Dalam ilmu Psikologi mana mungkin ada Syarii ???
Syariah Islam itu bukan ilmu Psikologi, dan dalam ilmu Psikologi
dikatakan Syariah Islam itu adalah terror Psikologis.

Ny. Muslim binti Muskitawati.










--- In [email protected], muhamad agus syafii <agussya...@...> wrote:
>
> Rekonstruksi Syar'iy Dalam Ilmu Psikologi
> 
> Oleh; Prof. Dr.Achmad Mubarok,MA
> Disampaikan dalam Kajian Ilmiah PsikologiIslami yang diselenggarakan
oleh Fusi Fakultas Psikologi UI, 21Desember 2008-12-20
> 
> Pendahuluan
> 
> Psikologi (Ilmu Jiwa) tidakberbicara tentang jiwa, tetapi berbicara
tentang tingkah laku (TL) manusia dengan asumsi bahwa TL manusia itu
merupakan gejala dari jiwanya.
>  
> Psikologi  lahir dari kultur sekuler di Barat dimana ilmuwan
berseberangan dengan agama (Gereja),oleh karena itu  Psikologi tidak
mengenal iman, Tuhan, dosa  akhirat dan seterusnya.
> 
> Manusia dalam konsep Psikologi adalah  tak lebih sebagai mazkluk
dunia, oleh karena itu TL yang diteliti juga dalam perspektip
horizontal.Tidak mengherankan jika psikolog Barat tida mampu
menguraikan makna senyum Amrozi
> 
> Memang ada Psikologi Agama di Barat, tetapi juga tidak membahas
agama,yang dibahas adalah apa pengaruh keyakinan agama terhadapTL.
> 
> Sejarah Keilmuan dalam Sejarah Islam
> 
> Berbeda dengan sejarah Barat dimana ilmuwan bermusuhan dengan agama
(Gereja), dalam sejarah Islam, motivasi ilmu pengetahuan justeru
datang dari ayat al Qur¢an, oleh karena itu pengembang ilmu
pengetahuan dalam sejarah Islam adalah para ulama. Ilmu seperti
Psikologi tidak lahir meski term jiwa (nafs) lebih dari 300 kali 
disebut dalam al Qur¢an dan lebih banyak lagi di dalam hadis. Jiwa
manusia (nafs)  dipelajari dalamkonteks hubungan manusia dengan Tuhan
(vertikal), oleh karena itu ilmu yang lahir dalamkaitan jiwa adalah
ilmu akhlak dan ilmu tasauf.
> 
> Ilmu Akhlak berbicara tentang perbuatan baik (akhlak alkarimah) dan
perbuatan buruk (akhlak almazmaumah) dan bagaimana membentuk perilaku
baik, termasuk perilaku manusia kepada Tuhan.
> 
> Ilmu Tasauf yang dapat disebut sebagai filsafat akhlak berbicara
tentang bagaimana jiwa manusia dapat merasa dekat dengan Tuhan
> 
> Sejarah Psikologi Islam.
> Kajian Psikologi Islammulai dilakukan sekitar 1950 di Barat oleh
mahasiswa muslim yang studi di Barat.
> 
> Tahapan kajian itu melalui; (a)  terkagum-kagum dulu kepada teori2
psikologi, kemudian (b) mencocok-cocokkan dengan konsep alQur¢an
(ayatisasi), dan (c) mengkritisi teori Barat, dan (d) menawarkan
paradigma baru Psikologi
> 
> Ketika muncul gerakan Islamisasi Ilmu, tiga ilmu star bersama,yaitu
Ekonomi Islam, Psikologi Islam dan Sosiologi Islam. Ekonomi
Islamberjalan lebih cepat karena mempunyai media,yaitu bank Islam atau
Bank Syari`ah.
> 
> Di Barat perkembangan Psikologi Islam terhenti pada penerbitan
literatur bernuansa psikologiIslam, sementara di Mesir,Pakistan,Libia,
Sudan, Malaysia dan Indonesia kajianPsikologiIslamlebih pesat dengan
fokus yang berbeda-beda. Indonesia termasuk paling meriah dalam
kontribusinya.
> 
> Perbandingan etos pengembangan keilmuan, ibarat psikologi  itu
sepeda motor,Barat langsung menaikisepeda motor itu ke berbagaimedan
tanpamembaca manualnya. Oleh karena itu Barat kaya dengan penelitian
