Dulu saya rajin baca cersil kho ping ho, didalamnya juga disinggung taktik 
perang Sun Tzu antara lain "memancing harimau turun gunung".

Beda dengan taktik perang Muhammad, yang caranya adalah culik, potong 
kepalanya, pajang kepalanya dimuka musuh.

Meskipun strategi perang dalam Islam tidak diberi nama, tetapi sebenarnya yang 
dilakukan tidak bisa dinamakan ilmu perang melainkan disebut TERROR yang tidak 
perlu berperang.

Ny. Muslim binti Muskitawati.









> Robert Sianturi <sianturi1...@...> wrote:
>
> Peace please...
> 
> Kepada seluruh warga indonesia.. masih banyak persoalan kedepan menanti
> untuk ditanggulangi secara bersama2.. karena tidak mungkin hanya satu
> partai.. satu kelompok saja.. itu bisa melakukan itu dengan baik.. Jika
> tanpa ada kebersamaan...
> 
> 
> 
> Jika mau instropeksi..
> 
> Semua punya masa lalu yang tidak bersih..
> 
> Semua punya rencana masa depan yang belum tentu cocok untuk semua warga 
> indonesia...
> 
> Semua pernah melakukan kesalahan...
> 
> belum tentu yang dipahami dan dianggap benar oleh satu kelompok bisa 
> diterapkan dan meminta yang lain harus ikut kehendak yang lain..
> 
> 
> 
> Dengan segala keterbatasan itu.. jika dengan kebersamaan.. semua terasa lebih 
> indah dan ringan..
> 
> segala perbedaan.. merupakan kekayaan untuk membangun masa depan...
> 
> _______________________________________________________________________
> 
> Dari:  Si Pitung 02 <[email protected]>
> 
> Topik: hahaha.. 36 Strategi PKS Ala Sun Tzu
> 
> Kepada: undisclosed receptions
> 
> Tanggal: Rabu, 8 April, 2009, 4:38 PM
> 
> 
> 
> Soal PoliGami..
> 
> saya bertanya kepada para wanita.. 
> 
> harus bener2 jujur.....
> 
> benar2 ikhlas dan rela suami punya istri lebih dari satu??? 
> 
> Kalau ada yang bener2 rela... saya mau poligami ahhhh
> 
> Kalau bosan dengan yang satu.. coba menu yang lain...
> 
> Juga biar rumah rame.. karena banyak anak..
> 
> Tiap tahun istri2 suruh hamil
> 
> hehehe
> 
> Mau bikin Group sepak bola hahaha.. cari pemain gak susah2 kalau ada 
> pertandingan
> 
> 
> 
> -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
> 
> From: Teman Sejati <t_sej...@...>
> 
> Subject: hahaha.. 36 Strategi PKS Ala Sun Tzu
> 
> To: undisclosed receptions
> 
> Date: Monday, April 6, 2009, 2:25 PM
> 
> 
> 
> Apa Pemilu seperti orang pacaran..
> 
> 
> 
> Kalau dicoba enak... ya dikawin...
> 
> 
> 
> Kalau ternyata gak cocok atau kurang enak.. ya dicerai
> 
> 
> 
> Atau tidak pelu dicerai tapi bisa nambah menu... alias kawin lagi hehehe
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> kalau kurang enak..jangan trus "jajan" cewek.. karena haram tuh..
> 
> 
> 
> Kalau jajan apa...
> 
> 
> 
> Kalau enak baru dibayar...
> 
> 
> 
> Kalau gak enak.. trus gak bayar... hahaha.. bisa digampar cewek2 & body 
> guardnya nih...
> 
> 
> 
> hahahaha
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> makanya tiru aja jejak hampir para petinggi PKS deh..
> 
> 
> 
> katanya daripada jajan atau zinah..
> 
> 
> 
> kalau kurang puas dengan hanya satu.. ya poligami
> 
> 
> 
> dijamin istri meski batinnya berontak tidak berani nglawan..
> 
> 
> 
> Karena.. istri pasti taat sepenuhnya pada suami
> 
> 
> 
> sebab sudah didoktrin.. takut masuk neraka
> 
> 
> 
> juga takut gak bisa hidup.. karena khan tidak boleh bekerja dan hanya boleh 
> bergaul sesama kaumnya/ kurang bergaul....
