[JAPRI AJA] jangan reply di milis

 

Siapapun diantara Anda yang pernah menerima email dibawah
ini dari siapapun, tolong tidak mereply lewat milis tertutup, karena bisa
berakibat keanggotaan Anda di hapus. Cerita aslinya yang nulis saya, dan kalau
ada yang tergugah membantu Nila, harap lewat email pribadi saya [JAPRI], atau
kunjungi lmimadiun.blogspot.com. 

 

Terima Kasih

 

 

Ditinggal Sang Ayah sejak usia 1 bulan

NILA, GADIS 2 SD YANG MASIH MAKAN GATOT

 

Nila, gadis kelas dua SD Kare 6 Kecamatan Kare
Kabupaten Madiun harus hidup hanya berdua dengan sang Ibu setelah ditinggalkan
oleh sang ayah sejak umur satu bulan. Hidup ala kadarnya di lereng gunung wilis
dijalani hingga saat ini. 

 

 

Yatmiati-Sang Ibu, memenuhi kebutuhan
sehari-hari dengan menggarap lahan di sela-sela tanaman kopi milik perusahaan
kopi di Kandangan Kare Kabupaten Madiun. Lahan yang tak terlalu luas yang
digarap oleh Miati-begitu panggilan ibu yatmiati, ditanami jagung dan ketela.
Ketela yang ditanam oleh Miati panen setahun sekali, sementara jagung bisa
sampai tiga kali.

 

 

“kemarin saya hampir tidak bisa menikmati
hasil panen, karena jagung yang sudah siap panen dirusak dan dijarah oleh
serombongan kera yang turun dari gunung. Kebetulan saat itu saya tidak bisa
menjaga kebun karena sedang mengunjungi saudara di ponorogo. Esok harinya saat
saya ke kebun ternyata sudah ludes.” Miati juga mengatakan tidak adanya
penghasilan yang diterima rutin kecuali saat panen tiba dengan menjual hasil
panen yang juga tak seberapa.

 

 

Jarak antara rumah dan kebun sejauh 2-3
kilometer ditempuh dengan jalan kaki.

”Mengapa ibu tidak naik sepeda?” begitu tanya
LMI Madiun

”saya tidak punya sepeda.” jawab beliau

”Tapi ibu bisa naik sepeda?”

”Belum. Tapi kalau ada sepeda saya bisa
belajar. Minimal bisa untuk mengangkut hasil panen. Tidak seperti sekarang,
tempatnya jauh akhirnya saya gendong bolak balik setengah gelangsing setiap
hari”

 

 

Bu Miati juga menceritakan kalau beliau baru
berangkat ke kebun setelah anaknya berangkat dan pulang sekitar jam sebelas
saat anaknya pulang sekolah.

 

 

”Setelah itu tidak ke kebun lagi bu?”

”Tidak. Sekarang saya sudah tua. Kalau sudah
pulang mau berangkat lagi sudah tidak kuat. Dulu sejak Nila masih bayi dan
belum masuk sekolah, selalu saya bawa ke kebun dan bisa pulang agak sore. Kalau
sekarang, kasihan anak saya.”

 

 

Memprihatinkan itu kata yang tepat ketika Miati
menjawab pertanyaan staf LMI, “kalau ibu tidak ada penghasilan kecuali dari
hasil panen, terus ibu dengan dik Nila makannya bagaimana?”

 

 

Miati segera tertunduk dan merangkul anak semata
wayang yang duduk di sebelahnya. Matanya sembab, tertunduk, mulai menangis dan
terisak. Mungkin beliau merasa bersalah karena tidak bisa memberikan yang
terbaik untuk anaknya.

 

 

“Saya hanya makan gatot” 

 

 

Kami hanya bisa melongo. Bagaimana tidak, sementara
tetangganya semua bisa menikmati nasi hangat setiap hari, ibu-anak ini hanya
bisa makan makanan hasil olahan ketela yang dihasilkan dari lahan yang
digarapnya setiap hari dari pagi hingga siang hari.

 

 

Yang membanggakan siapapun yang kenal dengan keluarga
ini adalah meskipun asupan gizi dan kebutuhan tidak bisa terpenuhi sebagaimana
mestinya, Nila tetap berprestasi di sekolahnya. Nila tercatat meraih Rangking 2
di kelasnya, sesuatu yang membuat kita menggelengkan kepala.

 

 

Dengan menangis Miati menceritakan, kalau
beliau dan anaknya sudah empat kali diusir oleh kepala dusun setempat karena 
terpaksa
menempati lahan bengkok desa yang dibiarkan terbengkalai. Akan tetapi karena 
belum
ada tempat tinggal yang baru, sampai saat ini beliau tetap menempati gubug
kecilnya yang berdinding tripleks dan sudah penuh tambalan karena usang
tertempa panas matahari dan hujan bertahun-tahun.

 

 

Ketika
kami tanyakan, mengapa tidak mencoba mencari penghidupan lebih baik dengan
merantau saja, beliau menjawab, “apa ada yang mau menerima saya bekerja? Terus
anak saya bagaimana? Kalau ikut saya, sekolahnya bagaimana?”

 

 

Foto Nila dan Keluarga silakan klik di 
fotolmimadiun1.blogspot.com/2009/04/koleksi-foto-nila.html

 




      Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari 
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke