Kemungkinan besar pengertian Jusuf Kala itulah yang salah, maklum
bahasa asing satupun dia tidak bisa.

Masalah salah pengertian dialami semua pejabat Indonesia dari terendah
hingga teratas.  Contohlah saja, akhir tahun lalu para pejabat di
Indonesia meyakini bahwa permulaan tahun 2009 pesawat Garuda sudah
diizinkan terbang di Eropah.  Ternyata sekarang sudah bulan kedua
masuk ke bulan ketiga, namun belum juga izin terbang di Eropah bisa
ditembus.  Padahal katanya semuanya sudah beres bahkan ketua
penerbangan seluruh Eropah ter-kagum2 melihat perbaikan penerbangan
Indonesia yang sudah melampaui kesempurnaan dari persyaratan yang
ditentukan.

Maklum, disegala bidang pejabat2 kita selalu salah memahami bahasa
lawan bicaranya.

Kesimpulannya, mana mungkin Indonesia bisa jadi pelopor hubungan
Islam-Barat karena hubungan dengan sesama Islam saja juga tidak baik,
apalagi hubungan dengan barat yang demikian buruknya dalam pandangan
Barat.

Sesama Islam saja saling membakar, menjarah dan membunuh seperti yang
dialami umat Ahmadiah yang diusir keluar Indonesia.  Negara2 Barat
itulah yang menekan pemerintah RI untuk mencegah pengungsian besar2an
umat Ahmadiah keluar negeri.








--- In [email protected], "Sunny" <am...@...> wrote:
>
> Refleksi: Apakah tidak ada salah pengertian dalam komunikasi?
Bukankah Belanda mempunyai hubungan luas dengan negeri-negeri yang
mayoritas penduduknya beragama Islam sejak zaman bahula, jadi apa
perlunya Indonesia?
> 
> http://www.sinarharapan.co.id/berita/0902/09/pol03.html
> 
> Wapres Kalla:
> Indonesia Diminta Pelopori Hubungan Islam-Barat 
> 
> 
> 
> Den Haag-Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengatakan, pemerintah Belanda
meminta Indonesia berperan aktif dalam hubungan antara negara-negara
Islam dan negara Barat. "Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkenender
meminta Indonesia bisa memainkan peran penting dalam menjaga hubungan
antara negara-negara Islam dan negara Barat," kata Wapres Jusuf Kalla
seusai bertemu PM Belanda Jan Peter Balkenender di Den Haag, Belanda,
Sabtu (7/2).
> 
> 
> Sebelumnya, Jusuf Kalla diterima PM Belanda Jan Peter Balkenender di
kediaman Cats Huis. Pertemuan berlangsung selama 45 menit. PM Belanda
Jan Peter sebenarnya sedang menghadiri pertemuan Uni Eropa di London,
Inggris, namun menyempatkan terbang kembali ke Belanda untuk menerima
Wapres Jusuf Kalla."PM Belanda tadi meminta Indonesia pelopori
hubungan antara negara Islam dan Barat. Tapi, saya juga minta mereka
(Barat-red) adil," kata Wapres.
> 
> 
> Sebelumnya, Wapres Amerika Serikat Joe Biden secara khusus justru
meminta proposal penyelesaian konflik Palestina ke Indonesia. Wapres
Kalla menjelaskan, hal yang sama juga dilontarkan oleh Wakil PM
Belgia."Hampir semua meminta Indonesia memainkan peran peting dalam
perdamaian di Timur Tengah dan dalam memperbaiki hubungan antara
negara-negara Islam dengan Barat," kata Wapres. (ant)
>


Kirim email ke