http://www.radartarakan.com/berita/index.asp?Berita=UTAMA&id=151038

Minggu, 22 Maret 2009



JK Lirik Militer, Temui Sutiyoso


Di sela-sela kampanye pemilu legislatif, sejumlah ketua DPD I Partai Golkar 
kini sedang bergerak. Mereka sedang getol mencarikan cawapres untuk JK. 
Cawapres dari kalangan purnawirawan militer sedang dijajaki. 
Berdasar informasi yang diterima JPNN, gerakan tersebut merupakan tindak lanjut 
Kesepakatan Jogjakarta pada 14 Maret lalu. Saat itu, 33 ketua DPD I bersepakat 
mengusung JK dalam rapimnas nanti. Itu berarti JK menjadi calon tunggal dalam 
mekanisme resmi pencalonan partai berlambang beringin tersebut. Bahkan, 
rapimnas itu diklaim hanya menjadi formalitas pencalonan JK. 

Nah, tampaknya, forum para ketua DPD I itu merasa tak cukup hanya 
mendeklarasikan pencalonan tunggal JK. Mereka pun bergerak untuk mencarikan 
pasangan untuk saudagar asal Makassar itu. Bisa jadi, bila capres usungan para 
ketua DPD I itu ketemu, forum rapimnas hanya jadi stempel pengesahan bagi duet 
pasangan usungan mereka. 

Karena itu, Kesepakatan Jogjakarta lantas membentuk tim yang terdiri atas 
beberapa anggota forum untuk penjajakan. Sumber Koran ini menyebutkan, tim itu 
terdiri atas empat hingga lima ketua DPD I. "Mereka aktif menjajaki cawapres," 
ujar salah seorang pejabat teras partai beringin itu. 

Yang paling anyar, tim tersebut sempat menemui Sutiyoso. Mereka menawari mantan 
gubernur DKI Jakarta itu menjadi cawapres JK. Dalam pertemuan tersebut, 
Sutiyoso memberikan sinyal bersedia. 

Saat dikonfirmasi, Ketua DPP Partai Golkar Zainal Bintang tidak menampik adanya 
pertemuan tersebut. Dia menyatakan, cawapres dari kalangan purnawirawan militer 
memang menjadi kandidat yang difavoritkan. 

Zainal yang juga pendiri Jusuf Kalla for President itu mengungkapkan, cawapres 
tersebut, antara lain, Sutiyoso, Prabowo Subiyanto, dan Wiranto. Purnawirawan 
militer, kata Zainal, masih menjadi kalangan yang harus diperhitungkan untuk 
mem-back up pemerintahan JK bila nanti jadi memegang pemerintahan. "Mereka kan 
juga bagian dari pendiri bangsa. Tidak ada salahnya kalau mereka juga diberi 
kesempatan ikut membangun bangsa," katanya. 

Zainal mengaku, peluang Sutiyoso memang lebih besar. Sebab, Wiranto dan Prabowo 
telanjur mendeklarasikan diri menjadi capres. "Kalau mereka mau sedikit 
berkompromi, peluangnya terbuka," katanya. 

Meski begitu, perwakilan forum ketua DPD I Partai Golkar itu masih sebatas 
menemui Sutiyoso. Dua kandidat cawapres tersebut masih belum dijajaki. 

Kalangan purnawirawan militer memang masih difavoritkan. Selain mencitrakan 
rasa aman dan ketegasan, figur militer bisa menjadi salah satu peluang merebut 
segmen pemilih SBY. Zainal menampik anggapan itu. "Bisa saja ditafsirkan 
seperti itu. Maksudnya kan menyedot dari empang yang sama. Tapi enggak lah. 
Bukan karena itu," tegasnya. (aga/jpnn) 

Kirim email ke