Kembali Ada Pesawat Jatuh 200 Orang Mati !!!
                                                    
Yang mati itu 95% adalah pedagang asongan karena Hercules ini pesawat omprengan 
yang ongkosnya sangat murah dan bawaan tidak perlu diperiksa petugas.  Tidak 
perlu beli tiket, bayar ongkos langsung dipintu pesawat.

Belum sebulan yang lalu saya menuliskan tentang belum memasuki bulan kelima 
sudah ada 7 pesawat yang jatuh di Indonesia.  Padahal akhir tahun lalu Menteri 
perhubungan yakin bahwa larangan terbang pesawat Indonesia diudara Eropah akan 
dicabut karena kondisi penerbangan di Indonesia sudah sempurna sesuai 
persyaratan standard penerbangan.

Padahal kata Menhub itu dihapuskan larangan terbang di Eropah ini sudah dijamin 
oleh ketua perhubungan udara se Eropah.

Saya yakin MenHub ini akan dipecat dan diganti sehabis pemilu nanti karena 
berbohong sangat berat.  Nasibnya seperti JK yang selalu menonjolkan jasa2 yang 
enggak pernah ada karena direkayasanya sendiri se-olah2 jadi ada.

Sekarang tambah lagi satu pesawat Hercules milik AURI jatuh diperkampungan 
sehingga diduga lebih dari 200 orang yang mati.  Wartawan2 yang datang 
mengambil foto ditangkapi, tustelnya direbut dihancurkan, beberapa lagi dijotos 
oleh pasukan2 tentara yang berpakaian preman.  Pada mulanya berita kecelakaan 
ini mau dirahasiakan, apa mau korban2nya terlalu banyak sehingga beritanya 
tidak bisa ditahan lagi mengalir dari mulut kemulut.

Seperti semua kecelakaan pesawat yang lalu, penyebab dan korban2nya 
dirahasiakan, bahkan beberapa berhasil berita kecelakaan tsb ditutup se-olah2 
tidak ada. Merahasiakan kecelakaan pesawat bukanlah untuk konsumsi dalam negeri 
melainkan untuk jangan terdengar diluar negeri sehingga mempersulit izin 
penerbangan pesawat Indonesia diudara Internasional.

Dengan jatuhnya pesawat Hercules ini, reputasi penerbangan Indonesia akan 10x 
lipat lebih parah dari sebelumnya.  Satu2nya usaha pemerintah adalah 
menggambarkan bahwa yang jatuh ini adalah pesawat militer bukan pesawat sipil.  
Pemerintah akan melarang semua investigasi Internasional terkait jatuhnya 
pesawat Hercules ini karena bukan penerbangan sipil.

Padahal kalo kita tahu apa yang sebenarnya terjadi, pasti geleng2 kepala sulit 
mempercayainya.  Hampir semua tukang bakso, tukang sate, dan tukang makanan 
gerobak dorong di seluruh Jawa Timur yang biasa berdagang di Irian Jaya, sudah 
sangat tahu bahwa mau jualan di Irja itu untung besar dan ongkos berangkatnya 
naik Hercules karena Hercules itu jadi omprengan AURI untuk tambah2 pemasukan 
ongkos reparasi pesawat2 lainnya dan juga sebagai dana korupsi yang tidak akan 
di investigasi.

Mungkin mereka yang pernah mengalaminya boleh ikutan menyumbang cerita2 disini. 
 Setiap tukang baso, tukang sate, atau tukang rujak yang mau jualan di Papua 
tidak susah2 prosedurnya, tidak perlu beli tiket pesawat.  Caranya nongkrong 
saja dipinggiran lapangan terbang yang sudah ditentukan, begitu Hercules-nya 
siap terbang, semuanya rame2 mendorong gerobak2nya memasuk badan pesawat dimana 
setiap orang harus bayar karcisnya persis seperti bus kota.  Didalam pesawat 
tidak ada tempat duduknya, semua duduk dilantai atau duduk dibangku yang 
dibawanya sendiri persis kayak dilapangan bola.  Artinya tidak ada WC, tidak 
ada kamar mandi atau kamar kecil.  Kalo mau kencing cari saja sudut2 remang2 
dan kencing atau berak-lah disana.  Memang didalam pesawat Hercules ini baunya 
minta ampun.

Kapasitas penumpang pesawat ini sebenarnya sekitar kurang dari 100 orang, 
karena pesawat Hercules ini adalah pesawat pengangkut militer yang biasanya 
mengangkut tank2, panser2, amphibi, dan pasukan perang dengan senjatanya 
seperti meriam2 dll.  Namun karena dijadikan omprengan, maka yang diangkut itu 
bukan tank tapi gerobak2 dorong pedagang kaki lima; Setiap orang bayaran 
karcisnya bisa tawar2an dipintu masuk tergantung besarnya gerobak dan barang 
yang dibawanya, makin banyak bawaannya tentu karcisnya makin mahal namun tidak 
semahal pesawat penumpang komersil, bahkan jauh lebih murah hampir mendekati 
ongkos bus keluar kota, begitulah kapasitas muatan Hercules ini jadi bisa 
dipadati hingga berisi 600 hingga 700 orang.  Jadi kalo kapasitas padat higga 
melebihi 700 orang dan setiap orangnya dipungut minimum Rp10 ribu.......  
bayangin lah berapa yang berhasil didapatkan Auri hanya untuk sekali tarik saja 
bukan pulang balik.  Padahal bensin Hercules ini gratis dari pemerintah melalui 
jatah Auri.  Kabarnya sekali tarik saja paling sedikit hasilnya adalah Rp10 
juta.

Naaah....  sialnya sekarang tiba, pesawatnya jatuh, tapi cuma dikabarkan yang 
tewas sekitar 100 orang, yaaa.....  kalo jumlah penumpangnya itu 700 orang, 
maka yang mati itu lebih dari 700 orang karena selain isi penumpang pesawatnya 
semuanya mati ditambah lagi penduduk sekecamatan yang mati ditubruk bangkai 
pesawat yang jatuh terbakar itu.  Padahal kecamatan itu kecil terisolasi tapi 
padat penduduknya.  Kebakaran pesawat ini tidak bisa dipadamkan karena 
kecamatan ini tidak memiliki jalan untuk dilalui mobil pemadam kebakaran yang 
beratnya diatas 6 ton, padahal kapasitas jalanan diseluruh Indonesia cuma 
kurang dari 2 ton sehingga sering ada truk yang jeblos masuk kedalam jalanan 
yang tiba2 longsor kebawah akibat truknya terlalu berat sehingga jalanan tidak 
sanggup menahannya.  Ibaratnya truk2 itu tenggelam kedalam tanah.  Naaah.....  
demikianlah kejadiannya, pesawat hercules dengan isi penuh pedagang2 asongan 
terjerembab jatuh kedarat seperti burung yang patah sayapnya dikatepel si otong.

Semuanya serba rahasia dan dirahasiakan, wartawan dilarang mendekati, apalagi 
orang asing.  Bisa dibayangin isi penumpangnya mati terpanggang hidup2 tak ada 
yang bisa ditolong.  Mungkin ini semuanya kemauan Allah yang tidak mengizinkan 
kaum muslimin terbang ke Eropah yang kafir dan anti-Allah.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





Kirim email ke