> "Sunny" <am...@...> wrote:
> Hamas Dituduh Mencuri
> PBB Tangguhkan Bantuan ke Gaza 
> untuk kedua kalinya dalam pekan ini.
> "Hamas harus mengembalikan semua
> bantuan yang mereka ambil.

Inilah yang enggak masuk akal, karena sebelum bantuannya masuk pun
pihak PBB sudah tahu bahwa Hamas adalah penguasa wilayah tsb dan PBB
secara resmi tidak punya hubungan diplomatik bahkan tidak mengakuinya
sebagai sebuah negara Merdeka bahkan tercatat sebagai organisasi
terrorist.

Lalu dengan latar belakang yang begitu jelasnya, apakah tepat alasan
menghentikan bantuan tsb hanya karena Hamas merampok bantuan tsb ??? 
Padahal bantuan tsb memang seharusnya diberikan kepada Hamas bukan
kepada rakyatnya karena yang lebih menderita justru Hamas bukan rakyatnya.

Jelasnya, Israel menyerang Hamas bukan menyerang rakyatnya, jadi tak
mungkin rakyatnya jadi lebih menderita daripada Hamas-nya.  Wajar kalo
bantuan PBB itu dirampok karena memang sengaja diberi umpan agar
dirampok Hamas karena kalo secara resmi diberikan kepada Hamas
tentunya bantuan itu akan diblokade oleh Israel.

Pulang pergi memang begitulah permainannya bolak balik dalam
mempertahankan konflik secara abadi agar bisa terus korupsi, apalagi
bantuannya berasal dari Jepang yang sekarang marah2 karena bantuannya
diumpankan untuk dirampok.

Padahal bantuan seharga juta2 dollar begitu khan wajarnya dikawal,
tetapi karena enggak boleh dikawal pasukan Israel maka bukankan masuk
akal kalo dikawal pasukan Hamas ???  Ternyata pasukan Hamas bukan
untuk mengawal tetapi untuk merampoknya.  Entah kejadian ini merupakan
sandiwara siapa ???

Ny. Muslim binti Muskitawati.



















