Akur sudah, untuk Bung Launa... Yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah, apakah masyarakat kita sudah cukup 'siap' untuk memilah-milah asupan berita dari pers di tengah situasi yang serba terbatas--paling tidak karena sulitnya perekonomian saat ini. Sudahkah para social agent menempatkan posisinya sebagai watchdog? yang setia pada koridor nasionalisme. Dan sejauhmana pers bisa mengkategori dirinya dengan serikat kerja pers misalkan, supaya kesejahteraan pekerja pers tidak lagi menjadi nilai tukar--terhadap kejujuran pemberitaan yang obyektif dengan kepetingan pemodal. Semoga pers tetap senantiasa menjadi bagian dari pihak yang memberdayakan publik, bukannya memperdayakan publik .
Selamat HUT Pers
