> "Sunny" <am...@...> wrote:
> Senin, 23 Maret 2009 , 12:21:00
> Mengaku untuk membayar utang seorang
> pria paruh baya, BS, 46, warga
> Siantan nekat mencuri, mengaku
> mengikuti Jamaah Tabligh sejak 2005
> Celakanya, barang bukti hasil
> kejahatannya malah ia simpan di
> Masjid Pontianak. Pencuri Ditangkap
> Korbannya ketika sedang mengambil
> air wudu. 

http://www.equator-news.com/index.php?mib=berita.detail&id=8829

Barang curian disimpan dimesjid, di Gaza malahan bomb dan roket disimpan 
dimesjid.  Kejadian begini bukan pertama kali, bukan hal yang luar biasa, jadi 
wajar2 saja kalo tentara Israel tidak bisa disalahkan, juga tidak bisa dilarang 
untuk menggeledah mesjid2, dan mereka yang melawan atau protes enggak salah 
kalo ditembak mati ditempat.  Dan korban2 yang mati ini memang korban2 sipil 
tapi memang seharusnya mati ditembak karena kalo tidak malah tentara Israel 
itulah yang mati ketembak.

Demikianlah, korban2 Gaza itu 99% mereka yang berpartisipasi menyimpan barang 
curian, berpartisipasi menyimpan senjata api, berpartisipasi menyimpan roket2, 
berpartisipasi menyimpan bomb2 dan diantara mereka justru banyak anak2 dan 
wanita2.

Mereka ditembak mati bukan karena mereka Islam, bukan karena mereka anak2, 
bukan karena mereka wanita, bukan juga karena mereka sipil tetapi karena mereka 
memang merupakan bagian dari pasukan terror yang menterror kedaulatan Israel.

Ny. Muslim binti Muskitawati.












--- In [email protected], "Sunny" <am...@...> wrote:
>
> http://www.equator-news.com/index.php?mib=berita.detail&id=8829
> 
> Senin, 23 Maret 2009 , 12:21:00
> 
> 
> Pencuri Ditangkap Korbannya - BB disimpan di Masjid
> 
> 
> Pontianak, Mengaku untuk membayar utang seorang pria paruh baya, BS, 46, 
> warga Siantan nekat mencuri. Celakanya, barang bukti hasil kejahatannya malah 
> ia simpan di Masjid. Alhasil BS, pun kemudian ditangkap korbannya sendiri, 
> Solihin, 45, warga Paris II. BS, ditangkap Solihin, Minggu (22/3) sekitar 
> pukul 10.00 di Masjid Kuba Paris II ketika sedang mengambil air wudu. Melihat 
> pelaku, korban pun langsung menghampiri dan sempat memarahi BS. 
> 
> Tak mau lama ribut di masjid, akhirnya Solihin menggelandang tersangka ke 
> Mapolsekta Pontianak Selatan. "Saya sudah bilang ke pak haji (korban, red) 
> saya minta maaf. Tapi belum saya jelaskan dia marah-marah dan langsung 
> mengajak saya ke polisi, jadi saya pun ikut," kata BS. Dikatakan BS, puluhan 
> potong pakaian itu ia ambil dari toko pakaian milik Solihin, Sabtu (21/3) 
> sekitar pukul 11.00. Ia mengaku ketika itu tak seorangpun di dalam toko 
> sehingga dengan leluasa BS, mencuri baju koko. Ia mengaku rencannya pakain 
> tersebut akan ia jual ke teman-temannya yang lain. Pria yang mengaku 
> mengikuti Jamaah Tabligh sejak 2005 tersebut mengaku baru pertama kali 
> mencuri. "Pak Haji waktu itu sedang pergi, jadi yang tinggal hanya 
> karyawannya saja. 
> 
> Tapi saat saya masuk karyawannya juga ndak ada.," akunya. BS, juga mengaku 
> telah lama mengenal korban. Ketika ditangkap ia juga sempat meminta maaf 
> kepada Solihin dan bersedia mengganti kerugian korban. Tapi tampaknya korban 
> enggan dan nekat mempolisikannya. "Rencananya kalau ikan saya yang di tambak 
> laku, saya mau bayar. Saya juga menyesal telah mencuri," ungkapnya. Dari 
> laporan yang dibuat korban di Mapolsekta Pontianak Selatan, ternyata BS, 
> bukan hanya mencuri pakaian, tapi juga uang dan barang-barang lainnya. 
> Berdasarkan laporan korban, BS, telah mencuri baju koko 40 lembar, celana 40 
> lembar, buku, minyak wangi dan uang Rp 2,5 juta. Diperkirakan korban merugi 
> sekitar Rp 10 juta. (KiA
>


Kirim email ke