--- In [email protected], "Sunny" <am...@...> wrote:
>
> http://www.sinarharapan.co.id/berita/0902/07/sh03.html
> 
> 
> 
> Hamas Dituduh Mencuri
> PBB Tangguhkan Bantuan ke Gaza 
> 
> 
> Yerusalem - Badan PBB untuk pengungsi Palestina menangguhkan bantuan
ke Jalur Gaza, Jumat (6/2). Mereka menuduh penguasa Hamas mencuri
pengiriman pasokan kemanusiaan untuk kedua kalinya dalam pekan ini. 
> 
> Pengumuman oleh United Nation Relief and Works Agency (UNRWA)
memperdalam ketegangan antara badan internasional yang membantu
sebagian besar dari 1,4 juta penduduk Gaza dan kelompok Islam yang
menguasai jalur pantai. 
> 
> Krisis ini muncul pada saat yang sensitif. Pejabat PBB mengatakan,
kebutuhan Gaza sangat mendesak untuk bangkit setelah serangan militer
Israel kepada Hamas, yang membunuh hampir 1.300 orang, menelantarkan
ribuan orang, dan menyebabkan kerusakan yang luas. Dalam sebuah
pernyataan, UNRWA mengatakan, mereka menangguhkan pengiriman bantuan
ke Gaza setelah Kementerian Masalah-masalah Sosial Hamas mencuri
muatan 10 truk yang berisi tepung dan beras yang dikirim ke Gaza,
Kamis. Awal pekan ini, polisi Hamas mengambil ribuan selimut dan
bingkisan makanan yang ditujukan bagi warga yang membutuhkan. 
> 
> "Hamas harus mengembalikan semua bantuan yang mereka ambil dan
mereka harus memberi jaminan bahwa ini tidak akan terjadi lagi. Hingga
semua terjadi, kiriman kami ke Gaza akan dihentikan," kata jurubicara
UNRWA Chris Gunness. 
> 
> Ajukan Protes
> Ia mengatakan badan yang mempertahankan "kontak tingkat kerja"
dengan Hamas itu telah mengajukan protes kepada pemerintah. Gunness
mengatakan, UNRWA akan terus mendistribusikan bantuan dari pasokan
yang telah ada di Gaza, tapi stok sudah mulai menipis. 
> 
> "Ini hanya cukup untuk beberapa hari, bukan beberapa minggu,"
katanya. Sekitar 80 persen dari 1,4 penduduk Gaza bergantung pada
badan PBB tersebut untuk makanan dan sokongan lain. Di Gaza, Menteri
Masalah Sosial Hamas Ahmed al-Kurd menyebut insiden Kamis sebagai
sebuah "kesalahpahaman" dan menyatakan harapan pertengkaran ini segera
diselesaikan.
> 
> "Kami menyambut semua bantuan, apakah itu dari UNRWA atau organisasi
lain," katanya. "Setiap organisasi internasional yang ingin membantu
atau membangun Gaza datanglah ke Gaza, dan kami akan memberikan
pengamanan, keamanan, dan ketenangan," katanya. 
> 
> Pertengkaran dengan Hamas memunculkan tantangan bagi UNRWA yang
telah menekan Israel untuk membuka blokadenya di perbatasan Gaza untuk
mengizinkan lebih banyak bantuan masuk ke kawasan itu. Kebanyakan
muatan masuk ke Gaza melalui perbatasan yang dikontrol Israel. Israel
menutup sebagian besar perbatasan sejak Hamas menguasai Gaza, Juni
2007. Israel khawatir pasokan itu akan mencapai Hamas yang dianggap
sebagai kelompok teroris. 
> 
> Pemilu Israel
> Israel secara sepihak menghentikan operasi Gaza, yang dimaksudkan
untuk menghentikan serangan-serangan roket Hamas, pada 18 Januari dan
Hamas mengikutinya dengan pengumuman terpisah bahwa mereka juga akan
melakukan gencatan senjata. 
> 
> Mesir berusaha menjadi perantara gencatan senjata jangka panjang.
Hamas menuntut Israel membuka perbatasan sebagai bagian dari
kesepakatan apa pun. Sebagai gantinya, Israel meminta penghentian
penyelundupan senjata ke Gaza, dan berusaha membebaskan seorang
tentara yang ditangkap Hamas selama lebih dari dua tahun. Upaya-upaya
untuk menegosiasikan gencatan senjata terus dilakukan dalam
bayang-bayang pemilihan umum Israel dan calon-calonnya bersaing
tentang siapa yang bisa mengambil tindakan lebih tegas terhadap Hamas. 
> 
> Jajak pendapat opini terakhir sebelum pemilu memprediksikan
persaingan yang ketat, tapi menunjukkan bahwa pemilih lebih menyukai
partai-partai bergaris keras. 
> 
> Dalam sebuah wawancara TV, Jumat malam, pemimpin Likud Benjamin
Netanyahu mengatakan, ia akan mencari koalisi yang luas jika menang,
tapi akan kembali ke "kamp nasionalis"--sebuah acuan untuk
partai-partai yang lebih keras--dalam membangun pemerintah. "Kita
butuh cara yang berbeda," katanya kepada TV Israel.  Netanyahu
mengatakan tidak ada kesepakatan damai dengan pesaing Hamas,
kepemimpinan Palestina yang lebih moderat di Tepi Barat memungkinkan
di masa mendatang. Alih-alih, ia akan berusaha mendorong ekonomi Tepi
Barat sambil me-neruskan pendudukan militer Israel secara tak
terbatas. Ia juga menganjurkan sikap keras terhadap pemerintah Hamas
di Gaza. (ap/i
>


Kirim email ke