http://www.detiknews.com/read/2009/01/27/233010/1075228/10/enam-caleg-bertarung-membela-tki-di-malaysia


Selasa, 27/01/2009 23:30 WIB
Enam Caleg 'Bertarung' Membela TKI di Malaysia
Ramdhan Muhaimin - detikNews

 
Malaysia - Masalah TKI selalu menjadi persoalan yang paling krusial dalam 
hubungan bilateral antara pemerintah RI dan Malaysia. Enam caleg yang bertarung 
di dapil DKI Jakarta 2 pun tidak ketinggalan saling berlomba berkampanye 
menjadi 'pembela' TKI. 

"Acara ini merupakan yang pertama kali dilakukan di Malaysia oleh mahasiswa. 
Enam caleg dari Dapil DKI Jakarta 2 berkampanye politik bersama memaparkan visi 
misi mereka, lalu dibedah oleh panelis ahli dan dicecar pertanyaan dari 
masyarakat. Terakhir, mereka diikat dalam kontrak politik," ujar Ketua Umum 
Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Malaysia Irfan Syauqi Beik dalam Bedah Caleg 
Dapil DKI Jakarta 2.

Bedah caleg yang bertemakan 'Menjaga Amanah WNI di Malaysia' itu digelar di 
KBRI Kuala Lumpur, Jalan Tun Razak, Malaysia, Selasa (27/1/2009). 

Keenam caleg tersebut adalah Mohamad Sohibul Iman (PKS), Ade Daud Nasution 
(PAN), Jerry AK Sambuaga (Golkar), Wawan Syakir Darmawan (Partai Demokrat), 
Zainul Abidin (Partai Hanura), dan Magfhur Machrodji (PKB).

Sedangkan penelis ahli antara lain Pengamat Politik UI Muhammad Ali Berawi, 
Akademisi M Shobri Abdul Madjid, dan Presiden Union Migrant (UNIMIG) Indonesia 
Muhammad Iqbal.

Wakil Dubes Tatang B Razaq mengatakan, hubungan bilateral antara Indonesia dan 
Malaysia masih menghadapi masalah yang krusial, terutama mengenai TKI. 

"Ini sudah menjadi tugas wajib pemerintah untuk menyelesaikan, termasuk tugas 
di legislatif," cetusnya.

Dia mencontohkan, keputusan Malaysia untuk mem-PHK-kan 200 ribu tenaga kerja 
asing secara bertahap terkait krisis global, 40 ribu diantaranya merupakan TKI. 
Hingga saat ini, lanjut dia, sudah ribuan TKI yang di PHK dan ditangani oleh 
KBRI Kuala Lumpur. Sebagian besar dari mereka yang di-PHK tidak boleh pulang, 
tapi dikenakan biaya pinalti dan pajak oleh outsourcing.

"PHK kebanyakan di wilayah semenanjung. Saya sudah laporkan ke Jakarta. Karena 
itu saya minta para caleg juga dapat membantu melalui legislasi jika berhasil 
masuk parlemen dengan membuat peraturan yang memudahkan TKI. pemerintah juga 
harus melobi Malaysia, apalagi nanti ada pergantian kepemimpinan di Malaysia 
pada bulan Maret," jelas Tatang. 

Pada kesempatan itu, Menurut Caleg PKS Shohibul Iman, selain upaya diplomasi 
Government to Government antara pemerintah RI dan Malaysia, upaya lain harus 
dilakukan seperti Party to Party dan People to People untuk meningkatkan 
kualitas diplomasi.

"Misalnya, perwakilan-perwakilan partai yang ada di sini, dapat melakukan lobi 
dengan partai pamerintah di Malaysia. Sehingga hasilnya dapat di follow up di 
tingkat legislatif di Indonesia," tutur Iman. 

Selain komitmen pembelaan terhadap TKI, keenam caleg tersebut juga banyak 
memaparkan visi mereka mengenai masalah terminal 3 TKI di Bandara Soekarno 
Hatta, hubungan Indonesia-Malaysia, dan korupsi di parlemen.

Acara tersebut diakhiri dengan kontrak politik bersama mengenai komitmen 
berpihak dan peduli pada persoalan WNI di Malaysia yang disaksikan para pejabat 
KBRI Kuala Lumpur dan 300-an WNI yang hadir. (rmd/fiq)

Kirim email ke