknya pemerintah justru mengurangi beban situasi dan ketidakpastian sehingga kalaupun kondisinya sulit tetapi pemerinah Indonesia jelas jelas mendorong para usahawannya supaya survive. Stimulus dari pemerintah berupa keringanan dan kemudahan yang membuat usahanya menjadi bersemangat dan punya harapan kembali. 2009 merupakan tahun dimana pemilihan umum dan pilihan presiden di lakukan. Aksinya Jusuf Kalla ketika meminta menteri dan hadirin rapatnya supaya mencopot sepatu dan memperlihatkan sepatunya dengan tujuan mengapresiasi Produk dalam negeri bagus untuk didorong menjadi ketentuan di Birokrasi dan partai politik sacara moral termasuk Ketentuan menggunakan alat alat peraga kampanye buatan dalam negeri, juga iklan dll sehingga lumayan hasilnya bagi pengusaha indonesia. V. Penurunan harga BBM bukti dollar lebih berdaulat Soal ini tidak ada kesalahan pemerintahan saat ini, dimana ketika harga diturunkan tetapi harga harga yang ditentukan pedagang ayau masyarakat tidak mau turun. Alasannya macam macam mulai ketika kenaikan harga kasih kenaikan gaji sehingga tidak mungkin diturunkan lagi. Harga harga lainnya termasuk suku cadang tidak turun , tingkat suku bunga tinggi begitu juga dollar terhadap rupiah dan terjadinya kenaikan Upah Buruh di january 2009 ini sehingga usulan pengusaha akibat keadaan tidak stabil ini pemerintah juga silakan saja turunkan dulu harga harga yang dikontrol Pemerintah. Nanti pengusaha akan melihat dulu perkembangannya....nach lo. Pemerintah jangan merasa bersalah karena inilah buktinya jika kedaulatan diserahkan kepada pasar. Lain lagi ketika BBM naik semua naik dan mereka diam diam ambil untung dari kenaikan harga BBM ketika itu, yang paling rugi dari semua ini adalah masyarakat yang penghasilannya sangat terbatas. Pemerintah Indonesia terbukti kalah sama berdaulat dibandngkan dollar kalau tidak percaya silakan lihat harga barang barang yang dihargai berdasarkan kurs dollar dengan rupiah begitu dollarnya turun harga komputernya turun dalam rupiah. Fenomena ini harus dijadikan pelajaran berharga bagi siapapun yang akan memerintah bahwa pada kondisi tertentu "beginilah kenyataan" dimana kalau sudah terlanjur maka sukar dikembalikan atau dikendalikan. Ketika harga BBM naik maka banyak yang bunuh diri akibat kehilangan harapan dan ketika itu mereka memang sudah kehilangan harapannya, saat ini mereka tidak bisa hidup lagi ketika bbm diturunkan. Begitu juga bagi orang orang yang kehilangan berbagai macam hal ketika itu dan ketika harga bbm yang sudah turun juga , sesuatu yang telah hilang tidak bisa kembali lagi. Soal penurunan harga bbm ini kita perlu belajar dari penetapan waktu belajar anak anak sekolah di DKI jam 6.30 sebelum ditetapkan atau pas uji coba tetapi ketika sudah ditetapkan jelas ada manfaatnya, begitu juga busway yang ketika di masa awal debat dan penentangannya ramai sekali tetapi saat ini Busway sudah diterima dan jika dilaksanakan sepenuhnya maka Indonesia akan menjadi negara terbesar dalam menggunakan Busway. Kejadian ini sama dengan keputusan MK soal suara terbanyak dan Indonesia memilih Demokrasi seperti saat ini. Artinya ketika niatnya benar dan tepat serta tidak ada kongkalikong maka bangsa Indonesia sangat siap berubah atau menuruti keputusannya sepanjang itu demi kebaikan dan kemaslahatan. Ini barangkali pelajarannya. Dalam soal menurunkan harga harga untuk memudahkan kehidupan masyarakat maka pemerintah harus belajar dari kasus tadi dan bertindak tepat. . VI. KPU (Komisi Pemilihan UMUM ) Komisi Pemilihan umum mulai disoroti pada minggu ini, semua sorotan masih dalam kerangka kasih sayang dan memotivasi supaya KPU berkerja profesional, menjunjung tinggi kepercayaan yang diberikan masyartakat serta tidak menganggap enteng persoalan. Dalam hal mengaplikasikan soal teknis nanti pada kenyataannya tidak sesederhana teorinya. Begitu kertas suara jadi tercetak dan nama calon tidak bisa dilihat mudah atau akibat dilipat sehingga tidak terbaca, apakah ditolelir?.belum lagi bebrbagai persoalan yang sebaiknya diwaspadai sehingga Pemilu dan Pilpres bisa berjalan lancar. KPU jangan banyak jawab dan bertengkar tapi jalani saja amanah itu dan buktikan bahwa pada pemilu 2009, prosesnya berjalan lancar dan bukan anggota KPU yang disusupkan siapapun sehingga hasilnya dijamin jujur dan adil begitu juga perangkatnya sampai ke daerah dan Bawaslu.. VII. Dunia pendidikan Pada dunia pendidikan persoalan yang mendasar itu bukan lagi hanya soal UU badan hukum Pendidikan tetapi kalaupun saat ini 2009, dimana anggaran pendidikan sudah 20% banyak soal lain lagi yang harus menjadi perhatian dan perlu langkah luar biasa dalam memperbaiki moral anak anak melalui guru, lingkungan dan para orang tua termasuk perbaikan pola perilaku sejak sekolah dasar salah satu yang memprihatinkan tersebut adalah Ketahuan Jadi PSK, 18 Siswi SMP Tambora Keluar dari Sekolah Chazizah Gusnita - detikNews Jakarta - 18 Siswi salah satu SMP di Tambora Jakarta Barat ketahuan menjajakan dirinya ke buaya darat. Perbuatan mereka diketahui oleh pihak Pemkot Jakarta Barat, Diknas, dan sekolah tersebut. 18 siswi yang menjadi korban prostitusi ini akhirnya mengundurkan diri dari sekolah.