> 
> 
> 
> hahaha
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> _________________________________________________________________________
> 
> 
> 
> Dari: Relawan Pritim <relawan.pri...@...>
> 
> 
> 
> Topik: Re: 36 Strategi PKS Ala Sun Tzu
> 
> 
> 
> Kepada: undisclosed reception
> 
> 
> 
> Tanggal: Senin, 6 April, 2009, 10:58 AM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>     
>             
> 1999 aku pacaran sama kau
> 
> 
> 
> 2004 aku nikahi engkau
> 
> 
> 
> 2009 aku ceraikan engkau !
> 
> 
> 
> _________________________________________________________________________
> 
> 
> 
> 
> From: putra wardana <pwardana2000@ yahoo..com>
> 
> 
> 
> Subject: Re: 36 Strategi PKS Ala Sun Tzu
> 
> 
> 
> To:
> undisclosed reception
> 
> 
> 
> Date: Sunday, April 5, 2009, 5:37 PM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Pertanyaan ini untuk memantabkan diri saya apakah
> memilih PKS atau sekalian saya akan melawan rencana fasisme sipil oleh
> PKS, jika ternyata PKS memang hanya mencari simpati masyarakat, tapi
> punya agenda tersembunyi jika sudah mendapatkan kekuasaan:
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 1. PKS apakah tidak merupakan bagian dari permainan intelejen??
> 
> 
> 
>   
> Karena disana banyak mantan dan perwira intelejen aktif, yang sangat
> besar peranannya dalam setiap keputusan PKS. Bahkan apapun yang akan
> menjadi keputusan PKS harus disetujui dulu oleh Dewan Syuro. Jika tidak
> disetujui , maka tidak akan boleh dijalankan.
> 
> 
> 
> Contoh personal: 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> a.
> Hilmi Aminuddin Sebagai Ketua Dewan Syuro adalah mantan perwira tinggi
> intelejen, mantan staff dari Alm. Jenderal Ali Murtopo yang merupakan
> tokoh intelejen terkemuka saat itu. Tahu sendiri bukan bahwa dengan
> pengaruh yang ada saat itu, bisa membuat orang benar menjadi salah dan
> orang salah menjadi benar. Bahkan banyak orang yang kemudia dijadikan
> sebagai orang yang salah, harta bendanya diambil alih. (contoh kasus:
> dikota2 besar, rumah2 besar dikawasan bagus, yang tadinya milik orang2
> yang di cap PKI, atau yang dicap bersalah pada tahun2 berikutnya,
> banyak yang diambil alih dengan paksa dan menjadi milik "resmi" orang2
> yang dengan kekuasaannya men-cap orang bersalah
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> b.
> Soeripto, adalah juga perwira intelejen, memang tidak korupsi, tapi
> saat menjabat di depaertemen kehutanan, memberikan banyak lisensi
> kepada "pembalakan hutan dengan resmi" secara besar2an kepada para
> konglomerat, yang berakibat hutan indonesia rusak sangat parah.
> 
> 
> 
> Memang
> tidak korupsi, tapi selain mendapat fee, banyak perantara dan pelaku
> "pembalakan hutan secara resmi" dengan lisensi HPH ini adalah orang2
> yang sekarang menjadi petinggi PKS yang mempunyai kekuasaan sangat
> tinggi dalam PKS. dimana keputusan PKS tergantung kepada mereka.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 2. Pertanyaan ini penting karena:
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> a.
> Banyak kasus masyarakat seperti Lapindo misalnya, sama sekali tidak ada
> tindakan konkret dari warga PKS yang ada di DPR, bahkan saat warga
> Lapindo sibuk berunjuk rasa menuntut haknya.. pada saat yang sama warga
> PKS ditempat yang sama dikerahkan untuk unjuk rasa peduli palestina,
> untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari kasus lapindo. Ada apa
> ini??? apakah karena ada kompensasimendapatk an area bisnis tertentu??
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> b.
> apapun aspirasi warga PKS, jika Dewan Syuro mempunyai kehendak lain.
> Maka aspirasi warga PKS tidak akan berjalan. Lha apalagi aspirasi warga
> yang memilih PKS.
