Quote:
"..JAKARTA, KOMPAS.com â€" Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly
Asshidiqie
yang sekarang menjabat sebagai Ketua Dewan Kode Etik Komisi Pemilihan Umum
(KPU)
meminta para pejabat negara, mulai dari presiden, wakil presiden, hingga
para menteri
tidak keasyikan sendiri dalam euforia kampanye pemilu.
..
*SB:
*“Presiden, wakil presiden, dan pejabat negara lainnya sebaiknya lebih
memerhatikan nasib
rakyat  yang terimbas dampak krisis ekonomi dan terkena bencana banjir
daripada terus
berkampanye.  Serahkan urusan kampanye kepada pengurus partai dibawahnya
saja,”
ujar Soetrisno Bachir  menambahkan.(*)
..*
HR:
Soal kampanye, apakah menteri-menteri sudah minta izin kepada presiden?*
Sudah, izin sudah disampaikan kepada KPU (Komisi Pemilihan Umum). Ada
beberapa menteri, semua
menteri politik sudah mengajukan cuti, kecuali saya dan Pak Bambang Sudibyo
(Mendiknas) yang
tidak (mengajukan cuti kampanye).
.."

Pak Jimly, masih ada koq pejabat negara dan pihak" yang mengedepankan
kepentingan
negara ketimbang kepentingan politik kelompok/pribadi. Sikap
*negarawan *seperti
inilah
yang seharusnya diapresiasi publik/rakyat, bukan sebaliknya pejabat publik
tapi namun
hanya mampu berperilalu sebagai politisi sempit..

CMIIW..

-- 
Wassalam,

Irwan.K
"Better team works could lead us to better results"
http://irwank.blogspot.com

Soetrisno Bachir: “ Jangan Mencampuradukkan Kunjungan Daerah dan Kampanye”

Jakarta, 9 Maret 2009 – Menanggapi kampanye terbuka yang akan dilaksanakan
tidak lama lagi,
Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional, Soetrisno Bachir meminta pada
presiden, wakil presiden,
dan para pejabat negara lainnya untuk tidak mencampuradukkan antara agenda
kunjungan kerja resmi
ke daerah-daerah dengan kegiatan kampanye partainya.

“Saya minta kepada presiden, wakil presiden, dan pejabat negara selaku
pejabat publik untuk tidak
memanfaatkan jabatannya untuk berkampanye, apalagi memanfaatkan kunjungan
kerjanya ke daerah.
Jangan mencampuradukkan antara kunjungan kerja dan kampanye,” kata Soetrisno
Bachir ketika
ditemui di Rumah PAN, Senin, (09/03).

Menurutya, para pejabat harus lebih memberikan perhatian yang serius kepada
masyarakat akibat
krisis ekonomi global maupun bencana alam berupa banjir yang saat ini tengah
banyak terjadi
di beberapa wilayah di Indonesia. Soetrisno Bachir menambahkan bahwa untuk
urusan kampanye
partai akan lebih bijak apabila kampanye tersebut dilakukan oleh para
pengurus partai yang lain
yang bukan pejabat publik.

“Presiden, wakil presiden, dan pejabat negara lainnya sebaiknya lebih
memerhatikan nasib rakyat
yang terimbas dampak krisis ekonomi dan terkena bencana banjir daripada
terus berkampanye.
Serahkan urusan kampanye kepada pengurus partai dibawahnya saja,” ujar
Soetrisno Bachir
menambahkan.(*)


http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/03/11/62/200443/hatta-radjasa-bambang-sudibyo-tak-izin-
kampanye
 Hatta Radjasa & Bambang Sudibyo Tak Izin Kampanye Rabu, 11 Maret 2009 -
14:40 wib
 Amirul Hasan - Okezone
(Dok. OKEZONE) ***JAKARTA* - Mendekati hari-H kampanye terbuka, beberapa
menteri yang merupakan kader partai akan berkampanye. Berdasarkan aturan
kampanye, para menteri harus mengajukan izin cuti dan disampaikan ke Komisi
Pemilihan Umum.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Hatta Radjasa mengaku tidak mengajukan
izin cuti berkaitan dengan kampanye terbuka Pemilu Legislatif 2009.
Menteriyang berasal dari Partai Amanat Nasional (
PAN) ini tak sendiri. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang
Sudibyo yang merupakan kader PAN, juga tidak mengajukan izin cuti terkait
kampanye. Berikut petikan wawancara dengan Mensesneg Hatta Radjasa, Selasa
(11/3/2009).

*Soal kampanye, apakah menteri-menteri sudah minta izin kepada presiden?*
Sudah, izin sudah disampaikan kepada KPU (Komisi Pemilihan Umum). Ada
beberapa menteri, semua menteri politik sudah mengajukan cuti, kecuali saya
dan Pak Bambang Sudibyo (Mendiknas) yang tidak (mengajukan cuti kampanye).

*Menteri ekonomi ada yang mengajukan izin kampanye?*
Tidak ada yang mengajukan.

*Apakah (rata-rata) para menteri mengambil semua jatah kampanye?*
Tidak semua.