empirik, dan cabang2 psikologi sesuai denganmedan yang merekalalui.
Sementara itu di dunia Islam, ketikamelihat sepeda motor mereka
mencarimanualnya,kemudian membacanya dengan tekun, tetapi sedikit
sekali menaikinya. Oleh karena itu ilmuwan psikologiIslammiskin dengan
penelitian lapangan, pengetahuannya lebih banyak normatipbersumber
dari manualnya.. Sebagai contoh di dunia baru ada dua profesor bidang
psikologi Islam, dan kebetulan keduanya dari Indonesia.
> 
> Konsep Psikologi Islam
> 
> Ada perbedaan muatan dalam nama;Psikologi Islami dan Psikologi
Islam. Yang pertama masih tahap mencocok-cocokkan,yang kedua sudah
dalam tahap menawarkan paradigma baru Psikologi.
> 
> Psychology merupakan produk dari renungan, pengalaman,penelitian dan
laboratorium. Sedangkan Psikology Islambersumber dari manual
manusia,yaitu apa kata Alqur.an tentang manusia (wahyu)  diperjelas
dengan hadis, ditambah pengalaman dan (masih sedikit) penelitian.
> 
> KonsepPsikologi Barat lebih bersifat trial and error karena memang
produk fikiran, sedangkan konsep Psikologi Islam berbasis keyakinan
atas kebenaran wahyu.
> 
> Meski demikian,banyak sekali mutiara ilmu dalamPsikologiBarat,oleh
karena itu Teori Psikologi Barat bisa digunakan sebagai alat bantu
dalam menggali konsep Psikologi Islam dari alQur¢an
> 
> Dasar dari konsepPsikologi Islam adalah  konsep manusia.Ada
perbedaan mendasar antara konsep manusia menurut Psikologi dengan
konsepmanusia menurut al Qur¢an.
> 
> Manusia menurut teori psikologi barat adalah; homo volens
(dikendalikan dari dalam), homomechanicus (dikendalikan dariluar)
,homo sapens (makhlukberfikir) dan homo ludens (makhluk yang mengerti
makna hidup).
> 
> Menurut Al Qur`an manusia adalah hamba Alloh (`abdulloh) sekaligus
khalifatullah (wakil Tuhan), memiliki dimensi sangat kecil (hamba) dan
dimensi sangat besar (wakilTuhan)
> 
> TeoriPsikoanalisamisalnya memperkenalkan struktur Id, ego dan super
ego pada manusia,sedangkan al Qur¢an memperkenalkan  sistemnafsani
yang terdiridari subsistem `aql, qalb, bashirah, syahwat dan hawa.
> 
> Banyak sekali statemens psikologis dalam al Qur¢an dan hadis, tetapi
sayang belumdi persepsi dengan perspektip psikologi , karena para
ulama memang tidakmemilikiperspektip psikologi.
> 
> Contoh hadis yang menyatakan. : Dunia adalah penjara bagi orang
mukmin dan sorga bagi orang kafir (addunya sijnul mu¢minin wa
jannatulkafirin).Ulama lebih memahaminya sebagai hadis tasauf,padahal
ia adalah hadis psikologi.. Di psikologi ada hollowmen, di alQur¢an
ada wa af¢idatuhum hawa (hatinya kosong).. Karakteristik nafs,
`aql,qalb, syahwat dan hawa disebut dengan sangat terperinci dalamal
Qur¢an, tetapi belum difahami dengan perspektip psikologi..
> 
> Langkah yang diperlukan untuk mengembangkan Psikologi Islam
> 
> 1.    Perdalam metode tafsir tematik untuk memahami karakteristik jiwa
> 2.    Buka program studi Psikolologi Islam di PT
> 3.    Perbanyak lembaga konseling Islam
> 4.    Hidupkan  asosiasi Psikologi Islam
> 5.    Perbanyak penelitian lapangan 
> 6.    Sosialisasikan melalui jurnal,buku, seminar dan website/blogsite
> 
> 
> sumber, http://mubarok-institute.blogspot.com
> 
> Wassalam,
> agussyafii
>


Kirim email ke