http://www.equator-news.com/index.php?mib=berita.detail&id=10133
Sabtu, 23 Mei 2009 , 13:38:00 Gelar Doktor Apalah artinya harta, pangkat dan gelar kalau tidak bermoral. Pun demikian akan lebih baik kalau bergelimang harta, pangkat jabatan dan gelar atau titel serta "~bermoral "T. Orang pintar adakalanya disesatkan oleh kepintarannya, mengapa harus licik. Itu pesan orang suci kepada para kaum cerdik cendekia, supaya tidak menyengsarakan khalayak ramai. Gelar tidak dibawah mati, kenapa harus pelit. Maksudnya pelit untuk berbagi ilmu. Di Pontianak ini banyak orang bergelar doktor, akan tetapi apakah kesehariannya mereka bersosialisasi dengan masyarakat pada umumnya, tanpa pandang bulu. Itu selain masalah kemanfaatan juga masalah moral. Sebagus apa doktor bagi kesejahteraan masyarakat Kalbar. Apakah orang-orang bergelar doktor hanya berjaya di forum diskusi, seminar, diseminasi, workshop atau lokakarya saja. Kalau macam itu, berarti ia doktor hanya untuk dirinya sendiri dan kelompok. Padahal manusia di Bumi ini dominan orang awam. Di sinilah perlunya imbal-balik antara orang bergelar doktor dengan umat manusia pada umumnya. Di tempat-tempat ibadah, seperti Masjid, Gereja, Wihara, Kelenteng apakah ditemukan banyak doktor ketika ada peribadahan. Cukup sukar ditemukan. Di pasar-pasar, di kampung-kampung kumuh, banyakkah doktor-doktor itu berperan. Selain membangun moral juga mendukung percepatan pembangunan. Apalah artinya doktor kalau hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri dan kelompoknya saja. Khalayak ramai lebih dominan, dan itu yang bisa menilai secara ikhlas apakah memang doktor di bidangnya, atau doktor-doktoran.
