http://www.poskota.co.id/redaksi_baca.asp?id=1872&ik=32


Persaingan Usaha Demi Janda 

Rabu 28 Januari 2009, Jam: 6:01:00 

Adakah undang-undang yang melarang duda usia 45 tahun mengapeli janda kembang 
usia 21 tahun? Nggak ada! Tapi kenapa warga Desa Watugede Kecamatan Puncu 
Kabupaten Kediri (Jatim) tega mengeroyok si duda kasmaran? Jangan-jangan ini 
hanya karena persaingan usaha, yakni usaha menaklukkan si janda! 

Tak bisa dibantah, janda kembang yang cantik selalu mengundang selera dan 
gairah kaum lelaki. Jangankan yang masih bujangan, sedangkan yang sudah 
berkeluarga saja banyak yang berspekulasi, siapa tahu ada jodoh. Bila sedang 
milik, bisa saja kan yang tua dan belakangan hadir, malah bisa muncul sebagai 
kuda hitam, dan selanjutnya menunjukkan dia punya tenaga kuda. Karenanya, bagi 
yang kalat set alias tidak kebagian, janganlah ngiri dan kemudian menebar 
fitnah. 

Inilah agaknya yang terjadi di Desa Watugede, Kediri. Wiwik, janda kembang 
putri Pak Hendro memang memang lumayan cantik, setidaknya bisa bikin kontak 
pendulum kaum lelaki. Perhatikan betisnya yang mbunting padi, lalu bodinya yang 
seksi, dan kemudian kulitnya yang putih bersih. Wah, andaikan dibuka, pasti 
mengundang sejuta sensasi. Jangan ngeres dulu, maksudnya adalah membuka 
kerudung atau jilbabnya, karena sehari-hari si Wiwik memang selalu menggunakan 
busana muslimah. 

Karena kecantikannya itu pula, banyak anak muda yang menaksir dirinya. Tapi 
sayang tak satupun dari mereka yang berhasil menaklukkan hati dan jiwa si 
Wiwik. Justru kemudian muncul seorang lelaki duda tua, namanya Untung, 45, yang 
begitu hadir langsung bisa diterima pasar. Maksudnya, duda tersebut akan 
diambil menantu alias menjadi bini Wiwik secara definitip. Mereka memang belum 
pernah nampak jalan bareng, tapi begitu betahnya Untung di rumah Pak Hendro, 
sedang Pak Hendro betah saja ketamuan dia, sungguh membuat anak muda desa itu 
cemburu. 

Anak-anak muda itu pernah mendekati Untung, dengan maksud agar mundur dari 
pencalonan, mengingat usianya yang bukan lagi muda. Berikan kesempatan kepada 
yang lebih muda, yang mampu menjawab tantangan zaman. Tapi duda keren itu tak 
menggubris. Analoginya, yang nyapres usia 50 tahun lebih saja tak dibatasi, 
kenapa usia 45 dilarang mencari istri usia 21 tahun. "Kan ujung-ujungnya juga 
sama, untuk nyoblos atau nyontreng..," begitu dalih Untung. 

Hal ini yang membuat para penaksir Wiwik semakin cemburu. Maka sebagaimana yang 
terjadi beberapa hari lalu, baru saja Untung mau apel di rumah Wiwik, langsung 
dihajar para pemuda hingga pingsan dan babak belur. Tak ayal lagi sejumlah 
pemuda digiring ke Polsek Puncu. Dalam pemeriksaan mereka juga mengakui bahwa 
tak punya hak melarang duda mengapeli janda kembang. Tapi katanya, demi 
kepatutan mbok yang sudah usia 45 tahun macam Untung jangan pula ikut berlomba. 
Iku kan sama saja gak ngoman-omani. 

(JP/Gunarso TS) 

Kirim email ke