http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?id=27858

15 Mei 2009 13:56:43



Hidayat Anggap SBY Tak Penuhi Janji





JAKARTA- Keputusan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih Boediono sebagai 
calon wakil presiden (Cawapres) sudah final. Apa komentar Hidayat Nur Wahid, 
tokoh PKS yang namanya sempat disebut-sebut sebagai kandidat kuat Cawapres SBY? 
"Yang menjawab ini semestinya bukan saya. Tapi, apa sih salahnya SBY ajak 
bicara (PKS)?" ujarnya menjawab pertanyaan wartawan setelah pertemuan dengan 
kader PKS Maluku Utara (Malut) di Hotel Bukit Pelangi, Ternate, Kamis (14/5).


Menurut Hidayat yang menjabat anggota Dewan Syura PKS itu, SBY pernah berjanji 
mengajak PKS yang menjadi anggota koalisi untuk membicarakan Cawapres. Tapi, 
kenyataannya, dalam penentuan Boediono tersebut tak ada pembicaraan dengan PKS. 
 Bukan hanya PKS, partai lain yang menjadi anggota koalisi juga harus diajak 
berbicara. " Penguatan koalisi itu memerlukan komunikasi yang elegan. Ada 
timbal balik antara kedua pihak. Mungkin ada yang mengatakan hal itu merupakan 
hak prerogatif SBY. Tapi, kan PKS pernah dijanjikan untuk diajak bicara," 
ungkapnya.


Dia tak bisa menjelaskan apakah PKS menolak atau menerima putusan SBY tersebut. 
Namun, yang pasti, menurut dia, partainya akan bersikap. "Posisi saya tidak 
bisa mengatakan kecewa atau tidak, suka atau tidak suka. Begitu pula terima 
atau tidak terima. Sikap PKS ini nanti diumumkan oleh pimpinan PKS," katanya.
Ketika ditanya soal posisi dirinya sebagai kandidat Cawapres yang diajukan PKS, 
Hidayat memilih tak berkomentar. Namun dia mengakui namanya sering 
disebut-sebut sebagai calon kuat dari PKS yang bakal mendampingi SBY sebagai 
Cawapres pada pilpres nanti. 
"Soal figur dari PKS nanti, partai yang menentukan. Namun, nama saya sering 
disebut-sebut sebagai calon terkuat berdasar hasil survei LP3I dan sebagainya. 
Tapi, itu adalah hasil survei," ujarnya.


Keputusan SBY tersebut sangat mengundang reaksi PKS, baik tingkat pusat maupun 
daerah. Buktinya, temu kader antara Hidayat Nur Wahid dengan kader PKS Malut di 
Hotel Bukit Pelangi sore kemarin sempat mendiskusikan hal tersebut. Sayang, 
pertemuan yang dihadiri anggota Dewan Pertimbangan Wilayah PKS Malut Abdul 
Ghani Kasuba, Ketua DPW PKS Malut Alimin Muhammad, serta sejumlah fungsionaris 
DPW PKS Malut kemarin itu tertutup untuk wartawan. 
"Iya, meski tadi hanya temu kader untuk bersilaturahmi, kami sempat 
mendiskusikan soal keputusan SBY itu," ungkap Alimin saat dikonfirmasi Malut 
Post setelah pertemuan. Dia pun enggan menjelaskan lebih jauh soal hasil 
diskusi tersebut.


Sekadar diketahui, kunjungan Hidayat ke Malut itu bersama Wakil Ketua MPR A.M. 
Fatwa serta sejumlah anggota MPR lainnya dalam rangka kegiatan TOT sosialisasi 
amandemen UUD 45 dan Ketetapan MPR di Malut. Di sela-sela acara itulah Hidayat 
bertemu kader PKS. (jpnn/tof)

Kirim email ke