"Siswi itu sendiri yang mengundurkan diri. Mereka sadar kalau langkah mereka tidak pada tempatnya," ujar Kepala Dinas Pendidikan Dasar Depdiknas Taufik Yudi kepada detikcom, Selasa (13/1/2009). Taufik mengatakan, seluruh siswi tersebut nantinya akan ditempatkan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Di sana, mereka akan diajarkan pendidikan formal masyarakat dan dari dinas pendidikan akan melakukan pembinaan. "Mereka juga akan mendapatkan dan mengikuti kejar paket B sehingga bisa mendapatkan ijazah SMP seperti sekolah lainnya," katanya. Menurut Taufik, 18 siswi ini hanya korban dari lingkungan dan orang-orang sekeliling mereka yang memanfaatkan mereka. Sehingga perlu ada pembinaan langsung baik dari orangtua, sekolah, diknas secara komprehensif. Diknas sendiri memikirkan bagaimana mereka bisa kembali belajar. Siswi tidak boleh kehilangan kesempatan belajar mereka. "Mereka itu dirayu, diiming-imingi oleh penghubung dan pengguna. Itu yang menyebabkan mereka seperti itu. Yang mesti dikejar adalah mereka (pengguna dan penghubung). Kita dari diknas melakukan pendekatan edukatif, memberitakan keterampilan, pendidikan moral, keagamaan, etiket dan lainnya," imbuhnya.(gus/iy) Jangan anggap enteng ini, walaupun sudah dianggap biasa dan ini bencana besar jika terus dianggap sebagai hal yang biasa. Semoga segera diperbaiki. VIII. Penutup. Sulit memang dianggap menyampaikan sesuatu yang beda di ERA kampanye ini apalagi bagi yang posisinya harus merebut kekuasaan maka tulisannya harus menyerang yang berkuasa seperti sebaliknya bagi para pembela maka tulisannya harus menyampaikan keberhasilan penguasa dan perseptif baiknya. Hanya di antara celah itu jika kita akan menyampaikan kebenaran maka awalnya akan menjadi perseptif yang serba keliru dan semoga saja yang paling penting itu kan, kebaikannya. Oleh karenanya soal persepsi biar saja tidak diurus dan belakangan akan muncul juga kebenarnanya.. Dan yang paling menarik adalah ketakutan mailing untuk menerima wacana untuk mendiskusikan yang sebanarnya biasa saja. Semakin hari semakin banyak para moderator yang tidak lagi meloloskan buah pikiran ini. Kelihatannya aneh sekali, seperti tidak percaya kepada akal sehat para pembacanya. Apakah buah pikiran ini akan merubah banyak hal? Saya kira kita harus lebih rajin mengkritik penguasa dalam rangka memperlihatkan yang pada ujungnya akan mengungkapkan sesuatu yang akhirnya akan bermanfaat. Dan dalam rangka perbaikan kedepan juga dengan berbagai kesakitan ini semoga saja bangsa Indonesia kedepan menjadi tidak semakin kesakitan lagi tetapi malahan mendapatkan keberkahan dan kepemimpinan yang didukung oleh alam semesta. Para alim ulama dan orang suxci yang mendoakan NKRI dan bangsa Indonessia sehingga negara dan bangsa terselamatkan. Kita juga semoga terhindar dari tipu daya dan sihir yang merajalela melalui berbabagi media perantara. Khusus untuk soal kepemimpinan nasional , kenapa jangan takut dan marah dikritisi karena dengan melihat persoalan ini dari sudut orang lain sesungguhnya akan melihat persoalan menjadi lebih jelas dan memperbaiki situasi yang bisa diperbaiki. Disisi praktisi masih mengatakan bahwa jika Pemilihan Presidennya hari ini tanpa harus pusing pusing menunggu hasilnya sampai tuntas Pasangan hari ini masih menang mutlak. Yang lain tidak ada , apakah perencanaannya , hasil kerjanya , Tim nya dll. Sehingga keiklasan selagi dan seorang pemimpin nasional memang sangat diharapkan dan sebaiknya mampu melihat cara pandang ini dari orang yang ternyata belum tahu maksud baik dan belum bisa melihat program nasional secara lebih detail dan dalam. Oleh karenanya implementasi yang semakin membaik, perubahan nasib rakyat secara nyata sehingga semakin nyata berubah itulah harapan banyak pihak dan semua pemimpin Indonesia. Sebagai rakyat biasa selain wajib mengungkapkan kebenaran juga patut mendoakan pemimpin Indonesia supaya sehat dan dilindungini NYA. Agus muldya natakusumah. Indosolution.