> 
> 
> 
> (Untuk ini ada contoh kasus: di surabaya, Jawa
> Timur, waktu itu kader PKS begitu getol kampanye, agar memilih PKS agar
> tanah warga yang belum berbentuk sertifikat, dan masih berbentuk surat
> sewa menyewe dengan pemerintahan kota surabaya (lebih dikenal dengan
> surat hijau) akan diperjuangkan agar bisa menjadi sertifikat. Tapi
> begitu mendapat banyak suara, dan mendapat cukup kursi dibanding pemilu
> sebelumnya.. kader PKS yang bersangkutan yang sudah terpilih diam
> seribu bahasa.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> c.
> dari itu semua saya mendapat kesan, bahwa PKS hanya mencari simpati
> masyarakat, tapi tidak mau memperjuangkan aspirasi masyarakat. Karena
> aspirasi masyarakat bukanlah agenda dari PKS.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> d. Agenda PKS
> adalah mendirikan "negara islam" versi PKS. Jadi meskipun saya orang
> islam, tapi jika cara saya beribadah, atau pemahaman saya tidak sama
> dengan PKS, maka orang seperti saya mungkin tidak layak diperjuangkan.
> Atau jika nanti PKS berkuasa, jika saya tidak beribadah dan
> bermasyarakat seperti yang dikehendaki PKS, maka mungkin saya dan
> keluarga akan dijadikan sebagai orang yang bersalah.. Seperti contoh
> kasus yang sering dimuat dimedia massa, tragedi masyarakat di
> Afganistan, dimana seorang suami dibunuh oleh para Taliban, karena
> dianggap bukan Islam karena istrinya menjadi seorang pegawai dan
> berbusana tidak sebagaimana dikehendaki kaum Taliban yang saat itu
> berkuasa. Sedangkan sang istri akhirnya harus lari ke pengasingan
> selama Taliban berkuasa.
> Karena selama Taliban berkuasa di Afganistan, wanita selain harus
> berbusana seperti kehendak Taliban, juga tidak boleh bekerja dan tidak
> boleh sembarangan keluar rumah...
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> e.
> Hal ini saya ketahui dari adik saya yang masih SMA yang oleh gurunya
> sering diajari agama dan memperkenalkan PKS. Termasuk tulisan tentang
> sejarah PKS yang merupakan bagian dari Gerakan Ikhwanul Muslimin yang
> berpusat di Kairo Mesir. Dari buku dan catatan yang dibawa pulang oleh
> adik saya itu, saya akhirnya tahu, dalam Anggaran Dasar PKS yang petama
> (lalu dirubah sementara, kata adik saya berdasar penjelasan Guru
> Agamanya, agar tidak dicurigai masyarakat sebagai gerakan wahabi),
> bahwa mendoakan orang yang meninggal seperti Tahlil dsb itu dilarang
> karena merupakan perbuatan yang cenderung bid'ah, mendoakan orang yang
> sudah meninggal itu hanya boleh dilakukan oleh anak2nya. Juga pergi ke
> makam, termasuk makam orang tua yang sudah lama meninggal itu juga
> dilarang. karena seperti di Arab Saudi tidak ada makam dengan identitas
> sama sekali. Adanya makam umum massal tanpa tanda identitas siapa yang
> dimakamkan disitu. dan tidak boleh dikunjungi. (Menurut adik saya, hal
> ini akan diterapkan jika dakwah dari PKS sudah berhasil di Indonesia).
