Jualan Besar Cawapres Pasangan Mega 
Luhur Hertanto - detikPemilu

Jakarta - Rakornas IV PDIP di Solo berakhir antiklimaks. Harapan melalui 
hajatan ini Megawati Soekarnoputri mendapat pasangan dalam Pilpres 2009 pupus 
begitu saja. Tidak ada nama, hanya kriteria bakal cawapres yang disebut di 
penutupan acara. 

Padahal tidak sedikit tokoh yang diusulkan pengurus PDIP daerah, baik yang 
dipikirkan serius maupun yang terkesan asal mencalonkan. Para calon itu adalah 
Sultan Hamengku Buwono X, Prabowo Subiyanto, Surya Paloh, Hidayat Nur Wahid, 
Akbar Tandjung, Wiranto, Sutiyoso dan Fadel Muhammad.

Serius karena memang ada di antara para calon itu yang sedang mencari-cari 
'lowongan' atau kesempatan duduk di pucuk pmerintahan. Asal mencalonkan karena 
sebagian dari para calon itu sebelumnya sudah menyatakan diri sebagai bakal 
capres dan tidak mau menjilat ludah sendiri atau merendahkan diri menerima 
tawaran sebagai cawapres.

Demi menyelamatkan muka parpol dari kegagalan itu, maka Rakornas IV PDIP 
merekomendasikan pembentukan tim khusus mencarikan pasangan bagi Megawati 
Soekarnoputri. Tim terdiri dari unsur internal PDIP dan masyarakat itu 
menawarkan 3-5 calon, selanjutnya Mega memutuskan pilihannya.

Tokoh beruntung terpilih sebagai cawapres pasangan Megawati pastilah dia punya 
kemampuan marketing sangat hebat. Sebab tugas awal Sang Cawapres sebenarnya 
'menjajakan' PDIP hingga menang mutlak dalam Pemilu 2009 agar mudah mengajukan 
pasangan bakal capres-cawapres.

Masalahnya sekarang ini menjual PDIP bukan urusan semudah Pemilu 1999 lalu. 
Terungkapnya kinerja bobrok dan tingkah polah memalukan sejumlah 
fungsionarisnya di legislatif belakangan ini membuat terpuruk citra PDIP. Ada 
yang hobi bolos sidang, terlibat korupsi bahkan pezina.

Sosok Megawati pun tidak lagi mencitrakan pembela wong cilik, tokoh reformis, 
atau simbol kaum terzalimi yang patut dibela. Rangkaian ejekannya kepada 
kinerja Pemerintahan SBY-JK memang sangat populer di masyarakat, tapi juga jadi 
bumerang. 

Menggantungkan diri pada pamor Soekarno seperti selama ini? Memang masih 
lumayan mujarab mendongkrak citra Mega dan PDIP, tapi itu jurus basi. 

Siapa pun cawapres yang terpilih, kita tunggu saja sepak terjangnya 
'melariskan' PDIP hingga mulus jalan bagi Megawati. Kalau dia gagal, pasti Mega 
mundur dari bursa bakal capres. Malahan bisa jadi Mega mundur lebih awal karena 
gagal mendapat 'marketer' handal. ( lh / nrl ) 
 
http://pemilu.detiknews.com/read/2009/01/29/090734/1075976/700/jualan-besar-cawapres-pasangan-mega


              salam
     [email protected]
 


      Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke