Von: nasional-list@ yahoogroups. com [mailto:nasional- l...@yahoogroups .com] Im Auftrag von Robert Sianturi Gesendet: Samstag, 9. Mai 2009 15:01 An: orang biasa; m...@yahoogroups. com; mtvam...@globaltv. co.id; muhammad_sulton; Muhammadiyah_ soci...@yahoogro ups.com; Multiculturalism- PluralismGroup@ yahoogroups. com; musyawarah_burung@ yahoogroups. com; musyawarah-burung@ yahoogroups. com; myqu...@yahoogroups .com;
Betreff: [nasional-list]
Puan Maharani: Keluarga BK merugikan PDIP
Menurut Putri dari Taufik Keimas yakni PUAN MAHARANI TAUFIK KEIMAS:
Keluarga Bung Karno (BK) yang lain seperti Puti Guntur Soekarno (anak dari
Guntur Soekarno Putra), Guruh Soekarno Putra dll selama ini hanya menumpang dan
mengambil manfaat dari PDIP yang dipimpin oleh Megawati dan hanya merugikan
PDIP.
Seperti dikatakan oleh Puan Maharani: Puti Guntur Soekarno dan Guruh Soekarno
Putra itu hanya numpang hidup di PDIP dengan menjadi anggota DPR RI, yang
notabene adalah kerja keras dari keluarga Taufik Keimas dan Megawati
Juga Para Soekarnois yang ortodoks dikatakan banyak merugikan, karena membuat
PDIP menjadi banyak kehilangan pendukung dan pemilih.
Bahkan mereka (keluarga BK yang lain serta para Soekarnois yang ortodoks
itu)selama ini hanya menjadi beban dan banyak merugikan serta banyak membawa
celaka bagi PDIP.
Hal ini juga bisa dilihat pada Rachmawati yang menjadi pendukung SBY, dengan
menjadi penasehat Presiden SBY.
Maka disebutlah keluarga BK yang lain maupun mereka yang dicap oleh Puan dan
Taufik Keimas itu sebagai orang2 yang tidak tahu diri, dimana sudah menumpang
hidup dan merugikan PDIP, tapi malah memberi masukan dan saran yang tidak
mendukung kepentingan Taufik Keimas dan Puan Maharani Taufik Keimas Putri
Kemarahan Puan Maharani Taufik Keimas Putri ini disampaikan kepada Megawati..
Puan Maharani dan Taufik Keimas kuatir bahwa Megawati akan menuruti banyak
saran dari orang2 yang dianggap oleh Puan dan Taufik Keimas sebagai soekarnois
ortodoks ataupun saran dari keluarga BK yang lain, agar tidak mencalonkan diri
sebagai Presiden dengan alasan perolehan suara PDIP tidak mencukupi untuk
mencalonkan sendiri, karena harus berkoalisi baru bisa mencalonkan calon
presiden dan wakil presiden
(Catatan: perolehan suara PDIP 14,70%, sedangkan syarat dapat mencalonkan
presiden dan wapres adalah mendapat 20% kursi atau 25% suara sah dalam pemilu)
Hal ini terjadi karena banyak keluarga BK maupun kelompok yang dianggap
soekarnois oleh Puan, memberi masukan kepada Megawati agar tidak mencalonkan
diri sebagai presiden, dengan pertimbangan suara PDIP dalam pemilu 2009 tidak
signifikan dan disarankan agar Megawati mencalonkan orang lain saja sebagai
Presiden dan wapres. sedangkan PDIP dapat berperan sebagai stabilisator dalam
politik nasional,
berperan sebagai stabilisator artinya: jika pemerintahan hasil pemilu presiden
dan wapres berjalan baik maka PDIP akan mendukung, jika pemerintahan berjalan
tidak baik, maka PDIP akan mengkritisinya. Dalam bahasa politik langkah ini
disebut sebagai oposisi yang kritis dan dinamis.
Langkah ini disampaikan oleh banyak orang kepada Megawati, agar belajar dari
pengalaman dan untuk kebaikan Megawati dan PDIP.
Tapi saran ini berseberangan dengan ambisi Puan Maharani dan Taufik Keimas,
yang terus mendorong agar megawati tetap maju sebagai presiden. atau sekalian
saja bergabung dengan partai demokrat dengan harapan:
1, jika maju sebagai presiden, sudah akan jelas kalah bersaing dengan
popularitas presiden SBY, tapi sudah mendapat kompensasi, baik uang maupun
lisensi perdagangan dalam komoditas tertentu dari presiden SBY (karena banyak
pihak kuatir jika PDIP tidak mencalonkan megawati sebagai presiden, maka
pertarungan pemilihan presiden tampak sekali sebagai pemilihan presiden yang
direkayasa, yakni calon yang lain hanyalah merupakan calon yang jelas akan
kalah)
2.jika bergabung dengan presiden SBY, maka Puan dan Taufik Keimas akan bisa
mendapat jatah beberapa menteri dari presiden SBY
<<image001.jpg>>
<<image002.jpg>>