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> g. semua ini karena lama2 hanya membuat slogan PKS
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>   
> BERSIH: memang bersih sama sekali, karena tidak melakukan apa2, tidak
> memperjuangkan aspirasi masyarakat, maka meja kerja anggota DPR dari
> PKS selalu bersih dari berkas aspirasi masyarakat.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>    PEDULI:
> peduli nasib Hamas (bukan rakyat palestina), karena warga palestina
> yang merupakan anggota hamas adalah satu bagian dengan PKS, yang
> berpusat sama yakni di Kairo Mesir. Jadi saat warga palestina melakukan
> infitidah, PKS akan diam saja, karena yang melakukan infitidah adalah
> warga yang bukan anggota Hamas, tapi warga yang simapati dengan cara
> damai organisasi PLO dalam memperjuangkan hak terhadap israel. Tapi PKS
> akan mencari simpati dan memberi dukungan jika pasukan Hamas
> menembakkkan roket dari pemukiman warga ke daerah Israel.. lantas israel
> membalas tembakan roket itu dengan pem-bom-an dan serangan yang
> menewaskan rakyat palestina.. sedangkan anggota hamas yang sembunyi
> dibalik warga sudah hilang bersembunyi. Khan jadi terlihat bahwa warga
> palestina dijadikan tameng oleh Hamas.. dan saat ada warga yang mati
> karena serangan balasan Israel itu.. maka dijadikan publikasi untuk
> mencari simpati masyarakat agar memilih Hamas, jangan PLO yang maunya
> beruding dengan Israel. PKS di Indonesia juga melakukan hal yang
> serupa??
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> __________________________________________________________________________
> 
> 
> 
> From: Dinda MU <dind...@gmail. com>
> 
> 
> 
> Subject: 36 Strategi PKS Ala Sun Tzu
> 
> 
> 
> To: "mediacare" <mediac...@yahoogrou ps.com>
> 
> 
> 
> Date: Wednesday, April 1, 2009, 6:24 PM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Citizen Journalism
> 02/04/2009 - 06:31
> 36 Strategi PKS Ala Sun Tzu
> 
> ‘PKS Pakai Strategi Bermuka Dua’ demikian judul salah satu tulisan di 
> INILAH..COM mengomentari pergerakan PKS yang semakin lincah mendekati hari H 
> pemilu 2009.
> Saya kira kalau hanya menggunakan dua strategi PKS tidak akan
> ‘memenangkan’ percaturan politik yang makin rumit. Sebagai partai yang
> terkenal punya SDM yang handal dan cerdas, pasti PKS sudah belajar
> tentang beragam strategi ‘memenangkan pertempuran’.
> Salah satu referensinya adalah bukunya Sun Tzu Art of War. Di
> dalam buku yang juga menjadi bahan diskusi kajian para kader PKS
> terungkap ada 36 strategi dalam sejarah perang di daratan Tiongkok.
> Strategi Sun Tzu bahkan menjadi referensi utama para manajer tingkat
> dunia. Tidak heran kalau dengan belajar teori Sun Tzu maneuver PKS
> sering tak terduga dan bikin heboh dunia perpolitikan negeri ini. 
> “Hikmah adalah barang berharga kaum mukmin yang hilang. Dimana
> saja ia menemukannya, ia lebih berhak terhadapnya,” sabda Nabi ini
> menjadi rujukan para kader PKS untuk tidak sungkan menimba ilmu dari
> siapa saja.. 
> Namun bermacamnya strategi PKS satu yang menjadi kuncinya adalah
> tujuan tidak menghalalkan segala cara. “PKS tidak berubah, tetap
> sebagai partai dakwah. PKS tidak membebani gerakan dakwah dengan
> korupsi, kolusi dan nepotisme,” demikian penegasan Hilmi Aminuddin
> Ketua Majelis Syuro PKS pada kampanye PKS di Senayan (Senin, 30/3).
> Berbeda dengan politisi yang ngotot menang dengan hanya membuat
> strategi tunggal. Saya bahkan pernah menyaksikan dialog di layar tivi,
> seorang politisi PDIP ditanya moderator kalau seandainya suara PDIP
> anjlok apa Megawati tetap dimajukan sebagai capres? Jawabannya, “Bagi
> kami tidak ada kalau-kalau yang ada hanya plan A: Megawati harga mati
> capres titik.”
> Jadi kalau sekarang PKS menggelontorkan jurus-jurusnya itu karena
> strategi PKS memang beraneka ragam dan bukti kalau PKS siap membangun
> kebersamaan demi negeri tercinta. Walaupun bagi rival-rival politik dan
> pihak ABS (Asal Bukan pkS) yang kebakaran jenggot,strategi ini dicibir
> sebagai inkonsistensi, tidak pede, dan tuduhan beraroma phobia jauh
> dari rasional apalagi ilmiah.
> Yasmin Filistin, yasminfilistin@ yahoo.co. id
> 
> 
>       Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser 
> ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! 
> http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer
>


Kirim email ke