http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=5317:knkt-dan-dephub-selidiki-kecelakaan-helikopter-pelita-air&catid=3:nasional&Itemid=128
KNKT dan Dephub Selidiki Kecelakaan Helikopter Pelita Air
Jakarta, (Analisa)
Pejabat dari Komisi Keselamatan Transportasi Nasional (KNKT) dan
Departemen Perhubungan (Dephub) diterjunkan untuk meneliti kecelakaan
helikopter jenis Super Puma milik maskapai Pelita Air Service yang kehilangan
kendali saat melakukan uji coba mesin dalam rangka perawatan rutin di landasan
pacu Lapangan Udara Pondok Cabe, Tangerang Banten, Kamis (29/1) pukul 10.00
WIB.
Dua teknisi Pelita Air yang terlibat dalam ujicoba tersebut tewas
seketika dengan tubuh terpotong-potong akibat tersabet baling-baling pesawat.
Sementara pilot, Kapten Rahman Adi, dan seorang teknisi lain yang berada di
dalam helikopter, lolos dari maut dan hanya mengalami luka-luka.
Kedua korban meninggal adalah Ahmad Suparja (54), warga Kampung Gondrong,
Tangerang, dan Sri Setiabudi (44), warga Perumahan Bumi Pelita Kencana Blok A
Pondok Cabe, Tangerang, Banten. Saat kecelakaan terjadi, kedua korban berada di
tepi lintasan untuk mengecek kondisi pesawat dari luar. Korban tersabet
baling-baling karena tak sempat menghindar dari terjangan pesawat yang bergerak
cepat. Untuk keperluan otopsi, kedua jenazah langsung dievakuasi di RS
Fatmawati, Jakarta Selatan.
KNKT sedang menyelidiki penyebab kecelakaan yang membuat mesin dan
baling-baling pesawat itu rusak. "Kami sudah mengirimkan dua investigator untuk
menyelidiki kecelakaan itu, yaitu Capt. Toos Sanitioso sebagai Inspector In
Charge (IIC) dan Sulaeman," jelas Ketua KNKT Tatang Kurniadi saat dikonfirmasi,
Kamis siang.
Tatang menjelaskan, pesawat naas bernomor registrasi PK-PUH yang
berkapastitas 17 penumpang itu bukan terjatuh dari udara. Pesawat rakitan PT
Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN) tahun 1983 terbalik saat masih berada
di landasan pacu, tepat di depan hanggar pesawat. "Helikopter tidak sedang
terbang atau hendak terbang, tetapi sedang melakukan pemeriksaan rutin,"
jelasnya.
Kepala Pusat Komunikasi Publik Dephub Bambang S Ervan, mengatakan, Dephub
juga mengutus dua orang inspektur untuk menyelidiki peristiwa tersebut yaitu
seorang pilot dan seorang teknisi. Keduanya merupakan utusan dari Direktorat
Kelaikan Pesawat dan Operasi Penerbangan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
Bambang mengungkapkan, informasi yang diterimanya Kamis siang menyebutkan
bahwa pesawat oleng ke kiri dan terjatuh saat melakukan run up. "Bisa dibilang,
saat pemanasan mesin, helikopter kehilangan kendali dan terguling. Banyak teori
yang bisa digunakan untuk menyelidiki penyebab kecelakaan ini, tetapi itu bukan
wewenang saya untuk menjelaskannya. Kita tunggu saja hasil investigasi KNKT,"
ujarnya. (try
<<heli.jpg>>