*Apakah semua izin dari menteri yang akan berkampanye sudah dikabulkan?*
Iya. *Kan* ada catatan, bahwa apabila ada keperluan yang sangat mendesak,
maka Presiden bisa memanggil menteri tersebut. Menteri ya, bukan wapres
(wakil presiden). Kalau Wapres dan Presiden itu mengatur jadwalnya atas
kesepakatan bersama, berbeda dengan menteri.

*Presiden akan kampanye dari 20 Maret - 5 April?*
Presiden hanya mengambil tiga hari saja, setiap hari Jumat saja, tiga hari
dalam tiga minggu.

*Kampanye di 12 provinsi?*
Untuk hari Sabtu dan Minggu itu tidak dikategorikan sebagai cuti, karena itu
hari libur.

*Di provinsi mana akan berkampanye?*
Saya tidak ingat, tapi ada catatannya. Tapi izin itu sudah saya layangkan
sesuai dengan aturan. Aturannya kampanye adalah 12 hari. Para menteri harus
sudah mengajukan kepada Presiden, selambat-lambatnya tujuh hari sebelum
tanggal akan melaksanakan kampanye, sudah dilaporkan ke KPU. Saya sudah
melaporkan semuanya kepada KPU sejak Selasa kemarin.

*Alasan Bapak dan Pak Bambang tidak kampanye, apa jaga kandang?*
*Gak* usah saya jawab *deh*. Pekerjaan saya banyak sekali, saya tidak
meminta waktu cuti, kalau saya nanti diminta Sabtu Minggu, dan saya melihat
waktu saya cukup, saya akan lakukan itu, karena saya orang PAN. Cuma saya
rasakan, bahwa pekerjaan ini cukup banyak, jadi saya tidak ambil cuti.

*Bagaimana kalau dalam satu hari kampanye itu, separuh kabinet tidak ada?*
Tidak, *kan* Presiden di dalam PP itu sudah diatur. Apabila ada hal yang
mendesak, maka Presiden bisa memanggil menteri, sehingga tidak bisa
menomorduakan pekerjaan.

*Meski nanti Sabtu-Minggu Presiden dan Wapres tidak ada di jakarta?*

Tidak apa-apa. Semua itu sudah diatur oleh undang-undang dan KPU, jadi tidak
apa-apa.


*(nov)*


Pada 24 Maret 2009 08:44, Ridwan Nyak Baik <[email protected]> menulis:

>   Kalau terlalu asyik dengan dunia sendiri itu namanya terserang penyakit
> autis.
>
> Apakah ucapan Pak Jimly: "Saya nilai, sebagian besar tokoh yang terlibat
> dalam pemilu berpikir tentang dirinya sendiri supaya menang dan berpikir
> tentang golongannya sendiri, mulai dari presiden, wakil presiden, hingga
> para meneteri," hanya penghalusan saja dari perkataan lain: “…..presiden,
> wakil presiden, hingga para mentri sedang terserang penyakita autis.”
>
> Bung KM ataupun Bung KK dapat member pencerahan pada kita-kita tentang
> autisisme yang sedang mewabah pada para tokoh kita seperti disinyalir oleh
> Pak Jimly.
>
> Tabik;
>
> RnB
>
>
>
> From: 
> [email protected]<Forum-Pembaca-Kompas%40yahoogroups.com>[mailto:
> [email protected]<Forum-Pembaca-Kompas%40yahoogroups.com>]
> On Behalf Of Agus Hamonangan
> Sent: Monday, March 23, 2009 5:29 PM
> To: 
> [email protected]<Forum-Pembaca-Kompas%40yahoogroups.com>
> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Jimly: Pejabat Negara Jangan Keasyikan
> Sendiri
>
>
>
> Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik
>
>
> http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/03/23/15215580/Jimly.Pejabat.Negara.Jangan.Keasyikan.Sendiri
>
> JAKARTA, KOMPAS.com â€" Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly
> Asshidiqie yang sekarang menjabat sebagai Ketua Dewan Kode Etik Komisi
> Pemilihan Umum (KPU) meminta para pejabat negara, mulai dari presiden, wakil
> presiden, hingga para menteri tidak keasyikan sendiri dalam euforia kampanye
> pemilu.
>
> "Saya nilai, sebagian besar tokoh yang terlibat dalam pemilu berpikir
> tentang dirinya sendiri supaya menang dan berpikir tentang golongannya
> sendiri, mulai dari presiden, wakil presiden, hingga para meneteri," ujar
> Jimly dalam keterangan pers di Kantor KPU, Senin (23/3). "Semua sibuk
> memikirkan dirinya sendiri," lanjut Jimly.
>
> Menurut Jimly, hal ini dapat berdampak pada cara masing-masing tokoh dan
> juga parpol dalam mencapai kemenangan itu sendiri. Oleh karena itu, isu-isu
> seperti penggelembungan daftar pemilih tetap (DPT) dan pembatalan pemilu
> yang masih diragukan kebenarannya direspons berlebihan.
>
> Jimly mengimbau para tokoh dan parpol untuk tidak mudah tergoda dengan
> isu-isu yang belum dikonfirmasi kebenarannya. "Saya tidak pernah berpikir
> mengenai penundaan, apalagi dibatalkannya pemilu itu," pesan Jimly.
>




-- 
Wassalam,

Irwan.K
"Better team works could lead us to better results"
http://irwank.blogspot.com

Kirim email ke