http://www.poskota.co.id/redaksi_baca.asp?id=1882&ik=32
Bukan Sekedar "Netap Olie" - Rabu 4 Februari 2009, Jam: 9:19:00 Punya bini jadi TKW memang bikin pusing. Untuk penyaluran nafsu, Riyadi, 30, mencoba mengganggu kekasih lama yang kini sudah punya suami. Untuk sekedar "ngetap olie" memang dikasih, tetapi ketika dipaksa bercerai dan kembali pada Riyadi, Yuni, 29, tentu saja menolak. Terjun ke kali hingga mati, jadilah penyelesaian akhir. Umumnya orang akan melupakan kekasih lama, ketika sudah menikah dengan pasangannya kini. Hal ini dialami pula oleh Riyadi, warga Kelurahan Antirogo Kecamatan Sumbersari, Jember (Jatim). Cinta dan perhatiannya kini tercurah pada istri dan anak-anak sendiri. Kalaupun dia ingat kekasih lama, sekadar mengenang sejarah bahwa pernah punya kenangan istimewa bersama si dia yang telah menjadi milik orang. Untuk intervensi, sama sekali tak pernah ada dalam benaknya. Semula Riyadi memang juga bersikap demikian. Tapi ketika istrinya pergi menjadi TKW ke Malaysia sejak setahun lalu, pikirannya mendadak sontak berubah. Maklum, sejak istri tak di sampingnya Riyadi menjadi kedinginan setiap malam. Mencari obat dingin ke tempat lain tidak bisa dan tidak berani. Akhirnya, wajah Yuni yang telah ditinggalkannya 5 tahun lalu kembali membayang. "Kalau sekadar untuk ngetap olie, mau nggak ya..?", begitu Riyadi berandai-andai. Ide gila ini ternyata langsung dipraktekkan. Dia mencoba menghubungi kekasih lama yang kini tinggal di Kebonsari, kota yang sama. Sungguh beruntung, ketika diajak jalan bareng, mantan kekasih itu juga tak keberatan. Tak diketahui pasti bagaimana dia mencuri-curi waktu, sehingga Yuni bisa bernostalgia bersama kekasih lama. Yang pasti, keduanya sangat menikmati pertemuan yang sudah lama tak pernah terjadi itu. Maklum, Yuni dulu juga sangat mencintai Riyadi. Namanya juga ketemu kekasih lama, mereka pun larut dalam pertemuan yang sangat mengasyikkan. Ketika Riyadi mengeluh sudah lama kesepian dan kedinginan karena jauh dari istri, Yuni menjadi sangat kasihan. Disponsori oleh setan, keduanya pun segera berbagi cinta, yang mustinya tak boleh dilakukan. "Alah, sekedar ngotep olie ini, nggak apa-apa Bleh..," kata setan membujuk Yuni yang semula masih ragu. Gara-gara berhasil ngetap olie bersama kekasih lama, Riyadi jadi ketagihan. Tak sekedar "numpang pakai", malah dia kemudian membujuk Yuni untuk bercerai dari suaminya dan kemudian menikah dengannya. Tentu saja ajakan gila ini ditolak mentah-mentah. Sudah diberi kesempatan numpang "ngetap olie" saja sudah bagus, kok malah minta lebih. Ini kan sama saja seperti peribahasa: bagai Belanda minta tanah, atau diwehi ati ngrogoh rempela, kata orang Jawa. Mengetahui niatnya ditolak Yuni, Riyadi jadi frustrasi. Pertemuan sore itu kemudian menjadi demikian dramatis. Soalnya, setelah jelas-jelas ajakan kawinnya ditolak, tiba-tiba Riyadi naik jembatan dan terjun ke kali Bedadung..byurrr!. Dalam hitungan detik tubuh lelaki putus asa itu ditelan arus. Jenasahnya baru ditemukan hari berikutnya. Yuni capek di kantor polisi karena harus menjawab berbagai pertanyaan polisi. Yang paling memalukan, sejarah kelabu bersama Riyadi juga jadi ketahuan ke mana-mana. Andaikata ngaku sudah ngetap olie pula, suami pasti ngamuk.
