Jawa Pos [ Selasa, 20 Januari 2009 ]
TNI Intensifkan Patroli dan Sweeping di Jayawijaya Setelah Terjadi Serangan OPM ke Pos Polisi JAYAPURA - Serangan gerombolan OPM (Organisasi Papua Merdeka) ke pos polisi pekan lalu mengharuskan petugas keamanan meningkatkan pengamanan. Bahkan, patroli dan sweeping pun makin sering dilakukan. Danrem 172/PWY Kolonel CZI I Made Sukadana memerintahkan seluruh personel di Jayawijaya mengintensifkan patroli dan sweeping. Sebagaimana diberitakan, belasan anggota OPM menyerang pos polisi di Tingginambut dan berhasil membawa kabur empat pucuk senjata api organik polisi. Sejak itu ketegangan pun melingkupi Jayawijaya. Menurut Danrem, sejak ada aksi penyerangan anggota OPM kelompok Guliat Tabuni di wilayah Tingginambut, anggota TNI yang bertugas wilayah Jayawijaya (Wamena) terus meningkatkan kewaspadaan, terutama untuk mempersempit ruang gerak mereka jika sewaktu-waktu melarikan diri ke daerah Batom. "Ada informasi anggota OPM yang menyerang pos polisi di Tingginambut lari ke Batom,'' ujarnya. Untuk membantu polisi mendapatkan kembali senjatanya, TNI akan berusaha melakukan pendekatan persuasif dan komunikatif. ''Kami mengimbau masyarakat yang telah merampas senjata polisi agar segera mengembalilkan dengan cara baik-baik," sarannya. Sementara itu, seorang anggota OPM yang ditembak akhir pekan lalu, Yendenak Wonda, gagal menjalani operasi pengambil proyektil yang bersarang di tubuhnya. Pasalnya, kondisi kesehatannya belum memungkinkan. ''HB-nya turun,'' papar Kabiddokkes Polda Papua Kombespol Dr M. Zamil DDS MARS DFM. Dari hasil penyelidikan, Yendenak adalah komandan di kelompok Guliat Tabuni. Selama ini dia ditugaskan di pos terluar OPM. ''Dia mengaku berpangkat kapten,'' ujar Direskrim Polda Papua Kombespol Drs Paulus Waterpauw. Yendenak menjelaskan bahwa kesatuannya memiliki belasan senjata api. Jumlah personelnya mencapai 40 orang. ''Katanya ada juga masyarakat biasa yang bergabung dengan kelompoknya,'' tambah Paulus. Dari Yendenak pula, polisi berhasil mendapatkan identitas pelaku penyerangan ke pos polisi tersebut. ''Karena itu, kami sarankan para pelaku menyerah,'' ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Paulus menceritakan penangkapan Yendenak. Salah seorang anggotanya menemukan makam anak Yendenak, Decky Tabuni. Di nisannya tertulis, dia berpangkat kolonel anumerta. (bat/mud/jpnn/ruk
