Selembar Hasil TESĀ  IQ

by Y.S.Aji Soedarsono
15 April 2009

Semester genap telah
tiba. Bagi siswa kelas 10, di beberapa SMU di Jakarta, telah menjalani
Psikotes. Tak berapa lama kemudian, hasilnya dibagikan kepada yang
bersangkutan. Salah satu tujuannya adalah untuk mempersiapkan para
siswa menjelang penjurusan ketika naik ke kelas 11, apakah Bahasa, IPS
atau IPA.

Seorang remaja yang saya kenal, sebutlah si A,
menunjukkan selembar kertas laporan hasil psikotesnya kepada saya.
Hasilnya sangat mengesankan. Menurut laporan itu, nilainya adalah 128.
Kalau menurut teori klasik, dia termasuk anak yang jenius, karena
nilainya di atas 120. Sebenarnya saya tidak heran, karena ketika dulu
lulus SMP, di sekolahnya dia menjadi juara 1 untuk nilai UN, dengan
nilai Matematika 10 dan Bahasa Inggris 10. Menurut lembaga yang
menguji, dia dianjurkan masuk IPA.

Sementara itu, di tempat
lain, seorang remaja lain yang adalah teman si A, namun sekarang
berbeda SMU, melalui lembaga psikologi yang berbeda, mendapatkan hasil
tes dengan nilai 106. Berdasarkan teori klasik, dia termasuk anak yang
normal (standar). Menurut lembaga penguji, dia di sarankan masuk IPS.

Sedemikian pentingkah tes psikologi yang "outcome"-nya nilai IQ ini?

Pentingnya ada di:

<http://dreamsmarter.blogspot.com/>

salam hangat

aji 
<http://www.DreamSMARTer.blogspot.com/>




         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke