Refleksi: Batu Tulis adalah tempat yang dianggap mengandung karum  keramat nan 
berharga, karena menurut mantan menteri agama Said Agil Husin Al Munawar 
terkandung harta karum yang yang bisa melunasi hutang luarngeri NKRI. Usaha 
mantan menteri agama tsb  untuk mengali harta karum tidak diteruskan karena 
dbeliau dijerat korupsi Rp 50,-- milyar. Apakah sengaja dipilih Batu Tulis  
untuk tempat berduet sesuai  dengan harpan memperoleh berkat keramat, 
walahualam. Hasil Pilspres akan meberitakan.

http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/05/18/NAS/mbm.20090518.NAS130352.id.html

13/XXXVIII 18 Mei 2009

Megawati - Prabowo
Malam Panjang di Batu Tulis

Mega dan Prabowo sepakat berduet. Ditopang peran tiga politikus perempuan.
MESKI terserang flu berat, Prabowo Subianto berusaha sumringah. "Sip, sip., 
semua lancar," kata Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya itu. Toh, 
wajah pensiunan letnan jenderal itu terlihat lelah. Perundingan panjang dengan 
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Istana Batu Tulis, Bogor, baru 
berakhir Jumat malam. 

Mobil Prabowo, beriringan dengan dua mobil lain, segera melesat menuju Jakarta. 
"Mega-Pro malam ini dideklarasikan," kata Tjahjo Kumolo, Ketua PDI Perjuangan. 
Kurang dari satu jam, Prabowo tiba di rumah Megawati Soekarnoputri di Jalan 
Teuku Umar. 

Tuan rumah tiba beberapa saat kemudian. Rupanya Mega mampir ke Rumah Sakit MMC, 
Kuningan, Jakarta, tempat Taufiq Kiemas dirawat sejak Rabu pekan lalu. 

Menjelang tengah malam, pasangan Megawati-Prabowo diumumkan di garasi yang 
disulap menjadi ruang konferensi pers. Para pendukung pasangan ini, juga 
wartawan, memadati halaman hingga tepi jalan. Pasangan kandidat ini diapit 
elite kedua partai. 

Dari PDI Perjuangan ada Pramono Anung, Tjahjo Kumolo, dan Puan Maharani. Dari 
Gerindra duduk Fadly Zon dan Hasjim Djojohadikusumo. Di belakang mereka tampak 
Ketua Partai Buruh Mochtar Pakpahan. Spanduk "Demi Negeri Kami Bersatu", 
dihiasi gambar Mega-Prabowo, digantung di dinding. 

Berbaju safari cokelat muda, Prabowo memberikan pernyataan politik. 
"Mendampingi Ibu Megawati adalah kehormatan," kata mantan Komandan Jenderal 
Komando Pasukan Khusus Angkatan Darat itu. "Kami akan memimpin perubahan, 
perbaikan hidup, dan ekonomi rakyat." 

Megawati, yang memberikan sambutan setelah Prabowo, mengutip amanat Bung Karno 
agar bangsa Indonesia berdiri di kaki sendiri. "Setelah beberapa kali kami 
bertemu, ada kesamaan pandangan," kata presiden 2001-2004 yang mengenakan blus 
bercorak biru itu. 

Tentang pembagian tugas jika terpilih, Mega menyerahkan persoalan ekonomi 
kerakyatan kepada Prabowo. Tak lupa ia meminta pemerintah melaksanakan 
pemilihan presiden yang jujur, adil, langsung, umum, dan rahasia. Tak ada sesi 
tanya-jawab. Pengumuman 30 menit ditutup doa bersama, lalu pengambilan foto. 
Lima menit kemudian Megawati masuk ke rumah. Prabowo menuju mobilnya, pulang. 


l l l
PERTAUTAN dua hati ini tak semulus slogan spanduk. Selasa pekan lalu, Megawati 
masih marah atas langkah para koleganya. Sejumlah elite Partai Banteng terus 
berusaha menjalin koalisi dengan Partai Demokrat, pemenang pemilihan umum 
legislatif 9 April lalu. 

Para pendukung koalisi dengan partai Susilo Bambang Yudhoyono bahkan telah 
melangkah jauh. Enam nama disodorkan ke Cikeas, sebagai calon menteri. Maruarar 
Sirait diplot untuk Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Puan Maharani Menteri 
Pemberdayaan Perempuan, Effendi Simbolon Menteri Luar Negeri, Tjahjo Kumolo 
Menteri BUMN, Arif Budimanta Menteri Pertanian, dan Hendrawan Supratikno 
Menteri Ekonomi. "Mas Pramono menolak diusulkan jadi Menteri Pertambangan dan 
Energi," kata sumber di Teuku Umar. 

Usulan menteri itu buah dari kunjungan Pramono, Tjahjo, dan Puan ke Yudhoyono 
di Cikeas, Jumat dua pekan lalu. "Ibu tak berkenan, berkukuh tak akan main mata 
dengan Cikeas," kata sumber Tempo. Empat aktivis partai itu memberikan 
informasi yang sama. 

Di tengah pergerakan politik yang sangat tinggi, Taufiq Kiemas terkena serangan 
jantung pada Rabu petang. Ia dilarikan ke Rumah Sakit MMC. Menurut Puan 
Maharani, ayahnya kelelahan. Namun orang dekat di Teuku Umar mengatakan, Taufiq 
pusing memikirkan sang istri yang tak sudi menoleh ke SBY. 

Megawati melanjutkan langkah. Setelah menengok sang suami, pada Rabu malam ia 
meluncur ke vilanya di Gadog, Bogor, untuk menemui Prabowo. Keduanya berbicara 
empat mata. Perundingan buat merancang pembagian peran keduanya dilanjutkan. 

Dalam bernegosiasi dengan Prabowo, Mega mengandalkan keluwesan "tiga dara": 
Rini Suwandi (mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan), Agnita Singedikane 
Irsal (Wakil Sekretaris Jenderal), dan Rustriningsih (Wakil Gubernur Jawa 
Tengah). "Deal di vila Gadog merupakan hasil rumusan bersama tiga karibnya 
itu," kata sumber Tempo. Setelah bertemu di Gadog, kedua tokoh sepakat 
mengumumkan pencalonan esok harinya di Teuku Umar. 

Ratusan wartawan meriung di Teuku Umar pada Kamis pekan lalu. Pengurus juga 
telah berkerumun. Namun deklarasi yang telah dijadwalkan itu gagal. Kain tenda 
putih terbungkus plastik, yang sedianya dipajang buat deklarasi, teronggok di 
pojok halaman. 

Perundingan kembali buntu karena Prabowo menuntut jatah yang tak masuk akal. 
Ada tujuh poin, antara lain ia menuntut posisi menteri bidang ekonomi dan 
keenergian. Sebagai wakil presiden, Prabowo meminta diberi peran lebih besar 
layaknya perdana menteri. "Itu artinya Prabowo yang menentukan republik, deal 
mentah," kata sang sumber. Banteng menganggap tuntutan itu tak masuk akal, 
karena perolehan suara Gerindra jauh di bawah mereka. 

Berkaitan dengan hal ini, Direktur Media Centre Gerindra Haryanto Taslam 
berseloroh, "Namanya juga berunding, masing-masing punya keinginan." Dia 
membenarkan partainya menghendaki menteri-menteri bidang ekonomi diserahkan 
Gerindra. "Kalau soal Prabowo minta peran wakil presiden mirip perdana menteri, 
enggaklah," kata dia. "(Negara) ini kan presidensial, sesuai dengan konstitusi 
saja." 

Kamis malam, tim pemenangan Megawati for President berkumpul di Jalan Cik 
Ditiro. Setelah membahas tawaran Prabowo, ditemani Theo Syafei, Megawati 
meluncur ke Istana Batu Tulis. Ia ingin meminta penjelasan Prabowo soal 
tuntutan itu. 

Di tengah malam dingin, Prabowo tak kunjung tiba. Sang jenderal malah mengirim 
Fadly Zon, Muchdi Purwoprandjono, dan Hasjim Djojohadikusumo. Megawati ogah 
menerima mereka. Ia meminta Theo menemui ketiganya di ruang tamu. 

Menurut aktivis PDI Perjuangan Ganjar Pranowo, Megawati tak risau dengan 
tuntutan jatah menteri yang diajukan Prabowo. Yang jadi soal, ia menjelaskan, 
Megawati menganggap tuntutan peran semacam perdana menteri melawan konstitusi. 

Jika Gerindra ngotot, para pendukung Megawati sepakat memilih menjadi oposisi 
dan tak mengajukan calon presiden. Mereka menutup peluang berkoalisi dengan 
Yudhoyono. Alasannya, menurut Ganjar, "Martabat partai dipertaruhkan." 

Kubu Gerindra juga hampir patah arang. "Jika tak ada titik temu, lebih baik 
PDIP dan Gerindra tak mengajukan calon presiden," kata Permadi, anggota Dewan 
Pembina Gerindra. Menurut dia, Gerindra akan menjadi oposisi sambil 
mempersiapkan pemilihan presiden 2014. 

Terancam buntu, pendukung Mega dan Prabowo kembali bertemu di Istana Batu 
Tulis. Mengelilingi meja oval di teras Istana, kedua tokoh duduk berdampingan. 
Di situ ada Pramono Anung, Tjahjo Kumolo, Puan Maharani, Fadly Zon, dan Muchdi 
Purwoprandjono. Dimulai pukul 14.30, perundingan disela rehat selepas magrib. 
Kesepakatan tuntas diambil pada 21.30. 

Diserang flu berat, Prabowo berusaha sumringah. Tentu saja, tuntutan peran 
menjadi perdana menteri tak dipenuhi Mega. 

Dwidjo U. Maksum, Iqbal Muhtarom, Rini Kustiani, Akbar T.K., Diki Sudrajat 
(Bogor

Kirim email ke