Flu Babi Itu Bukan Penyakit Babi
Hingga kini belum ditemukan adanya babi yang mati akibat terinfeksi flu babi.
Bahkan belum ditemukan ada babi yang menderita flu babi.
Flu babi itu disebabkan oleh virus flu burung yang berkembang biak dalam tubuh
babi kemudian ditularkan kepada manusia. Babi itu hanyalah host untuk
berkembang biaknya flu burung ini sementara itu babinya sendiri tidak sakit
apalagi sampai mati.
Sangatlah berbeda dengan flu burung dimana menyebabkan burungnya mati akibat
virus flu burung ini, tidaklah demikian dengan flu babi karena babinya sendiri
sehat2 saja.
Virology adalah ilmu yang mempelajari virus yang baru berkembang pesat diatas
tahun 1970-an. Artinya, dokter2 angkatan Menteri Kesehatan belum paham bedanya
virus dibandingkan dengan bakteri, parasit dan fungus. Akibat tuna ilmu
kedokteran itu sendiri sang Menteri Kesehatan asal cuap saja se-olah2 karena
tidak ada peternakan babi akan menjamin tidak tertular virus flu babi.
Padahal, virus flu babi itu secara kode genetiknya sama persis dengan virus flu
burung. Perbedaannya terletak pada cara berkembang biaknya virus flu babi itu
dimulai dari binatang babi. Sekali virus flu babi itu berhasil ditularkan
kepada manusia, maka virus flu babi ini berkembang melalui sel2 manusia tanpa
perlu lagi binatang babi.
Artinya, virus flu babi ditularkan dari satu manusia kepada manusia lain tanpa
perlu adanya binatang babi. Hal ini mudah dibuktikan bahwa beberapa orang
gelap dari Mexico yang mengidap virus flu babi masuk ke Amerika dan menularkan
flu babi ini kepada beberapa orang di Amerika sehingga juga menderita flu babi
padahal tidak ada satupun diseluruh Amerika ini ada babi yang terinfeksi flu
babi.
Oleh karena itu, WHO menyerukan kewaspadaan seluruh dunia akan penyebaran virus
flu babi ini. Bahkan penderita flu babi ini sudah ditemukan di Israel dimana
semua orang Yahudi tidak pernah makan babi. Bukan tidak mungkin justru flu
babi ini sudah meluas tersebar di Arab maupun di Indonesia yang mengharamkan
binatang babi dan daging babi, namun karena rendahnya system pengawasan
kesehatan di-negara2 Islam maka penyebaran flu babi ini tidak terdeteksi,
apalagi kebebasan penelitian di-negara2 Islam sangatlah rendah.
Semua jenis virus flu, termasuk dalam hal ini virus flu babi dan virus flu
burung sama sekali tidak mematikan, tidak pernah ada satupun pasien yang bisa
mati karena terinfeksi virus flu.
KEMATIAN AKIBAT VIRUS FLU bukan disebabkan oleh virus flu itu sendiri melainkan
disebabkan infeksi sekunder oleh bakteri lain yang menginfeksi pasien sebagai
akibat menurunnya immune system akibat dari virus flu ini.
Di-negara2 maju, sangatlah jarang penyakit flu menyebabkan kematian karena
kemampuan negara2 maju mengatasi infeksi sekunder dengan berbagai antibiotika
yang spesifik merata bisa dicapai oleh semua tingkatan ekonomi masyarakatnya.
Sangat berbeda dengan negara2 berkembang maupun negara2 Islam dimana harga
antibiotika begitu mahalnya sehingga tidak terjangkau rakyat biasa. Hal inilah
yang menyebabkan serangan pandemi flu akan bisa membunuh jutaan orang disemua
negara2 berkembang dimasa lalu.
Di Indonesia, semua kasus flu burung akhirnya mati karena pneumonia, umumnya
pneumonia yang disebabkan tuberculosis. Penyakit tbc ini endemis di Indonesia,
artinya kuman ini diidap hampir oleh seluruh orang2 di Indonesia meskipun tidak
menyebabkan orang tsb jatuh sakit. Namun apabila orang tsb terserang flu
burung atau flu babi, maka kumat tbc yang diidap sebelumnya akan mendadak
menjadi ganas dan membunuh dalam waktu yang singkat.
Semua penyakit2 virus tidak ada obatnya karena virus itu sendiri bukan sel
hidup, bukan mahluk hidup, dan bukan sesuatu yang hidup. Sesuatu yang tidak
hidup tentunya tidak bisa mati, demikianlah kenyataanya virus itu tidak bisa
mati dan tidak bisa dimatikan.
Kalo anda menjadi sakit karena terinfeksi oleh bakteri, parasit atau fungus,
maka dengan makan obat2an yang membunuh bakteri, parasit atau fungus ini maka
anda akan menjadi sehat lagi karena bakteri, parasit atau fungus ini mati
dibunuh oleh obat2an yang anda makan. Sebaliknya, apabila anda terinfeksi oleh
virus, maka tidak ada satupun obat2an yang bisa membunuh virus ini karena virus
ini bukan kehidupan, virus ini tidak hidup, dan karena tidak hidup artinya juga
tidak bisa mati. Hal inilah yang benar2 tidak dipahami oleh ulama, umat
beragama, dan para dokter yang pemikirannya didominasi dengan agama, didominasi
dengan roh, didominasi dengan keimanan yang malah menyesatkan pemahamannya
tentang kehidupan virus itu sendiri yang dinyatakan tidak hidup. Apalagi,
definisi "hidup" dalam keimanan agama menjadi sama sekali beda dari definisi
"hidup" dalam dunia virology.
Infeksi virus termasuk virus flu babi dan flu burung hanya bisa diatasi dengan
kekebalan tubuh, diatasi dengan vaccine, diatasi dengan immunisasi. Artinya
tanpa diobati sekalipun penyakitnya akan sembuh sendiri. Namun infeksi
sekunder yang menyertai serangan virus inilah yang selalu menyebabkan kematian.
Ny. Muslim binti Muskitawati.