http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=51613&ik=4



Puluhan Warga Tionghoa Kesurupan 

Senin 9 Februari 2009, Jam: 19:11:00 
BOGOR (Pos Kota) - Puluhan warga Tionghoa kesurupan saat melakukan ritual 
potong lidah atau tangsing yang digelar di Vihara Dhanagun, di Jln. 
Suryakencana, Bogor. 

Ritual ini merupakan akhir dari prosesi puasa selama lima belas hari bagi warga 
Tionghoa dan menjelang perayaan Cap Go Meh yang digelar, Senin sore. 

Ritual ini diikuti pewaris perawat vihara. Diawali dengan pemukulan musik 
tambur. Beberapa peserta berusaha memotong lidahnya. Tetesan darah yang keluar 
dari mulutnya ditampung di mangkuk kemudian dijadikan tinta buat menulis di 
kertas sesaji. 

Selain memotong lidah, pemangku upacara juga menusuk pipi dan mulutnya dengan 
jarum besar dan memukuli tubuhnya pakai bola jarum. 

Pelaksanaan ritual potong lidah berjalan lancar dan para peserta yang kesurupan 
dengan cepat disadarkan. 

Sedangkan luka bekas sayatan di lidah diobati dengan ramuan obat-obatan dan 
makanan seperti telur, jeruk nipis, jagung, dan bawang putih. 

MINTA KEBERKAHAN 
Arifin, panitia Cap go Meh mengatakan, ritual potong lidah merupakan salah satu 
rangkaian kegiatan merayakan Cap Go Meh dengan tujuan meminta keberkahan dari 
para dewa. 

"Cap Go Meh adalah hari ke-15 dan hari terakhir perayaan Imlek, " katanya. 

Seluruh dewa telah berada di Vihara Dhanagun lalu diarak keliling dengan 
diiringi arak-arakan ratusan liong dan barongsai. 

Sebelumnya, rombongan arak-arakan melakukan ritual di Vihara Dhanagun. 

Yakni ritual Empe Houw Ciang Kun naik joli (tandu). Setelah itu giliran Dewa 
Pan Koh naik joli. 

DI BEKASI SEMARAK 
Cap Go Meh di Kota Bekasi berlangsung semarak. Ribuan warga menyemut di 
sejumlah jalan protokol ingin menyaksikan arak-arakan Pe Kong. 

"Saya ingin mendapat berkah dari arak-arakan dewa ini," kata Tina, satu warga 
yang menunggu arak-arakan di Jalan Ir. H. Juanda. 

Senada disampaikan Rony Hermawan, Ketua Panitia Cap Go Me, yang menyebut 
tradisi mengarak dewa bermaksud agar bisa memberikan berkah bagi seluruh umat 
dan menjauhkan dari mara bahaya. 

"Kita mohon maaf kalau ada gangguan lalu-lintas," katanya. Acara tahunan warga 
keturunan ini diawali dari Klenteng Hok Lay Kiong, Jln. Mayor Oking, Margahayu. 
Pelepasan arak-arakan dilakukan Walikota Bekasi, Mochtar Mohamad, yang 
dilanjutkan para Muspida

Kirim email ke