http://www.harianterbit.com/artikel/info/artikel.php?aid=61031


Dampak pemutih kulit bisa makin hitam/biru

      Tanggal :  31 Jan 2009 
      Sumber :  Harian Terbit 



JAKARTA - Para konsumen khususnya kaum perempuan yang tergiur dengan produk 
kecantikan untuk merubah warna kulit jangan terlena. Pasalnya, pemakaian produk 
pemutih kulit berdampak kurang baik untuk kulit bahkan jika fatal sulit untuk 
diobati. 

Saat ini berbagai iklan gencar menawarkan produknya, diantaranya tawaran untuk 
memperoleh warna kulit yang lebih putih dari warna kulit aslinya, termasuk 
menggunakan berbagai kosmetik pemutih kulit. Dari yang herbal, suntik vitamin C 
hingga yang berbahan baku kimia yang sifatnya lebih cepat memberi hasil. Bahkan 
mereka ada yang rela mengeluarkan dana yang besar hanya untuk terlihat cantik 
dan menarik dengan kulit putihnya. 

Ketua Kelompok Studi Dermatologi Kosmetik Indonesia (KSDKI) dr Sjarif 
Wasitaatmadja, SpKK (K), Jumat (30/1) menyarankan, perempuan menghindari 
merubah warna kulitnya karena hal tersebut bisa berakibat kurang baik bahkan 
sulit untuk diobati. 

"Merubah warna kulit yang normal sebaiknya dihindari karena meski kita 
menggunakan pemutih kulit itu sifatnya hanya sementara. Begitu obatnya habis, 
warna kulit kita akan kembali ke warna asalnya. Asal sehat kulitnya, orang 
tetap akan terlihat cantik dan menarik," ujarnya menjelang simposium kesehatan 
kulit yang bertema "Everything about Skin Pigmentaasi. Simposium tersebut akan 
diselenggarakan di Jakarta 7-8 februari 2009. 

Sjarif juga menghimbau agar perempuan lebih teliti dalam memilih dan 
menggunakan krim pemutih wajah. Krim pemutih yang banyak beredar di pasaran 
umumnya menggunakan zat hidrokinon dengan kadar di atas batas normal. 
"Hidrokinon memang memberikan efek yang lebih cepat dan nyata terhadap kulit," 
tuturnya. 

Karena memberikan efek yang lebih nyata itulah, kini hidrokinon menjadi zat 
pemutih yang paling popular dan banyak ditemukan pada krim-krim pemutih. Meski 
demikian, lanjut Sjarif, akibat pemakaian hidrokinon yang tak terbatas, maka 
zat tersebut sudah ditarik oleh BPOM dari peredaran. Sebab efeknya membuat 
kulit semakin hitam dan biru (oksonogis) dan sulit diobat. 

Hampir semua krim pemutih memiliki efek samping. Tergantung kadar zat kimia 
yang digunakan. "Semakin berkhasiat umumnya, efek yang ditimbulkan lebih 
besar," tandasnya. Karena itu, ia menyarankan agar penggunaan krim pemutih ini 
dibatasi waktu penggunaannya. Dunia kedokteran merekomendasikan adanya jeda 
waktu "istirahat" bagi kulit terhadap paparan zat pemutih tertentu setelah 3 
bulan penggunaan. (

Kirim email ke