Nepotisme PDIP-Golkar Akan Hancur Secara Alamiah !!!
                                                   
Baik Golkar maupun PDIP ber-angan2 kalo mereka bisa berkoalisi maka SBY bisa 
tersungkur.  Kedua partai nepotisme ini cuma berhitung angka2 persennya saja, 
dianggapnya 14%+14%=28%.

Padahal kalo kita ini orang Indonesia tulen, tentu sangat paham bahwa 
masyarakat di Indonesia sangat benci kepada Nepotisme.

Pembicaraan empat mata antara JK dan Megawati cuma membicarakan mem-bagi2 
rejeki melalui koalisi.  Tapi dipastikan keduanya ini akan hancur secara 
alamiah, artinya hancur berdasarkan hukum karma, artinya akan hancur sendirinya 
tanpa perlu ada yang berusaha untuk menghancurkannya.  Yang harus anda ketahui 
adalah isi pembicaraan kedua pihak ini dalam pertemuan empat mata itu:

JK minta Megawati mengalah untuk cuma menjadi wapres-nya nanti sewaktu JK 
menjadi presiden.  Alasan JK bahwa jumlah suara PDIP masih selisih dibawah 
angka Golkar, dengan lain perkataan, JK menganggap pihak yang lebih kecil 
suaranya harus mengalah untuk menerima menjadi wapres saja dan partai yang 
suaranya lebih tinggi wajar untuk duduk sebagai presiden.

Megawati membantahnya, dia bilang bahwa selisih suara PDIP tidak significant 
dibandingkan Golkar, dan Megawati beralasan bahwa dia sudah berpengalaman 
menjadi presiden sedangkan JK sudah berpengalaman jadi wapres.  Oleh karena itu 
didasari pengalaman masing2, wajar jabatan itu dijabat sesuai dengan 
pengalamannya yaitu Megawati yang jadi presiden dan JK jadi wapres-nya.

Demikianlah keduanya sama2 ngotot dalam pertemuan empat mata ini, ngotot 
mempertahankan rasionalitas argumentnya masing2, maksudnya disini ngotot 
bukanlah ngentot, karena ngotot itu artinya bersitegang sedangkan ngentot itu 
artinya saling menghilangkan ketegangan.

Karena ngotot ini tidak ada kesudahannya, tidak mungkin bisa dicapai 
kesepakatan, apalagi bisa ada yang mengalah.  Tidak mungkin ada pihak yang mau 
mengalah karena masing2 pihak sudah habis2an membuang dana kampanye untuk jadi 
presiden bukan jadi wapres-nya.

Jelas beda sekali, untuk jadi presiden harus berani buang dana, sebaliknya 
untuk jadi wapres sama sekali tak perlu dana, cukup nunggu diangkat saja.  Jadi 
presiden itu bukan rejeki nomplok karena harus dengan perjuangan penuh dan 
habis2an, sebaliknya jadi wapres itu betul2 rejeki nomplok tak perlu perjuangan 
dan tidak akan habis2an.

Jadi dari pembicaraan disini, adakah pembaca yang bisa memberi ide2 dukungan 
kepada JK atau kepada Megawati agar satu diantaranya ada yang mau mengalah agar 
bisa menjungkirkan SBY ????

Kenyataannya, koalisi PDIP-Golkar memang mustahil sehingga yang bisa dipastikan 
adalah keduanya akan hancur sendiri secara alamiah karena pada hakekatnya 
bangsa Indonesia adalah bangsa yang anti-nepotisme.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






Kirim email ke