Berbagai Cara Membuat PKS Selalu Kelihatan Menonjol !!!
Begitu mendengar Budiono yang jadi cawapres HNW langsung semaput dirumahnya.
Pada kesempatan pertama inilah ketua PKS memfitnah Budiono yang dikatakannya
neoliberal musuh rakyat dan musuh Islam, dia dikatakan bukan representasi Islam
seperti halnya HNW.
Ketua PKS mengancam PD, tetapi oleh SBY diabaikan ancamannya dianggap kentut
yang berlalu.
Karena diabaikan, karena didiamkan, karena dimasa bodohkan, ketua PKS bukan
marah malah ketakutan, kalo mulanya mengancam mau pindah koalisi dengan JK-Win,
tapi akhirnya me-ngejar2 kereta PD dan SBY yang siap berangkat ke Bandung.
Begitu naik kereta langsung ucapan pertama yang keluar dari ketua PKS adalah
memuji Budiono yang katanya adalah pencetus ide ekonomi Islam yang pertama
kali. Budiono dipuji sebagai muslim yang soleh.
JK-Win kemekmek, ketua PKS padahal sudah membubuhi tiga perempat tanda
tangannya, dan belum selesai ditanda tangani tahu2 sang ketua membuang
ballpointnya, dia balik badan lalu lari mengejar kereta SBY dan untung belum
berangkat. Rupanya sewaktu sedang menanda tangani koalisi dengan Golkar, ada
iblis membisiki ketua PKS agar stop saja karena JK-Win pasti kalah dan kursi2
bisa hilang dan berkurang apabila tandatanganmu itu sudah lengkap.
Iblis telah bekerja keras membantu Tifatul Sembiring membuat keputusan yang
tepat !!!!
> mas dimas <masdima...@...> wrote:
> Sekarang memutuskan tetap bergabung
> dengan Demokrat, yang penting masih
> dapat kursi kekuasaan Ketimbang hidup
> sengsara sebagai oposan Urusan akidah
> Islam dan protes konstituen, ya,
> ditaruh belakangan ................
> Jadi, sekarang macam apa orang-orang
> PKS yang sebenarnya....
>
Itulah sejatinya Islam, yaitu cari manfaat dan manfaatkan semua yang
bermanfaat. Biarkanlah yang tertipu dan yang kita tipu itu kehilangan manfaat
dan mereka menjadi tak berguna karena tidak bisa dimanfaatkan.
Sebelumnya Budiono itu neoliberal yang tidak mewakili Islam, sesudahnya Budiono
diakui sebagai pencetus ide ekonomi Islam. Pemimpin Islam yang mencemoh dan
yang memuji Budiono sama orangnya. Yaitu Tifatul Sembiring, entah dia benar
orang Batak atau cuma memalsukan nama saja agar dikira orang Batak.