Cuma anekdot!Seorang ayah mempunyai tiga putri yang cantik dan menarik serta 
populer di kalangan para pemuda. Karena itu setiap malam minggu si ayah 
terpaksa harus bekerja ekstra untuk mengawasi para pemuda yang datang mengajak 
putrinya berkencan.Begitulah pada suatu malam minggu terdengar bel berdering.Si 
ayah membuka pintu dan di hadapannya berdiri seorang pemuda yang memperkenalkan 
diri. “Nama saya NANANG, saya hendak menjemput ENDANG, kami hendak BERENANG, 
sudah siapkah SEKARANG?”Si ayah meneruskan pesan tersebut ke belakang dan tak 
lama kemudian keluarlah ENDANG untuk pergi memenuhi ajakan pacarnya 
BERENANG.Beberapa saat kemudian bel berdering lagi. “Nama saya MARTI, ” kata 
pemuda dipintu itu memperkenalkan diri. Saya hendak menjemput SUNARTI, kami 
hendak makan SPAGHETI, sudah siapkah ia MENANTI?”Si ayah meneriakkan pesan itu 
ke belakang dan keluarlah SUNARTI. Dan baru saja si ayah hendak duduk di kursi, 
terdengar lagi bel berdering. Datang lagi seorang pemuda memperkenalkan 
diri.“Nama saya SENTOT. Saya hendak menjemput MARGOT…”Dan dengan serta merta si 
ayah langsung membanting pintu. “TIDAK BISA, BANGSAT!”Wakakakakak. ....
Powerranger Sent by Toi Black'eBlack®

-----Original Message-----
From: "Hafsah Salim" <[email protected]>

Date: Thu, 12 Feb 2009 10:39:20 
To: <[email protected]>
Subject: CiKEAS> Karir Politik Mega Sudah Tammat, Rakyat Menolak Dibohongi !!!


Karir Politik Mega Sudah Tammat, Rakyat Menolak Dibohongi !!!
                                                
Dengan tersingkirnya Megawati dalam pemilu yang lalu, berakhirlah
sudah karir politik Megawati karena terbukti dukungan suara pemilih
yang didapatnya lebih rendah daripada dukungan suara sebelumnya.

Hal ini tercermin dari perpecahan didalam PDIP itu sendiri dimana
tokoh2 politik kaliber top semuanya keluar dari PDIP dan digantikan
tokoh2 bekas konspirator politik dari zaman Suharto yang berusaha
memusnahkan PDIP melalui penyerangan 27 July yang menyebabkan banyak
sekali jatuh korban2.

Karir Politik Megawati sudah tammat, rakyat menolak untuk dibohongi
beberapa kali, dia pernah dipercayakan menjadi presiden tapi hasilnya
mengecewakan, dia bukan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya,
melainkan hanya meningkatkan kekayaan keluarganya, meningkatkan
monopoli jumlah pemilikan pomp2 bensin, meningkatkan harga2 kebutuhan
pokok, meningkatkan kesengsaraan rakyatnya.

Kalo dibandingkan kondisi ekonomi yang diperjuangkan presiden SBY
menghasilkan biaya kehidupan yang naik turun, maka dimasa presiden
Megawati biaya kehidupan itu cuma naik terus tidak ada turunnya.


> djoko pranyoto <djoko_prany...@...> wrote:
> menurut beberapa sumber, sebenarnya megawati
> tahu krn diberitahu oleh beberapa jendral
> akan adanya penyerangan markas PDIP, namun
> dia sengaja pura pura tidak tahu, dengan
> harapan akan menjadikan peristiwa tersebut
> sebagai batu loncatan mencapai kepopuleran.
> dan ternyata perhitungan TK tepat, dari
> kejadian tersebut terangkatlah kepopuleran
> PDIP dan mbak Meganya.
> wassallam
> 


Pada kenyataannya Megawati pernah menjadi presiden, dan saat memegang
kekuasaan tertinggi itulah dia cuma berhasil mengembangkan kekayaan
keluarganya dengan makin banyaknya menguasai pomp2 bensin.

Pada waktu jadi presiden itulah jelas ketahuan bahwa Megawati tidak
mau melaksanakan kewajibannya menegakkan hukum yang adil dengan
menindak para pelaku pelanggaran hukum seperti pembunuhan anggauta2
PDIP oleh preman2 kaki tangan penguasa sebelumnya.

Jadi tidak mengherankan kalo akhirnya PDIP itu sendiri jadi hancur
berantakan terpecah belah setelah naiknya Megawati menjadi presiden
akibat perbuatannya yang berkonsiliasi dengan pelaku pelanggar hukum
katimbang menegakkan hukum itu sendiri.

Kalo dulu banyak rakyat yang mendukung PDIP karena diharapkan partai
ini bisa membela rakyat dengan menegakkan hukum, maka sekarang
dukungan itu sudah hilang karena terbukti dibawah Megawati partai ini
hanya digunakan untuk mengejar ambisi pribadi dan ambisi keluarga
dalam memperkaya diri meskipun dengan cara2 yang melanggar hukum
sepeprti mengkorupsi dana bank dunia yang seharusnya digunakan untuk
menolong rakyat miskin di Indonesia.

Megawati sudah pernah diberi kesempatan, dan dia telah menyalah
gunakan kesempatan itu, lalu masihkah rakyat bisa dibodohi memberi
kesempatan sekali lagi ?????  Saya yakin tidak akan ada kesempatan
yang kedua karena rakyat merasa disakiti.

Megawati merupakan figur yang paling lemah untuk karir dibidang apapun
juga karena latar belakang pendidikannya hanyalah kegagalan,
pengalaman politikpun tidak ada, perjalanan politiknya selama ini
tidak ada reputasinya yang bisa ditonjolkan selain sebagai anak bekas
presiden yang pertama yang membawa negeri ini kedalam kediktaktoran
yang menghancur luluhkan kehidupan rakyatnya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





Kirim email ke